Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM

Pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keragaman di kalangan anak-anak muda Indonesia harus terus digaungkan. Ini diperlukan agar masa depan Indonesia tetap diisi nalar sehat dengan penghargaan terhadap kemanusiaan.

Demikian disampaikan dua cendekiawan muda, Yudi Latif Ph.D dalam seminar bertajuk Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda. Seminar digelar di Gedung FITK UIN Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FITK UIN Jakarta. Acara yang didukung Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK RI, Pusat Kajian Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia, dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) ini dihadiri ratusan mahasiswa dan pendidik UIN Jakarta.

Dalam paparannya, Yudi menuturkan, pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan cognitive learning dimana kecerdasan dan keberhasilan belajar diukur berdasar indeks prestasi bersifat kognitif. Sementara berbagai situasi saat ini mengharuskan pendidikan berbasis nilai guna menumbuhkan nalar sehat dan penghargaan terhadap nilai nilai kemanusiaan.

“Pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan cognitive learning, padahal di tengah permasalahan hari ini, kita perlu membangun konsep pendidikan yang lebih dibutuhkan, yakni pendidikan berbasis nilai,” tandasnya.

Merujuk pada perkembangan terkini, sebutnya, Indonesia sedang dan terus menuju kepada kemajuan peradaban. Namun kemajuan ini berkembang bukan tanpa celah, karena Indonesia saat ini menghadapi persoalan sosial serius turunnya nilai-nilai kebudayaan seperti intoleransi, perundungan, dan kekerasan sosial.

Di titik ini, jelasnya, pendidikan yang berkebudayaan memainkan peran pentingnya, karena di sistem pendidikan ini pendidikan tidak hanya mementingkan nalar tapi juga nilai. “Pendidikan yang berkebudayaan tidak hanya menciptakan manusia yang bisa mengembangkan penalaran yang tinggi, melainkan juga menciptakan manusia yang mampu memandang dunia, nilai, dan keyakinan dengan lebih luas,” tambahnya.

Indonesia sendiri, sambungnya, memiliki posisi optimistis dalam membangun peradabannya. Selain karena letak geografisnya yang sangat strategis, Indonesia juga human capital luar biasa baik dari jumlah maupun kualitasnya.

Terkait itu, sambungnya, pendidikan menjadi instrumen paling efektif. “Pendidikan adalah never ending proses, suatu rekayasa sosial untuk menciptakan manusia yang beradab,” tandasnya.

Dengan pendidikan demikian, sambungnya, Indonesia di masa depan diharapkan diisi oleh generasi bangsa yang memegang nilai-nilai luhur, seperti keterikatan, keterhubungan, dan keberartian secara komunal.

Menegaskan kuliah umum yang disampaikan Yudi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia Dr. Sunaryo mengatakan publik Indonesia, terutama para pendidik, memiliki tanggung jawab dalam mencetak generasi bangsa yang berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia melihat, kuliah umum seperti ini diharapkan terus menggugah para pendidik untuk mengisi tanggung jawab demikian.

“Ini (kuliah umum) menjadi sangat penting, mengingat peran pendidikan khususnya calon pendidik itu sangat krusial, bagaimana bisa mengurangi  praktik-praktik yang tidak manusiawi, yaitu praktik kekerasan, perundungan, bullying, dan intoleransi.” Tambahnya.

Sementara itu, Dekan FITK UIN Jakarta Dr. Sururin menilai perkuliahan ini sangat penting dalam mengingatkan para pendidik, terutama para mahasiswa FITK yang sebagian besar berkiprah dalam dunia pendidikan. “Acara ini sangat penting, semacam pencerahan, bagi kita civitas akademika dan calon pendidik, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan yang penuh rasa kasih, kasih sayang, yang akan menjadi jawaban atas berbagai kasus yang selama ini terjadi,” katanya.

Konsep pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keberagamaan seperti disampaikan cendekiawan seperti Yudi diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang perjumpaan sekaligus pemantik untuk terjadinya interaksi, pengikisan prasangka, melebarkan inklusivitas, dan penanaman-penanaman nilai-nilai luhur sesuai dengan cita-cita kebudayaan dalam membangun peradaban sekaligus menjawab tantangan yang kini dihadapi

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Modul Latihan Penulisan Artikel Ilmiah Kelas Menulis Tentang Moderasi Beragama di Media

    Inilah Modul Latihan Penulisan Artikel Ilmiah Kelas Menulis Tentang Moderasi Beragama di Media

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Topik: Gagasan Islam Moderat dalam Ruang Media untuk Konstruksi Sosial Moderasi Beragama di Indonesia Wahyudin Darmalaksana Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yudi_darma@uinsgd.ac.id Tahap 1 Permasalahan Utama, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Permasalahan utama penelitian ini adalah terdapat gagasan Islam moderat dalam ruang media untuk konstruksi sosial moderasi beragama di Indonesia. Sejalan […]

  • Mulai Besok! Jemaah Haji Bertahap Kembali ke Tanah Air

    Mulai Besok! Jemaah Haji Bertahap Kembali ke Tanah Air

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM– Setelah fase Armina berakhir, jemaah Gelombang 1 yang telah menyelesaikan rangkaian Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada hari ini mulai bersiap meninggalkan Tanah Suci untuk kembali ke Tanah Air. “Jadwal kepulangan jemaah Gelombang 1 akan dimulai pada 4 Juli 2023 besok. Mereka akan diterbangkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah,” terang […]

  • Seruling Kerinduan Ruhani

    Seruling Kerinduan Ruhani

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pada hamparan waktu yang berharga untuk pertemuan, seorang sufi Sang Guru Agung duduk di tepi sungai, memainkan seruling dengan hati yang teriris, suara merdu yang mengguncang jiwa. Ia dikelilingi oleh murid-murid yang dengan setia mendengarkan alunan seruling tersebut, sambil menanti waktu untuk meluapkan hasrat kepenasarannya.   Saat Sang Guru selesai meniup serulingnya, salah […]

  • Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Peringkat I Kinerja Publikasi Sinta

    Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Peringkat I Kinerja Publikasi Sinta

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-MALANG- Program Studi (prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang berhasil meraih peringkat pertama terkait kinerja publikasi untuk kategori strata satu bidang ilmu pemerintahan 2022. Hasil itu didapat berdasarkan pemeringkatan Science and Technology Index (Sinta) yang memberikan nilai tertinggi yakni Score Overall: 3.542 dan SINTA Score 3Yr: 2.441. Sinta merupakan laman atau portal ilmiah daring […]

  • Selamat! Menkes RI Tetapkan RSGM Unpad Jadi Rumah Sakit Pendidikan

    Selamat! Menkes RI Tetapkan RSGM Unpad Jadi Rumah Sakit Pendidikan

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk Fakultas Kedokteran Gigi Unpad oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Penetapan tersebut didasarkan atas Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/1419/2022 tentang Penetapan RSGM Unpad sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk Fakultas Kedokteran Gigi Unpad pada tanggal 12 September 2022. […]

  • Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Cirebon) Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu tujuan wisata sejarah dan religi yang ada di Kabupaten Cirebon. Hal ini karena Sunan Gunung Jati adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Cirebon. Sunan Gunung Jati juga sempat memimpin Kesultanan Cirebon usai diberikan takhta oleh Pangeran Cakrabuana dengan gelar Panetep Panatagama. Sunan […]

expand_less