Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mengenal Afni Zulkifli, Bupati Siak, KDM Versi Perempuan

Mengenal Afni Zulkifli, Bupati Siak, KDM Versi Perempuan

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
  • comment 0 komentar

SIAK Kanal31.com

 

Videonya sering muncul di beranda. Sering sidak sana, sidak sini. Selalu di lapangan. Kok mirip KDM ya. Saya coba juluki beliau, KDM versi perempuan. Mari kita kenalan dengan beliau sambil seruput Koptagul, wak!

 

Negeri Siak itu seperti Istana Asserayah Hasyimiah, megah, anggun, berdiri tenang di tepi Sungai Siak yang alirannya kalem tapi dalam. Lalu datang seorang perempuan, lahir 28 Juni 1985 di Siak Sri Indrapura. Anak keluarga biasa, konon dari penjual lontong, tapi nyalinya? Itu bukan lagi segede gajah, itu sudah level kawanan gajah yang lagi demo di tengah kota.

 

Namanya Dr. Afni Zulkifli S AP M Si. Bupati Siak ke-5 sejak dilantik 4 Juni 2025. Perempuan pertama di Negeri Istana. Umur 40 tahun, tapi energinya macam arus Sungai Siak pas banjir kiriman, deras, tak kenal rem, dan kalau ikut arusnya, bisa sampai ke hilir tanpa sadar.

 

Afni ini bukan tipe pejabat duduk manis sambil senyum ke kamera. Dia itu KDM versi perempuan. Tapi, jangan salah. Ini bukan sekadar versi, ini edisi “turbo”. Blak-blakan, tanpa filter, ditambah sarkasme halus yang rasanya seperti sambal belacan, pedasnya pelan, tapi nendang sampai ubun-ubun.

 

Kariernya pun bukan jalur tol bebas hambatan. Dari jurnalis tajam, dosen Universitas Lancang Kuning, sampai tenaga ahli Menteri KLHK di usia 30-an. Saat orang lain sibuk cari parkiran hidup, dia sudah parkir di halaman kebijakan negara. Lalu pulang ke Siak, bukan untuk nostalgia, tapi untuk “bersih-bersih mesin” pemerintahan.

 

Hari kedua Lebaran 2026 jadi bukti. Orang lain masih sibuk rebahan sambil seruput sirup, Afni sudah blusukan. Bagi ketupat serundeng, cek pos pelayanan, masuk RSUD, lanjut napak tilas ke SDN 02 Kampung Dalam. Ini bukan kunjungan biasa. Ini seperti ratu turun dari singgasana, tapi langsung masuk dapur rakyat.

 

Warga langsung bengong, “Ini bupati apa CCTV berjalan?”

 

Lalu kita ingat momen legendarisnya saat di KLHK. Konflik manusia dan gajah liar. Dengan nada dingin tapi menghantam, dia bilang, “Bukan gajah yang masuk kebun bapak, tapi bapak yang masuk kebun gajah.” Itu bukan sekadar kalimat, itu tamparan ekologis pakai sarung tangan sutra.

 

Masuk bab yang bikin kepala pening tapi hati senang, mobil dinas. Tahun 2025, vendor datang nagih Rp4,8 miliar. Afni? Bukannya rapat diam-diam, malah bikin video sendiri. Ekspresi polos macam orang baru tahu harga emas naik. “Saya kira ini aset, rupanya sewa.” Dia tolak mobil baru Rp3 miliar, minta keringanan karena anggaran lagi seret. Transparansi level “buka kartu sampai ke joker”.

 

Belum habis, September 2025 dia geber RX King di drag bike. Gaspol. Siak yang biasanya tenang macam perpustakaan mendadak jadi sirkuit. Netizen teriak, “Ini bupati apa pembalap MotoGP nyasar?”

 

Masuk ke dapur rakyat, program MBG. Afni dukung, tapi tak mau jadi penonton. Dia tekan, dapur SPPG wajib pakai produk lokal. Perputaran uang bisa Rp1 miliar per dapur per bulan. Kalau uang itu keluar daerah? Sama saja Sungai Siak dialihkan ke negeri sebelah, keringlah ekonomi sendiri.

 

Saat Ramadan 2026 muncul keluhan makanan tak layak, bahkan busuk, Afni langsung gerak. Surati Badan Gizi Nasional. Di depan guru, dia bilang, “Kalau tak layak, tolak!” Ini bukan sekadar berani. Ini nekat dengan akal sehat. Kecamatan Pusako yang belum tersentuh pun dia sorot tanpa ampun.

 

Belum lagi urusan sampah. Oktober 2025 di Pasar Tuah Serumpun, Tualang, dia lihat sampah menggunung gara-gara BBM petugas seret. Langsung disemprot, “Rakyat bayar pajak, kok sampah dibiarkan?” Januari 2026 di Dayun, pasar liar KM 55, sampah berserakan, tak ada PAD. Afni ultimatum, benahi atau tutup. Ini bukan marah biasa, ini marah yang ada roadmap-nya.

 

Bahkan dia pernah pungut sampah sendiri di kawasan Istana. Tanpa sarung tangan. Itu momen yang bikin orang sadar, kadang perubahan bukan dimulai dari rapat, tapi dari tangan yang mau kotor.

 

Riwayatnya lengkap. SDN 002 Siak, MTs Darul Hikmah, SMAN 1 Siak, S1 Universitas Islam Malang, S2 Universitas Riau, doktor Universitas Pasundan 2020. Dari lontong ke doktor, dari pena ke palu kebijakan.

 

Afni itu seperti Sungai Siak saat pasang besar, tak bisa dihentikan, hanya bisa diikuti atau disiapkan perahu. Di tengah pejabat yang sibuk poles citra, dia malah poles realita.

 

Kalau ada yang bilang pemimpin ideal cuma ada di film, suruh datang ke Siak. Di Negeri Istana ini, ada satu perempuan yang bukan cuma duduk di singgasana, tapi berani turun, mengalir, bahkan melawan arus.

 

2029? Jangan kaget kalau dia naik panggung lebih tinggi. Karena gasnya sudah diinjak dalam-dalam. Lalu, Siak? Lagi menikmati sensasi dipimpin oleh badai yang tahu arah.

 

“Bang, jangan terlalu dipuji, sedang-sedang saja. Khawatir doa wakil terkabul.”

 

“Yang bagus tetap kita puji. Tapi, kalau sempat menyimpang, kita siak, eh salah, sikat juga, wak.” Ups

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Ramadan, Farhan Ajak Warga Perkuat Tabayun di Era Digital

    Safari Ramadan, Farhan Ajak Warga Perkuat Tabayun di Era Digital

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan pentingnya menjaga diri dari penyebaran hoaks di era digital. Ia mengungkapkan, algoritma media sosial kerap memperkuat informasi yang belum tentu benar sesuai kebiasaan pengguna. Hal itu ia ungkapkan saat Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Agung Bandung, Jalan Dalemkaum, Minggu, (1/3/2026). Menurutnya, Islam telah memberikan pedoman […]

  • Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa […]

  • FEBI Siapkan Generasi Cerdas untuk Indonesia Emas 2045

    FEBI Siapkan Generasi Cerdas untuk Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag kembali menegaskan komitmennya membangun kapasitas keilmuan di kalangan mahasiswa. Ini penting, agar kemampuan mereka terus meningkat, baik dari sisi ilmu pengetahuan, soft skill, atau hard skill. Dalam rangka menyiapkan generasi muda, yang nantinya menjadi tonggak […]

  • Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LOMBOK kanal31.com — Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal ini ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok. “Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open […]

  • 5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sel, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan di Indonesia bisa terbilang unik dari negara lain. Hal ini bisa dilihat dari adanya pondok pesantren (Ponpes) yang berisikan Pendidikan modern, umum dan agama Islam. Seiring berjalannya waktu, Pesantren menjadi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama. Pada masa itu, banyak pesantren modern yang menjelma menjadi lembaga pembelajaran ilmiah, seperti lembaga pendidikan umum. […]

  • UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

    UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun ini menerjunkan 6.674 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Mereka disebar ke wilayah Regional Jawa Barat, nasional, dan internasional. KKN memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat. KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi diri, mengasah […]

expand_less