Breaking News:
Beranda » BEWARA » Ayo Kenali Magot, Solusi Pengurai Sampah Ala UAD

Ayo Kenali Magot, Solusi Pengurai Sampah Ala UAD

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-YOGYAKARTA

Rudi, salah satu warga Dusun Sanggrahan yang juga mantan mahasiswa jurusan Peternakan, mengungkap pembudidayaan magot bermula dari adanya prakarsa dirinya dan warga sekitar yang jengah dengan masalah sampah yang tak kunjung usai. Magot sebagai salah satu ekosistem pengurai sampah tercepat, menjadi solusi yang masyarakat Sanggrahan gunakan sebagai alat untuk mengatasi timbunan sampah rumah tangga yang tak ada habisnya itu. Pembudidayaan magot ini juga mendapat dukungan serta dampingan dari salah satu dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aditya Rechandy Christian, S.M., M.M.

Staf Lurah Dusun Sanggrahan, Terina, mengungkapkan budi daya magot sebelumnya sudah terlaksana di desanya, tetapi masih dalam skala kecil. Pembudidayaan ini baru berjalan kurang lebih satu tahun.

“Pembudidayaan magot memang menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dicanangkan oleh Dusun Sanggrahan, Kelurahan Murtigading, dengan UAD dalam pengembangan sarana Laboratorium Sampah Terpadu. UAD sebagai model kolaborasi sejauh ini sudah melaksanakan perannya, misalnya menyelenggarakan berbagai pelatihan,” tambah Terina.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan tentang jenis-jenis sampah. “Sampah rumah tangga terdapat dua macam, organik dan anorganik. Sampah organik berupa dedaunan yang sangat mudah terurai, sedangkan anorganik menjadi salah satu sampah yang sulit hancur.”

Sampah organik dapat diolah dengan komposter, dan sisa sayuran seperti bunga kol (bonggolnya) yang dicacah halus untuk menjadi kompos atau pupuk tanaman. Sisa dapur ini biasa diolah dengan alat berupa losida (lodong sisa dapur) yang berupa paralon untuk mengurai sisa-sisa sampah atau limbah dapur.

Berkenaan dengan magot, Rudi mengatakan, “Agar bisa mengundang lalat BSF, dapat dipancing dengan buah-buahan yang diletakkan di atas ember tumpuk, kemudian lalatnya bertelur, dan diberikan makanan untuk magot sesuai takarannya.”

Satu kilogram sampah dapat cepat diurai dengan 3 kilogram magot berdurasi 30 menit dengan perbandingan 3 bulan jika menggunakan komposter. Hasil penguraian sampah ini menghasilkan lendi (sisa-sisa cairan yang dikeluarkan oleh magot) yang dapat digunakan untuk pupuk cair. Kemudian, sisa-sisa magot tersebut diolah menjadi media tanam dan magotnya difungsikan sebagai makanan lele dan ayam yang dipanen dalam 15–20 hari. Hasil panen magot memiliki kandungan protein tinggi, yang sangat dibutuhkan untuk hewan-hewan ternak.

“Sejauh ini, pembudidayaan magot mendatangkan keuntungan untuk warga sekitar dan sudah ada kerja sama dengan Guwo Sari Training Center (GSTC) dalam usaha memasarkan produk dari olahan magot,” ungkap Terina.

“Tak hanya berfokus pada pembudidayaan magotnya saja, ada pula eco enzyme yang diolah dari sisa-sisa sampah dapur dengan perbandingan 7:3:1 (air, sisa dapur, dan tetes tebu atau gula aren). Model ini disebut dengan fermentasi yang dilakukan selama tiga bulan, yang dapat menghasilkan produk berupa sabun, hand sanitizer, dan desinfektan,” sambung Rudi.

Pengembangan Laboratorium Sampah Terpadu UAD dengan Dusun Sanggrahan dalam pembudidayaan magot tersebut, akhirnya tak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga dapat mengurangi volume sampah yang dihasilkan oleh warga masyarakat di sana.

Dengan adanya magot ini, ke depannya diharapkan dapat menjadi usaha komersial, integrasi lahan baru, dan fokus pada makanan unggas dan ternak. Meski untuk saat ini, pembudidayaan magot masih berfokus untuk perikanan, makanan ternak, serta unggas. Sebab, seperti tujuan awal diadakannya program ini, yaitu untuk pengurangan volume sampah pada tingkat pedukuhan.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DKM Al-Jabbar Isi Kuliah Maghrib Khas Malaysia, Ajak Jemaah Perkuat Ma’rifatullah

    Ketua DKM Al-Jabbar Isi Kuliah Maghrib Khas Malaysia, Ajak Jemaah Perkuat Ma’rifatullah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MALAYSIA, kanal31.com — Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Jabbar Provinsi Jawa Barat, Dr. K.H. Tata Sukayat, mengisi Kuliah Maghrib Khas di Masjid Al-Ghazali, Jalan Depo, Petra Jaya, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada Ahad, 19 Juli 2026.   Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Safari Dakwah Malaysia, sekaligus kelanjutan Muktamar tentang Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak […]

  • Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru disana, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi. Lalu, muncullah ide kegiatan Citayam Fashion Week yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, […]

  • Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Karya ilmiah tidak boleh ada typo atau kesalahan teknis penulisan. Di dalam penulisan skripsi atau tugas akhir, kesalahan teknis penulisan bukan bagian dosen pembimbing, melainkan tugas penulis untuk menghindari, mencermati, dan memperbaikinya. Saat ini, era konten sehingga dosen pembimbing lebih fokus melihat konten meliputi kedalaman isi. Apabila naskah karya ilmiah ditemukan banyak kesalahan teknis dalam […]

  • Selamat! 53 Peserta Masuk Tahap Verifikasi Faktual Kepustakaan Islam Award

    Selamat! 53 Peserta Masuk Tahap Verifikasi Faktual Kepustakaan Islam Award

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan seleksi tahap kedua berupa verifikasi faktual dan wawancara bagi 53 peserta Kepustakaan Islam Award 2024 yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi tahap pertama. Seleksi ini berlangsung sejak 20 Oktober hingga 11 November 2024. “Verifikasi faktual dilakukan untuk kategori Perpustakaan Masjid dan Pegiat Literasi. Sementara itu, kategori Penulis Buku […]

  • Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Gerakan Pemberantasan Mafia Tanah oleh Kementerian ATR/BPN bekerjasama dengan penegak hukum ternyata masih belum memberikan perlindungan optimal terhadap tanah-tanah masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung. Hal ini terbukti dengan adanya penerbitan sertipikat di atas lahan yang telah digarap, dimiliki dan dikuasai oleh pemilik lahan di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, yang kasusnya saat […]

  • Aktivis, Turunkan Presiden! 

    Aktivis, Turunkan Presiden! 

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    “Tenang Pak Prabowo, Ada Saya Disini!” BANDUNG kanal31.com — Ada satu garis tipis yang sering luput dibaca: antara kritik yang sehat dan kritik yang tanpa sadar sedang “ditunggangi”. Di situ medan bermainnya bukan lagi idealisme, tapi kepentingan.   Kekuasaan memang wajib dikontrol. Itu bukan debat—itu fondasi demokrasi. Kritik pada pemerintah, termasuk pada Prabowo Subianto, adalah […]

expand_less