Kamis, 4 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Dari tadi malam timeline bergemuruh. Media sosial riuh rendah seperti warga baru saja mendengar kabar Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia, mengalahkan Brasil 9-0 di final, lalu pulangnya dibagi sembako gratis. Semua bersorak. Semua bertepuk tangan. Semua seperti menemukan kembali semangat hidup yang sempat hilang ditelan harga kebutuhan pokok. Aneh, bukan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Apa sih yang membuat netizen senang bangat? Penyebabnya bukan kemenangan Timnas. Bukan juga karena diskon e-commerce tanggal kembar.

Penyebabnya cuma satu, Dadan Hindayana dicopot Prabowo dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Aneh memang. Biasanya kalau pejabat tinggi dicopot, rakyat mendadak jadi penyair. Timeline penuh ucapan terima kasih, doa keselamatan, dan kalimat sakral, “Semoga sukses di tempat pengabdian berikutnya.” Bahkan yang selama ini mengkritik pun mendadak berubah jadi paduan suara penuh haru.

Tapi kali ini berbeda.

Netizen malah seperti fans PSG yang baru melihat tim kesayangannya juara UCL usai kalahkan Arsenal. Ada yang teriak “Finally, dibuang!” Ada yang bersyukur. Ada yang tertawa. Ada yang mungkin sampai traktir teman sekantor es teh jumbo.

Saya sampai bingung. Ini pejabat dicopot atau Indonesia baru menemukan cadangan minyak satu triliun barel?

Padahal mestinya sedih, dong.

Kan tidak setiap hari ada pejabat yang mampu melahirkan pernyataan-pernyataan legendaris yang membuat rakyat berhenti makan, lalu berpikir keras selama tiga hari tiga malam.

Mulai dari teori kebutuhan MBG yang membuat sapi-sapi Nusantara mendadak waswas karena harus memotong sekitar 19 ribu ekor sapi per hari.

Lalu teori, protein belalang lebih tinggi dari sapi, yang membuat belalang mendadak naik kasta dari hama menjadi calon pahlawan nasional.

Kemudian muncul episode lele yang membuat ikan berkumis itu ikut terseret ke panggung politik nasional.

Jujur saja, tanpa Dadan, dunia per-gizian Indonesia mungkin akan terasa lebih sepi.

Namun rakyat rupanya punya pendapat lain. Mereka merasa cukup kenyang oleh rentetan kontroversi, blunder, dan pernyataan-pernyataan yang kadang lebih mengejutkan dari belum ditangkapnya Silpester.

Maka ketika kabar pencopotan itu datang, suasana media sosial berubah menjadi pesta pora digital.

Di tengah gemuruh itulah, saya menyadari satu hal. Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah republik, seekor sapi, sekumpulan belalang, dan beberapa ekor lele memiliki hubungan emosional yang begitu kuat dengan nasib seorang pejabat negara.

“Bang, kalau Om Dadan itu masuk partai, pasti aman.”

“Jangan senang dulu, wak. Biasanya, setelah dicopot akan dapat jabatan lebih tinggi lagi.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemantiknya, Al-Ihsaan Jadi Welas Asih

    Pemantiknya, Al-Ihsaan Jadi Welas Asih

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      Alloohumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa muhammad. Aamiin. Yth. Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam rohmat Alloh Jalla wa ‘Alaa di mana pun berada SUKABUMI kanal31.com — Sampai saat ini, nama dan kinerja Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat secara khusus melalui aksi acak Bapak dalam mengomunikasikan data dan fakta serta menyelesaikan multi masalah, “sangat […]

  • Perempuan, UMKM dan QRIS: From Microcredit to Microfinance

    Perempuan, UMKM dan QRIS: From Microcredit to Microfinance

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Pagi ini saya kayuh sepeda ke kawasan Batununggal, sekadar olahraga kecil. Di mulut jalan tampak berjejer kios-kios makanan sarapan. Ada nasi uduk, bubur, kupat Singaparna dan lain-lain. Saya berhenti di gerobak bu Wilda. Perempuan jelang 40 tahun ini jual serabi, gorengan, dan kopi panas sachetan. Lima serabi dan lima gorengan total Rp 18.000 […]

  • Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan. Peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga merenungi arah masa depan bangsa. Tahun 2030 sering disebut sebagai window of opportunity, terutama karena bonus demografi, perkembangan teknologi, dan dinamika global. Analisis ini mengulas arah kehidupan Indonesia menuju 2030 dalam […]

  • Prof Dadang Kahmad: Bangsa Indonesia Saat Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja

    Prof Dadang Kahmad: Bangsa Indonesia Saat Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Dadang Kahmad MSi mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebagai negara demokrasi, tutur Prof Dadang Kahmad, bangsa Indonesia sejatinya harus bisa menata semua aspek regulasi dan hal yang terkait lainnya. Hal tersebut Prof Dadang Kahmad sampaikan saat memberikan pengantar pada program “Dialektika TvMu” […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

  • UIN Bandung Ultimatum BJBS, Beri Tenggat hingga 10 Juni

    UIN Bandung Ultimatum BJBS, Beri Tenggat hingga 10 Juni

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memberi Ultimatum pihak Bank Jabar Syariah (BJBS) untuk menyelesaikan gangguan layanan aplikasi online yang telah berlangsung hampir tiga pekan. Akibat gangguan tersebut, Dosen, Karyawan, dan sejumlah Mahasiswa peraiha beasiswa mengalami kesulitan mengambil gaji dan terpaksa harus mengambil secara manual. Wakil Rektor II UIN […]

expand_less