Kamis, 2 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
  • comment 0 komentar

Ulama yang Diasingkan ke “Ujung Dunia”

KALBAR kanal31.com — Betapa bahayanya ulama ini di mata Belanda. Yang lain diasingkan paling seputaran nusantara. Ini diasingkan sampai ke ujung dunia, tepatnya di Afrika Selatan. Kebetulan hari Jumat, yok kita mengenang ulama asal Makassar ini sambil seruput Koptagul, wak!

 

Nama ulama itu adalah Syekh Yusuf Al-Makassari. Ia bukan hanya seorang ulama, bukan pula sekadar pejuang. Ia adalah peristiwa itu sendiri. Pertemuan antara ilmu, iman, dan keberanian yang membuat kekuatan kolonial sebesar VOC memilih langkah paling ekstrem, membuangnya sejauh mungkin dari pusat dunia yang mereka kuasai.

 

Lahir pada 3 Juli 1626 di Gowa, Syekh Yusuf tumbuh dalam lingkungan bangsawan sebagai keponakan Sultan Alauddin. Namun darah biru tidak membuatnya terlena. Ia memilih jalan panjang pencarian ilmu, menempuh perjalanan ke Mekkah, Yaman, hingga pusat-pusat keilmuan Islam lainnya. Di sana ia berguru kepada tokoh besar seperti Ahmad al-Qushashi dan Ibrahim al-Kurani. Ia tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga visi, kezaliman harus dilawan, dan iman harus berdiri tegak di tengah tekanan kekuasaan.

 

Sekitar tahun 1664, ketika kembali ke Nusantara, ia mendapati tanah kelahirannya telah berubah. Makassar tak lagi bebas. Ia kemudian berlabuh di Banten, di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. Di sana, ia dipercaya sebagai mufti, penasihat kerajaan, menjadi bagian keluarga istana. Namun Syekh Yusuf bukan tipe ulama yang puas dengan kehormatan istana. Ketika penjajahan semakin menekan, ia memilih jalan yang berat, turun langsung ke medan perlawanan.

 

Ia memimpin perjuangan bersenjata. Bergerilya di wilayah Jawa Barat. Lalu, mengobarkan semangat rakyat dengan kekuatan spiritual yang jarang dimiliki seorang panglima. Ia berhasil lolos dari penangkapan lebih dari sekali. Ini sebuah bukti, perlawanan bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kecerdikan dan keyakinan. Bagi VOC, Syekh Yusuf bukan sekadar musuh. Ia adalah simbol. Simbol, jika dibiarkan hidup, bisa menjadi api yang membakar seluruh bangunan kekuasaan.

 

Maka VOC mengambil langkah yang tidak biasa. Tahun 1684, Syekh Yusuf diasingkan ke Ceylon (Sri Langka). Harapannya sederhana, memutus pengaruhnya dari Nusantara. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Di tanah pengasingan, ia tetap menulis kitab-kitab tasawuf, yang kemudian dikirim kembali ke Nusantara melalui jaringan jamaah haji. Ide-idenya tetap mengalir, tanpa kehadiran fisiknya.

 

Merasa gagal, VOC mengambil keputusan yang lebih drastis, langkah yang jika dilihat hari ini terasa hampir tidak masuk akal. Pada tahun 1694, Syekh Yusuf bersama 49 orang, termasuk dua istri, dua selir, dua belas anak, dua belas imam, serta para pengikutnya, diangkut menggunakan kapal De Voetboog menuju Cape of Good Hope. Mereka ditempatkan di Zandvliet, lokasi terpencil yang diharapkan menjadi titik akhir dari segala pengaruhnya.

 

Namun sejarah kembali menunjukkan keindahan ironi. Di tempat yang dirancang sebagai pengasingan total, Syekh Yusuf justru membangun pusat dakwah baru. Ia mengajarkan Islam kepada budak-budak dari Nusantara, masyarakat lokal, dan siapa saja yang mencari makna hidup. Sedikit demi sedikit, komunitas Muslim tumbuh. Zandvliet berubah dari tempat sunyi menjadi ruang peradaban.

 

Ia wafat pada 23 Mei 1699 dalam usia sekitar 72–73 tahun. Pada tahun 1705, jenazahnya dipulangkan ke Gowa dan dimakamkan di tanah kelahirannya. Namun jejaknya di Afrika Selatan tidak pernah hilang. Wilayah Macassar menjadi saksi sejarah, namanya diabadikan sebagai penghormatan. Komunitas Cape Malay pun tumbuh sebagai warisan hidup, dengan budaya, bahasa, dan tradisi yang menjadi jembatan antara Nusantara dan Afrika.

 

Dari kisah ini, kita belajar sesuatu yang sering dilupakan zaman, kekuasaan bisa menguasai ruang, tetapi tidak selalu mampu menguasai makna. VOC memiliki kapal, senjata, dan peta dunia. Namun mereka tidak mampu membendung gagasan seorang ulama yang berjalan dengan keyakinan.

 

Jika kita melihat ke masa kini, sindiran sejarah itu terasa semakin relevan. Dulu, penjajah begitu takut pada satu orang berilmu hingga harus membuangnya ke ujung bumi. Hari ini, kadang kekuasaan justru sibuk membungkam suara kritis dengan cara yang lebih halus, melalui narasi, framing, atau sekadar membuat publik lupa. Metodenya berubah, tapi ketakutannya tetap sama. Takut pada kesadaran yang tidak bisa dikendalikan.

 

Syekh Yusuf Al-Makassari membuktikan satu hal yang abadi, jarak tidak mampu mengalahkan ide, pengasingan bukan akhir dari perjuangan, dan manusia yang berpegang pada nilai akan selalu menemukan jalannya untuk memberi makna pada dunia.

 

Ia dibuang ke ujung dunia. Tapi dari sanalah, ia justru menyalakan cahaya yang menerangi dua benua, dan membuat sejarah, sekali lagi, tersenyum kagum.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM- Di akhir tahun 2024, Bupati Bandung Dadang Supriatna mampu menurunkan angka pengangguran hingga 6,36 persen, yang semula 8,58 persen (2020). Bupati yang akrab disapa Kang DS ini mampu melakukan adaptasi, evaluasi, dan menggali berbagai problematika terkait dengan banyaknya pengangguran ini. Dengan langkah pasti, melalui kebijakannya sedikit demi sedikit problem pengangguran bisa teratasi. […]

  • Prodi/Fak. Psikologi UIN Bandung Kedua Terbaik di Indonesia 2025

    Prodi/Fak. Psikologi UIN Bandung Kedua Terbaik di Indonesia 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Program Studi (Prodi) S1 Psikologi menjadi salah satu jurusan yang paling diminati di Indonesia. Penilaian terhadap kualitas prodi ini dapat dilihat dari hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).  Dan, akreditasi merupakan sistem jaminan mutu yang memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi atau program studi telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. […]

  • Menuju Kampus Berintegritas, FST UIN Bandung Perkuat Komitmen

    Menuju Kampus Berintegritas, FST UIN Bandung Perkuat Komitmen

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda Penilaian Lapangan Pembangunan Piloting Project Satuan Kerja WBK oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal […]

  • Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan sejak dibuka tahun 2020, Kelas Menulis disiapkan untuk generasi milenial. Yaitu, komunitas mahasiswa jenjang sarjana. Yudi sapaan akrabnya menuturkan Kelas Menulis bergerak dalam pelatihan menulis artikel untuk mahasiswa. Juga bergerak dalam mengelola jurnal ilmiah. “Saat ini, Kelas Menulis punya 4 jurnal […]

  • Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Berbicara kuliner di Kota Bandung tentu tidak akan pernah ada habisnya. Banyak sekali jajanan kuliner kaki lima yang bisa disantap untuk menu makan siang atau malam, nanti. Nah, jika sedang berada di Kota Bandung, kalian wajib mencoba hidangan khas para pecinta sate, yaitu Sate Jando. Hidangan ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya […]

  • Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong agar kawasan Teras Cihampelas semakin menggeliat. Pemkot Bandung berharap, kawasan Teras Cihampelas dapat menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebelumnya Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, Teras Cihampelas merupakan ikon Kota Bandung yang luar biasa. “Kita ingin bangga sama Cihampelas. Kita sedang mengidentifikasi, di […]

expand_less