Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Tulisan ke-28 Edisi Ramadan. Kisah sahabat kali ini, tentang komandan perang yang cerdas. Dalam keadaan sakit ia memimpin perang untuk menaklukkan imperium raksasa. Dialah sang pembuka gerbang Persia. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Sejarah kadang punya cara unik menertawakan manusia. Di satu sisi, banyak tokoh modern sibuk mengukur kehebatan lewat jumlah baliho, kursi kekuasaan, dan konferensi pers yang panjangnya seperti skripsi mahasiswa tingkat akhir. Di sisi lain, sejarah Islam menampilkan sosok sederhana bernama Sa’ad bin Abi Waqqash. Seorang pemuda yang tidak punya tim buzzer, tidak punya konsultan politik, tetapi justru membuka gerbang runtuhnya salah satu imperium terbesar dunia.

 

Lahir di Mekkah sekitar tahun 595 M, Sa’ad berasal dari kabilah Bani Zuhrah, klan yang juga menjadi keluarga dari ibunda Nabi, Aminah binti Wahb. Artinya, secara kekerabatan ia masih paman Rasulullah dari jalur ibu. Namun, jangan bayangkan karier Sa’ad lahir dari nepotisme keluarga. Tidak ada jalur cepat kekuasaan di masa itu. Yang ada justru jalur cepat menuju penderitaan.

 

Pada usia sekitar 17 tahun, Sa’ad memeluk Islam melalui dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq. Nuan bayangkan suasana Mekkah saat itu, Islam masih kecil, pengikutnya sedikit, tekanan Quraisy seperti badai gurun yang tidak kenal ampun. Masuk Islam bukan tiket popularitas, melainkan tiket menuju penganiayaan.

 

Namun Sa’ad tidak mundur. Ia pernah berkata dengan bangga, dirinya termasuk orang yang paling awal masuk Islam. Keberanian seperti ini jarang muncul di zaman yang terlalu sibuk menghitung risiko politik.

 

Ujian terbesar justru datang dari rumah sendiri. Ibunya marah besar saat mengetahui anaknya masuk Islam. Ia bersumpah tidak akan makan dan minum sampai Sa’ad meninggalkan agama baru itu. Drama keluarga ini mungkin jika terjadi hari ini sudah menjadi sinetron religi sepanjang 40 episode.

 

Sa’ad tetap teguh. Ia berkata kepada ibunya, jika ibunya memiliki seratus nyawa lalu satu per satu keluar dari tubuhnya, ia tetap tidak akan meninggalkan Islam. Keteguhan itu kemudian menjadi latar turunnya ayat dalam Alquran, khususnya dalam Surah Luqman ayat 14–15: manusia wajib berbakti kepada orang tua, tetapi ketaatan kepada Allah tidak boleh dikalahkan oleh tekanan siapa pun.

 

Di titik ini Sa’ad mengajarkan satu pelajaran penting yang kadang dilupakan banyak orang, hormat kepada orang tua bukan berarti menyerahkan prinsip hidup.

 

Selain dikenal karena keteguhan imannya, Sa’ad juga punya keahlian yang membuat musuh Islam sering menelan ludah, memanah. Ia dikenal sebagai pemanah ulung. Bahkan dalam beberapa riwayat disebut sebagai orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah.

 

Dalam berbagai peperangan bersama Rasulullah, mulai dari Badr, Uhud, hingga pembebasan Mekkah, Sa’ad selalu berada di barisan depan. Rasulullah pernah berkata kepadanya, “Lemparlah panah, wahai Sa’ad. Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.” Pujian seperti itu bukan kalimat motivasi seminar. Itu pengakuan langsung dari Nabi terhadap keberanian seorang sahabat.

 

Namun bab paling epik dari kisah Sa’ad terjadi setelah wafatnya Nabi. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ia ditunjuk memimpin pasukan besar menghadapi Kekaisaran Persia. Ini bukan lawan kecil. Yang dihadapi adalah imperium raksasa dengan sejarah panjang, tentara besar, dan reputasi militer yang membuat banyak bangsa gemetar.

 

Puncaknya terjadi dalam Pertempuran Qadisiyyah tahun 636 M. Di sinilah sejarah seolah ingin membuat cerita yang agak absurd tetapi nyata, panglima pasukan Muslim memimpin perang dalam keadaan sakit rematik parah. Ia tidak bisa menunggang kuda. Sa’ad memimpin dari sebuah tenda.

 

Namun strategi dan keteguhannya justru membuat pasukan Muslim menang telak. Kemenangan ini membuka jalan menuju runtuhnya kekuasaan Kekaisaran Sassaniyah, imperium Persia yang telah berdiri berabad-abad. Dari kemenangan itu pula lahir kota militer baru bernama Kufah, yang kelak menjadi pusat penting peradaban Islam.

 

Di titik inilah Sa’ad pantas disebut Sang Pembuka Gerbang Persia. Ia bukan sekadar panglima perang, tetapi tokoh yang mengubah arah sejarah dunia.

 

Yang membuat kisah ini semakin epik adalah penutup hidupnya. Sa’ad termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin surga. Ia wafat sekitar tahun 675 M pada usia sekitar 80 tahun. Meski pernah memimpin kemenangan besar dan memiliki harta dari ghanimah perang, ia hidup sederhana.

 

Bahkan ia berwasiat agar dikuburkan dengan pakaian sederhana yang pernah dipakainya sejak zaman Nabi. Seolah-olah ia ingin memberi pesan kepada generasi setelahnya, kejayaan tidak selalu harus dipamerkan dengan istana, jabatan, atau simbol kekuasaan.

 

Kadang-kadang, sejarah justru lebih menghormati seorang pemanah sederhana yang membuka gerbang sebuah imperium, daripada orang-orang yang hanya sibuk membuka pintu ruang rapat.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keragaman di kalangan anak-anak muda Indonesia harus terus digaungkan. Ini diperlukan agar masa depan Indonesia tetap diisi nalar sehat dengan penghargaan terhadap kemanusiaan. Demikian disampaikan dua cendekiawan muda, Yudi Latif Ph.D dalam seminar bertajuk Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda. Seminar digelar di Gedung FITK UIN Jakarta, Rabu […]

  • Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

    Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Pondok pesantren harus dapat merespons tantangan digital. Adaptasi terhadap teknologi merupakan hal yang tidak dapat dihindari bagi pesantren jika ingin tetap relevan dan berkontribusi dalam masyarakat. “Pesantren harus menjadi pionir dalam memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan kemaslahatan umat,” ujar Staf Khusus Menag Nuruzzaman saat membuka KOPDARNAS 7 Arus Informasi Santri Nusantara (AIS), di […]

  • Empati dalam Bimbingan Haji, Fondasi Pelayanan Terbaik

    Empati dalam Bimbingan Haji, Fondasi Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di penghujung tahun 2025 kembali diselenggarakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (SPIHU) angkatan III mandiri. Kegiatan rutinan ini terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Forum Komunikasi (FK) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini […]

  • Bandung Dorong Green Tourism dan Mobilitas Nol Emisi

    Bandung Dorong Green Tourism dan Mobilitas Nol Emisi

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan green tourism. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri diskusi “Bandung Bersinar” di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, (13/12/2025). Farhan mengungkapkan, konsep pariwisata hijau merupakan inovasi yang untuk pertama kalinya secara serius diperkenalkan di Kota Bandung. Menurutnya, aktivitas wisata tidak […]

  • Prof. Nana Syambas ITB Kupas Masa Depan Jaringan di Universitas Pasifik Morotai

    Prof. Nana Syambas ITB Kupas Masa Depan Jaringan di Universitas Pasifik Morotai

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MOROTAI kanal31.com – Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai menggelar kuliah umum bertema “Network and Future Trends” pada Kamis, (11/9/2025).   Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Nana Rachmana Syambas, M.Eng., Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB).   Acara dibuka resmi oleh Rektor Unipas Pulau Morotai, Irfan Hi. Abd. Rahman, […]

  • Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

    Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM BANDUNG — Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Perwakilan Jawa Barat menggelar Workshop Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil bertajuk “Recharging Literasi Fikih Zakat untuk Amil yang Inovatif” selama 2 hari di Hotel Shakti Gedebage Bandung dari tanggal 19-20 November 2024 Sebanyak 114 peserta mengikuti Workshop ini dengan menghadirkan narasumber: Anang Jauharuddin, Ketua […]

expand_less