UAS Kreatif, Mahasiswa AFI, S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung Gelar Seminar dan Pentas Seni Moderasi Beragama
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com – Program Studi Magister Studi Agama-Agama (S2 SAA) bersama Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (S1 AFI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar dan Pentas Seni Moderasi Beragama bertajuk “Merawat Peradaban Cinta” di Gedung Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademik sekaligus implementasi pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi kegiatan.
Berbeda dengan model ujian konvensional yang berorientasi pada penguasaan materi melalui tes tertulis, kegiatan ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Filsafat Sosial Politik yang dirancang menggunakan pendekatan Project Based Learning. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori-teori filsafat sosial-politik, tetapi mengimplementasikannya dalam bentuk kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan kebangsaan.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Studi Agama-Agama, Prof. Dr. Taufiq Rahman, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu kebutuhan mendasar bangsa Indonesia yang hidup dalam realitas kemajemukan agama, budaya, etnis, bahasa, dan tradisi.
Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak cukup dilakukan melalui pendekatan normatif semata, tetapi harus didukung oleh pemahaman yang mendalam terhadap sejarah, pemikiran keagamaan, konteks sosial, dan dinamika kebangsaan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Karena itu, kemampuan memahami perbedaan dan mengelolanya secara konstruktif menjadi bagian penting dari upaya menjaga persatuan bangsa. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu hidup berdampingan secara damai di tengah kemajemukan tersebut,” ujarnya.
Seminar menghadirkan Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A., Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Moderasi Beragama Berbasis Cinta dalam Membangun Masyarakat Rahmatan lil ‘Alamin”, Prof. Usep menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar sikap toleran, tetapi merupakan cara pandang yang menempatkan keadilan, keseimbangan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta komitmen kebangsaan sebagai prinsip utama dalam kehidupan beragama.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini menegaskan bahwa seluruh agama pada dasarnya mengandung nilai-nilai cinta yang mendorong manusia untuk membangun hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, lingkungan hidup, dan bangsa. Oleh karena itu, moderasi beragama perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, narasumber kedua, Nyimas An An Aminah, M.Pd., mengangkat tema “Merawat Peradaban Cinta melalui Dakwah, Media Sosial, dan Aksi Kemanusiaan.” Dalam pemaparannya, menyoroti pentingnya transformasi pengetahuan keagamaan menjadi gerakan sosial yang responsif terhadap berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun narasi damai di ruang digital serta memperkuat budaya dialog dan kepedulian sosial di tengah meningkatnya polarisasi masyarakat.
Diskusi yang dipandu oleh Dr. Neng Hannah, M.Ag. tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Para peserta diajak merefleksikan keterkaitan antara teori-teori filsafat sosial-politik yang dipelajari selama satu semester dengan isu-isu aktual seperti toleransi, keadilan sosial, hak asasi manusia, solidaritas sosial, dan kehidupan demokratis di Indonesia.
Tidak hanya menghadirkan forum akademik, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni yang dibawakan mahasiswa, antara lain Tari Saman, pembacaan puisi, storytelling, dan pertunjukan musik bertema perdamaian. Melalui seni, mahasiswa menyampaikan pesan bahwa keberagaman dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun persaudaraan dan harmoni sosial.
Kegiatan yang didukung oleh media partner Cahaya Hati Picture, Moeslimah Produktif, dan Simpul Ulama Perempuan Rahima Jawa Barat ini menunjukkan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi pada pembentukan karakter, kepemimpinan sosial, dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa filsafat sosial-politik bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kelas, melainkan landasan berpikir untuk memahami realitas sosial sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam membangun masyarakat yang damai, adil, inklusif, dan berkeadaban.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung

Saat ini belum ada komentar