Minggu, 19 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui kegiatan Pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat Kasus: Satgas sebagai First Responder—Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat yang berlangsung di Aula Lecture Hall, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem respons cepat terhadap berbagai kasus di lingkungan kampus, dan menegaskan peran Satuan Tugas (Satgas) sebagai first responder yang mengedepankan empati dan ketepatan respons.

Dengan mengusung tema “Satgas sebagai First Responder: Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat”, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama psikolog klinis Taty P. Suandi, S.Psi., Psikolog., CGA, yang didampingi oleh Ketua dan Koordinator Divisi Pencegahan Satgas P2KS UIN Bandung, Dr. Neng Hannah, M.Ag., Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag.

Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (P2KS) UIN Bandung sendiri dibentuk secara resmi melalui Surat Keputusan Rektor Nomor: B-2017/Un.05/V.2/HK.00.5/09/2024. Kehadiran Satgas ini menjadi langkah strategis institusi dalam memastikan adanya sistem yang terstruktur, responsif, dan berpihak pada korban dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan kampus.

Pada tahun pertama, Satgas P2KS tidak hanya berfokus pada penanganan kasus kekerasan seksual, tetapi juga menempatkan upaya pencegahan sebagai prioritas utama. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, di antaranya audiensi dengan pimpinan di 10 fakultas yang ada di UIN Bandung untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan ruang aman di tingkat fakultas.

Tindak lanjut dari audiensi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang menyasar seluruh lapisan civitas akademika. Sosialisasi dilakukan secara masif dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi.

Edukasi diberikan kepada tenaga kependidikan (tendik) dan dosen sebagai bagian dari penguatan perspektif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Tidak berhenti di situ, Satgas P2KS aktif memanfaatkan media digital melalui podcast, produksi konten edukatif, serta integrasi isu pencegahan dan penanganan kekerasan seksual ke dalam proses pembelajaran di kelas. Kampanye kesadaran juga dilakukan dalam berbagai kegiatan kampus sebagai upaya membangun budaya yang lebih sensitif terhadap isu kekerasan.

Salah satu inovasi penting adalah pembentukan relawan mahasiswa yang dikenal dengan Sahabat Setara. Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kekerasan seksual di lingkungan mahasiswa. Kehadiran mereka terbukti sangat membantu Satgas dalam memperluas jangkauan pencegahan serta menciptakan ruang aman yang lebih dekat dengan mahasiswa.

Memasuki tahun kedua, Satgas P2KS UIN Bandung berfokus pada penguatan kapasitas internal. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan menghadirkan Taty P. Suandi, psikolog klinis dari Praxis in Community dan praktisi di Women Crisis Center (WCC) Pasundan Durbang, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Irma Riyani, Ph.D., menjelaskan pembentukan tim khusus sebagai bagian dari upaya institusional dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, responsif, dan berkeadilan.

“Keberadaan tim tanggap cepat tidak hanya berfungsi sebagai penangan awal, tetapi sebagai garda depan dalam memastikan setiap kasus ditangani secara profesional. Semuanya dilakukan untuk zero toleran terhadap segala macam bentuk kekerasan di kampus,” tegasnya.

Taty P. Suandi menguraikan aspek psikologis dalam penanganan kasus. Menurutnya, Satgas perlu memiliki kepekaan emosional dan kemampuan komunikasi yang baik agar dapat memberikan respons yang tepat tanpa memperburuk kondisi korban. “Empati menjadi kunci utama, namun tetap harus dibarengi dengan pemahaman batas peran agar penanganan berjalan efektif,” ujarnya.

Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mulai dari manajemen dan strategi pendampingan berbasis landasan hukum seperti UU TPKS dan Permendikbudristek Nomor 55, hingga pemahaman jenis-jenis kekerasan dan mekanisme pelaporan yang aman.

Peserta dibekali peran sebagai first responder dengan penekanan pada asas pendampingan, kode etik yang menjamin kenyamanan dan kerahasiaan korban, serta keterampilan Psychological First Aid yang objektif, empatik, dan komunikatif.

Dengan pelatihan ini memperkuat kecerdasan komunikasi pendamping, termasuk penggunaan vokal, gestur, teknik storytelling, serta kemampuan adaptasi dalam berbagai situasi. Keterampilan ini dilengkapi dengan review dan feedback untuk memastikan kualitas pendampingan terus meningkat.

Yang tak kalah penting, peserta mendapatkan pelatihan Emotional Release Technique seperti yoga asanas, latihan stabilisasi dan sinkronisasi, serta posture stabilizing exercise untuk mendukung kesehatan mental korban maupun pendamping.

Ke depan, Satgas P2KS akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga layanan konseling di tiap fakultas, gender focal point, serta mitra eksternal dalam penanganan kasus. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kasus ditangani secara komprehensif dan profesional.

Melalui pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat ini, UIN Bandung menegaskan bahwa penanganan kasus tidak boleh dibiarkan bergulir liar tanpa arah. Respons yang lambat dan tidak terkoordinasi hanya akan memperparah dampak bagi korban serta merugikan institusi. Oleh karena itu, kehadiran tim yang terlatih, empatik, dan memiliki batas peran yang jelas menjadi kebutuhan mendesak.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung percaya bahwa kampus yang aman adalah fondasi utama bagi lahirnya generasi unggul. Dengan sistem yang kuat dan komitmen bersama, setiap warga kampus berhak merasa aman, didengar, dan dilindungi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiknya Sensasi Makan Besar Bersama Keluarga di Kurnia Seafood Bandung

    Asyiknya Sensasi Makan Besar Bersama Keluarga di Kurnia Seafood Bandung

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Kota Bandung dikenal sebagai surganya kuliner, tak heran jika banyak beragam kuliner yang bisa dijumpai di setiap sudut kota. Mulai dari jajanan tradisional, cake and bakery, western, atau bahkan olahan seafood. Jika anda sedang berkunjung ke Kota Bandung, ada rekomendasi kuliner Bandung yang wajib dicoba ketika berlibur bersama keluarga. Kurnia Seafood menjadi […]

  • Masjid Baitul Huda: Makan, Pangkas Rambut Gratis Hingga Kajian

    Masjid Baitul Huda: Makan, Pangkas Rambut Gratis Hingga Kajian

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    NUBANDUNG.ID — Masjid Baitul Huda di Jalan Terusan Jakarta No. 138, Antapani Tengah, Kota Bandung sukses memakmurkan masjid dengan menarik banyak jemaah melalui berbagai program unggulannya. Program paling populer yang membuat jemaah sering berdatangan adalah makan siang gratisnya. Program ini adalah program utama untuk menggaet jemaah agar istiqomah datang ke Masjid Baitul Huda. “Program makan-makan […]

  • Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA UIN Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr H.C.) bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama kepada Menteri Agama RI 2009-2014, KH Lukman Hakim Saifuddin (LHS). Gelar ini diberikan atas dedikasi keilmuan dan kontribusi Lukman yang dilakukan secara konsisten hingga kini. Penganugerahan Doktor Kehormatan sendiri dilakukan dalam sidang senat terbuka di Gedung […]

  • Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM – Polsek Pemeungpeuk Polresta Bandung Polda Jabar bersama Koramil 2405 Arjasari dalam patroli KRYD berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) yang rencananya akan dipakai ajang pesta di malam pergantian tahun. Polisi mengamankan miras tersebut saat dilaksanakan operasi KRYD yang berfokus pada penyakit masyarakat seperti pesta miras. Dalam giat Ops KRYD tersebut anggota […]

  • Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan Kick Off program Majelis Masyayikh “Siap Melayani” di Jakarta. Menag mendukung upaya Majelis Masyayikh untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan pesantren. Sebagai orang yang besar di pesantren, Menag melihat sesuatu yang perlu diperkuat adalah sistem pendidikan yang berbasis pada ilmu ketuhanan. Ia mengingatkan Majelis Masyayikh, dalam melakukan […]

  • Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertajuk “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, […]

expand_less