Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM

Pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keragaman di kalangan anak-anak muda Indonesia harus terus digaungkan. Ini diperlukan agar masa depan Indonesia tetap diisi nalar sehat dengan penghargaan terhadap kemanusiaan.

Demikian disampaikan dua cendekiawan muda, Yudi Latif Ph.D dalam seminar bertajuk Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda. Seminar digelar di Gedung FITK UIN Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FITK UIN Jakarta. Acara yang didukung Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK RI, Pusat Kajian Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia, dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) ini dihadiri ratusan mahasiswa dan pendidik UIN Jakarta.

Dalam paparannya, Yudi menuturkan, pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan cognitive learning dimana kecerdasan dan keberhasilan belajar diukur berdasar indeks prestasi bersifat kognitif. Sementara berbagai situasi saat ini mengharuskan pendidikan berbasis nilai guna menumbuhkan nalar sehat dan penghargaan terhadap nilai nilai kemanusiaan.

“Pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan cognitive learning, padahal di tengah permasalahan hari ini, kita perlu membangun konsep pendidikan yang lebih dibutuhkan, yakni pendidikan berbasis nilai,” tandasnya.

Merujuk pada perkembangan terkini, sebutnya, Indonesia sedang dan terus menuju kepada kemajuan peradaban. Namun kemajuan ini berkembang bukan tanpa celah, karena Indonesia saat ini menghadapi persoalan sosial serius turunnya nilai-nilai kebudayaan seperti intoleransi, perundungan, dan kekerasan sosial.

Di titik ini, jelasnya, pendidikan yang berkebudayaan memainkan peran pentingnya, karena di sistem pendidikan ini pendidikan tidak hanya mementingkan nalar tapi juga nilai. “Pendidikan yang berkebudayaan tidak hanya menciptakan manusia yang bisa mengembangkan penalaran yang tinggi, melainkan juga menciptakan manusia yang mampu memandang dunia, nilai, dan keyakinan dengan lebih luas,” tambahnya.

Indonesia sendiri, sambungnya, memiliki posisi optimistis dalam membangun peradabannya. Selain karena letak geografisnya yang sangat strategis, Indonesia juga human capital luar biasa baik dari jumlah maupun kualitasnya.

Terkait itu, sambungnya, pendidikan menjadi instrumen paling efektif. “Pendidikan adalah never ending proses, suatu rekayasa sosial untuk menciptakan manusia yang beradab,” tandasnya.

Dengan pendidikan demikian, sambungnya, Indonesia di masa depan diharapkan diisi oleh generasi bangsa yang memegang nilai-nilai luhur, seperti keterikatan, keterhubungan, dan keberartian secara komunal.

Menegaskan kuliah umum yang disampaikan Yudi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia Dr. Sunaryo mengatakan publik Indonesia, terutama para pendidik, memiliki tanggung jawab dalam mencetak generasi bangsa yang berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia melihat, kuliah umum seperti ini diharapkan terus menggugah para pendidik untuk mengisi tanggung jawab demikian.

“Ini (kuliah umum) menjadi sangat penting, mengingat peran pendidikan khususnya calon pendidik itu sangat krusial, bagaimana bisa mengurangi  praktik-praktik yang tidak manusiawi, yaitu praktik kekerasan, perundungan, bullying, dan intoleransi.” Tambahnya.

Sementara itu, Dekan FITK UIN Jakarta Dr. Sururin menilai perkuliahan ini sangat penting dalam mengingatkan para pendidik, terutama para mahasiswa FITK yang sebagian besar berkiprah dalam dunia pendidikan. “Acara ini sangat penting, semacam pencerahan, bagi kita civitas akademika dan calon pendidik, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan yang penuh rasa kasih, kasih sayang, yang akan menjadi jawaban atas berbagai kasus yang selama ini terjadi,” katanya.

Konsep pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keberagamaan seperti disampaikan cendekiawan seperti Yudi diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang perjumpaan sekaligus pemantik untuk terjadinya interaksi, pengikisan prasangka, melebarkan inklusivitas, dan penanaman-penanaman nilai-nilai luhur sesuai dengan cita-cita kebudayaan dalam membangun peradaban sekaligus menjawab tantangan yang kini dihadapi

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tak perlu mendengarkan tips-tips kesehatan agar tak merasa haus dan lapar saat berpuasa, karena itu akan mengurangi makna dan kenikmatan berpuasa. Kenikmatan berpuasa itu justru ada pada rasa haus dan laparnya yang kita tahan, bukan pada badan yang selalu segar dan tenaga yang selalu fits. Kalau tak merasa haus dan lapar saat […]

  • Anggota DPR Rikwanto : Jangan Tunggu Kasus Viral, Polisi Harus Kerja Cepat!

    Anggota DPR Rikwanto : Jangan Tunggu Kasus Viral, Polisi Harus Kerja Cepat!

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, JAKARTA –Ramai di media sosial baru-baru ini, seorang karyawati sebuah toko roti mengalami penganiayaan oleh anak pemilik toko roti di Jakarta Timur. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI, korban berinisial DAD menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.   Mendengar penjelasan korban dan kelanjutan kasus yang dipaparkan oleh Kapolres Metro Jaktim […]

  • Top! 6 Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa Kuliah di Timur Tengah

    Top! 6 Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa Kuliah di Timur Tengah

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebanyak enam siswa berprestasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekanbaru berhasil meraih beasiswa kuliah di sejumlah universitas di Timur Tengah. Enam siswa MAN 1 Pekanbaru tersebut hari ini dilepas keberangkatannya oleh Kakanwil Kemenag Riau bersama keluarga besar MAN 1 Pekanbaru dan wali murid. Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda mengatakan enam orang alumni MAN […]

  • Digitalisasi Adminduk Bandung: Aman, Cepat, dan Praktis!

    Digitalisasi Adminduk Bandung: Aman, Cepat, dan Praktis!

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan. Hal itu disampaikan Plt Sekretaris Disdukcapil, Valentina Winarni Yuliastuti dan Analis Disdukcapil, Ratna Martina dalam siaran kolaborasi Radio Sonata dan PR FM, bertajuk “Digitalisasi Adminduk: Aman, Cepat, dan Praktis!”, Kamis, 7 Agustus 2025. Valentina menjelaskan, tentang berbagai […]

  • Latih Pegawai Budidaya Tanaman Hidroponik Cara Jitu Kemenag Penguatan Ekoteologi

    Latih Pegawai Budidaya Tanaman Hidroponik Cara Jitu Kemenag Penguatan Ekoteologi

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama memberikan pelatihan budidaya hidroponik kepada pegawainya. Pelatihan ini dikemas dalam webinar bertajuk “Implementasi Ekoteologi Melalui Budidaya Tanaman Hidroponik”.   Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin, mengatakan, webinar budidaya hidroponik digelar sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai ekoteologi dan pelestarian alam. Metode ini […]

  • Pentingnya Validasi Data, Kemenag Proses Pencairan BOS Pesantren Tahun 2022

    Pentingnya Validasi Data, Kemenag Proses Pencairan BOS Pesantren Tahun 2022

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kementerian Agama melakukan validasai data santri penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren tahun 2022 tahap II. Validasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan proses pencairan dan BOS Pesantren. Tahap I sudah dicairkan pada semester awal 2022. Pencairan tahap kedua diupayakan tidak lama setelah dimulainya tahun pelajaran baru bagi santri Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah […]

expand_less