Jumat, 3 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » Kejahatan Finansial Digital dan Urgensi Literasi Keuangan Syariah

Kejahatan Finansial Digital dan Urgensi Literasi Keuangan Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Literasi keuangan syariah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya berbagai modus kejahatan finansial.

Pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat, prinsip-prinsip ekonomi syariah, hingga kewaspadaan terhadap penipuan digital dinilai menjadi bekal utama dalam membangun kesadaran finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.

Hal ini menjadi fokus dalam Seminar BCAS Mengajar Universitas yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula FEBI, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Admiral Medicaputera Hermawan, Assistant Relationship Officer BCA Syariah Cabang Utama Dago Bandung, dengan materi bertajuk “Sosialisasi Literasi Keuangan BCA Syariah.”

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Akuntansi Syari’ah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, C.PS, C.MC, CTT, menjelaskan seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Tema yang diangkat sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 untuk menciptakan masyarakat yang cerdas finansial, terhindar dari berbagai modus kejahatan keuangan, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah yang bebas dari riba, gharar, dan maysir.

Pihak Prodi sangat mengapresiasi kepada BCA Syariah atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan literasi keuangan syariah tersebut.

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul hari ini dalam kegiatan Literasi Keuangan Syariah bersama BCA Syariah. Atas nama Prodi Akuntansi Syariah, saya mengucapkan terima kasih kepada BCA Syariah atas kolaborasi dan dukungannya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keuangan syariah yang adil, bebas riba, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Mahasiswa dapat memanfaatkan forum tersebut untuk belajar langsung dari praktisi perbankan syariah.

“Saya berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan forum ini untuk belajar langsung dari praktisi, menggali wawasan tentang produk, akad, dan peran bank syariah dalam ekonomi nasional. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal untuk berkontribusi di industri keuangan syariah ke depan,” tuturnya.

Dengan mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar memperoleh manfaat dan keberkahan dari ilmu yang disampaikan.“Selamat mengikuti kegiatan. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Admiral Medicaputera Hermawan menjelaskan bahwa kondisi keuangan seseorang pada dasarnya dapat dilihat dari tiga aspek utama, yakni jumlah pengeluaran per bulan, jumlah penghasilan per bulan, serta persentase tabungan dan kewajiban cicilan atau utang. Ketiga aspek tersebut menjadi indikator penting untuk mengetahui apakah kondisi keuangan seseorang berada pada kategori sehat, kurang sehat, atau tidak sehat.

Perencanaan keuangan perlu dilakukan secara bertahap dan disiplin. Langkah pertama dimulai dengan mengevaluasi kondisi keuangan saat ini dengan memperhatikan status pernikahan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kesehatan, dan faktor lainnya. Setelah itu, seseorang perlu menyusun tujuan keuangan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Tujuan keuangan harus disusun secara realistis sesuai kebutuhan dan kemampuan. Misalnya memiliki tabungan pendidikan, membeli rumah, mempersiapkan dana ibadah haji, hingga investasi masa depan,” jelasnya.

Admiral menjelaskan pentingnya memahami konsep 3K dalam pengelolaan keuangan, yakni keinginan, kebutuhan, dan kemampuan. Menurutnya, keinginan merupakan aspirasi yang tidak selalu harus dipenuhi, sedangkan kebutuhan menjadi prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kemampuan berkaitan dengan kapasitas finansial yang dimiliki seseorang.

Dalam sesi edukasi pengelolaan keuangan, dengan memperkenalkan konsep pengaturan uang dengan pola 50/30/20. Sebanyak 50 persen pemasukan digunakan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keinginan atau kebutuhan pendukung, dan 20 persen dialokasikan untuk tabungan atau investasi. “Mahasiswa diajak mulai melakukan pencatatan keuangan sederhana agar dapat memahami arus kas pemasukan dan pengeluaran secara lebih terukur,” paparnya.

Selain membahas perencanaan keuangan, Admiral turut mengingatkan mahasiswa agar waspada terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital yang marak terjadi di era teknologi saat ini. Beberapa modus yang dijelaskan di antaranya skimming, SIM swap, phishing, vishing, social engineering, hingga impersonation atau penyamaran identitas.

“Mahasiswa harus lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi dan tidak mudah memberikan informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal. Pastikan selalu menghubungi call center resmi lembaga keuangan apabila menemukan aktivitas mencurigakan,” tegasnya.

Mengingat pentingnya memahami peran lembaga regulator keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta melindungi nasabah perbankan.

Ketua HMJ Akuntansi Syari’ah, Ilham Abdullah, menjelaskan “Mudah-mudah dengan adanya seminar ini saya berharap mahasiswa semakin memiliki kesadaran dalam mengelola keuangan secara bijak, memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah, serta mampu menghadapi tantangan keuangan digital di masa depan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesantunan Bangsa Indonesia Lahir dari Tradisi Pesantren

    Kesantunan Bangsa Indonesia Lahir dari Tradisi Pesantren

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kesantunan dan keramahan bangsa Indonesia yang kerap dipuji oleh masyarakat dunia tidak muncul secara tiba-tiba. Nilai-nilai luhur tersebut lahir dari tradisi pesantren dan pendidikan karakter yang diwariskan para kiai serta lembaga keagamaan di Tanah Air.   Pernyataan itu Menag sampaikan saat memberikan amanat dalam Apel […]

  • Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum menawarkan pilihan kepada para Ilmuwan Adab agar lebih banyak mengkaji manuskrip yang merujuk pada tulisan tangan warisan leluhur. “Sudah banyak hasil penelitian yang besumber pada teks lisan dan teks printing. Kita pun harus melirik tulisan tangan […]

  • UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025). Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa […]

  • Saatnya Ngaluma di Ujungberung: Ngabuburit Penuh Makna Bersama Warga

    Saatnya Ngaluma di Ujungberung: Ngabuburit Penuh Makna Bersama Warga

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com –Suasana Ramadhan di Kecamatan Ujungberung semakin semarak dengan hadirnya kegiatan Ngaluma (Ngabuburit, Dahlia, dan Luma) yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ujungberung. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan inspiratif seperti podcast interaktif, tausiyah, dan pembagian takjil, yang bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat yang menunggu waktu berbuka puasa. Acara ngabuburit ini dibuka dengan […]

  • Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat

    Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan peran penting masjid dalam sejarah Islam. Menurutnya, masjid adalah fondasi peradaban. Ia menyebut ketika Nabi Muhammad SAW kali pertama hijrah ke Yatsrib (Madinah), justru mendirikan masjid sebagai bangunan pertama. “Dari masjid inilah pembinaan umat dilakukan secara menyeluruh, melahirkan Piagam Madinah yang menjadi dasar kehidupan masyarakat […]

  • 5 Tips Menembus Scopus

    5 Tips Menembus Scopus

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Baik bagi mahasiswa maupun dosen, bisa memublikasikan jurnal yang terindeks oleh Scopus merupakan sebuah prestasi tersendiri. Namun, untuk bisa membuat jurnal yang tembus Scopus bukan hal yang mudah. Ada banyak langkah termasuk revisi yang mungkin harus kamu lalui untuk membuat jurnal yang kamu tulis dimuat. Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali jurnal yang […]

expand_less