Ilmu, Adab, dan Arah
- account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar

GARUT kanal31.com — Pernah mendengar satu cerita tentang sebuah sekolah Islam yang membuatku diam sejenak… bukan karena kurikulumnya canggih, tapi karena sesuatu yang sering kita anggap “sepele”: adab kepada guru.
Katanya, di sekolah itu, sebelum belajar dimulai, siswa tidak langsung buka buku. Mereka berdiri, merapikan posisi duduk, lalu menundukkan kepala sejenak. Bukan ritual kosong—tapi cara sederhana untuk menghadirkan rasa hormat.
Guru masuk, dan suasana langsung berubah. Bukan karena takut… tapi karena ada kesadaran: “Ilmu yang akan kita terima hari ini, datang melalui perantara yang harus kita muliakan.”
Aku langsung bertanya dalam hati, di zaman sekarang, masihkah adab seperti itu kita jaga?
Karena jujur saja… di dunia pendidikan hari ini, kita sering sibuk mengejar nilai, ranking, prestasi, tapi lupa menanamkan satu hal yang justru jadi fondasi semuanya: cara bersikap kepada orang yang mengajarkan kita.
Dari cerita itu, aku menarik beberapa hal sederhana, tapi dalam maknanya:
✨ Adab kepada guru bukan soal formalitas, tapi sikap hati Bukan sekadar berdiri atau mencium tangan, tapi bagaimana kita mendengarkan tanpa meremehkan, menerima tanpa merasa paling benar.
✨ Tidak memotong pembicaraan Karena di situ ada latihan mengendalikan ego. Kadang bukan karena kita lebih tahu, tapi karena kita belum cukup sabar untuk memahami.
✨ Menjaga cara berbicara Nada, pilihan kata, bahkan ekspresi wajah— itu semua bagian dari adab. Bisa jadi ilmu tidak masuk, bukan karena sulit, tapi karena hati kita menutupnya.
✨ Menghargai usaha guru, sekecil apapun Mungkin tidak semua guru sempurna, tapi setiap dari mereka pernah memilih untuk tetap berdiri di depan kelas, meski lelah, meski tidak selalu dihargai.
✨ Tidak merendahkan atau membicarakan di belakang Karena saat kita merendahkan guru, sebenarnya kita sedang merendahkan pintu ilmu itu sendiri.
Dan yang paling menampar buatku adalah ini…
Adab itu tidak hanya diajarkan, tapi ditiru. Kalau di rumah, di lingkungan, atau bahkan di media sosial anak-anak terbiasa melihat guru diremehkan, lalu dari mana mereka belajar untuk menghormati?
Sebagai guru… aku jadi ikut bercermin. Sudahkah aku bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi sosok yang layak dihormati?
Dan sebagai orang dewasa… mungkin kita perlu kembali mengingat, bahwa sebelum menjadi pintar, kita perlu belajar menjadi santun.
Karena ilmu tanpa adab, bisa membuat seseorang terlihat tinggi… tapi kehilangan arah.
Kalau menurutmu, adab apa yang paling penting diajarkan ke siswa hari ini?
- Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Saat ini belum ada komentar