Jumat, 3 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Halal Bihalal, Pemaknaan Kontekstual 

Halal Bihalal, Pemaknaan Kontekstual 

  • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
  • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com

Coba urang kiceupkeun sakedap panon urang, teuleumkeun rasa kana jero dada.

Setelah sebulan penuh kita ditempa dalam kawah candradimuka puasa, menahan lapar dan dahaga sekaligus menjinakkan nafsu yang liar, kini kita tiba di hari yang fitri. Di tanah Pasundan ini, kita punya tradisi yang begitu indah bernama Halal Bi Halal. Tapi, jangan sampai kita terjebak pada bungkusnya saja. Halal Bi Halal jangan hanya dianggap ritual formalitas, jabat tangan tanpa makna, lalu mulut sibuk mengunyah kue nastar semata. Itu mah baru kulitnya, Lur. Isinya yang harus kita gali lebih dalam.

Dalam konteks kita sebagai insan akademis dan pelayan publik, Halal Bi Halal sesungguhnya adalah momentum reresik manah atau pembersihan hati secara total. Bayangkan, selama setahun kita bekerja, pasti ada ganjalan yang mengendap. Mungkin ada dosen yang hatinya sedang “pait” pada mahasiswa, ada mahasiswa yang terlalu bedang, atau ada petugas layanan yang wajahnya haseum huntu saat menghadapi masyarakat. Semua itu adalah residu, kotoran batin yang memberatkan langkah. Jika hati sudah penuh dengan kekesalan dan dendam yang tak tuntas, mustahil kinerja akademik kita bisa moncorong. Otak tidak akan bisa diajak berpikir jernih dan tinggi jika jiwanya masih terbelenggu rasa dengki.

Di sini pulalah ajaran adiluhung Sunda tentang “Silih Asah”, “Silih Asih,” dan “Silih Asuh” menemukan panggung utamanya. Melalui Halal Bi Halal, kinerja akademik tidak lagi hanya soal angka-angka dingin dalam jurnal atau indeks prestasi, melainkan soal bagaimana kita saling mempertajam ilmu tanpa harus merasa paling pintar. Kita membangun ekosistem penelitian dan belajar yang humanis, di mana yang senior menuntun yang junior, dan yang ahli membagikan cahayanya tanpa merasa redup. Jika hati sudah “halal” satu sama lain, maka menulis riset atau mengajar di kelas pun akan terasa seperti ibadah yang ringan, bukan beban yang menghimpit pundak.

Begitu pun dalam urusan layanan publik. Hakikat Halal Bi Halal adalah mengembalikan marwah “Soméah-Daréhdéh” yang menjadi jati diri urang Sunda. Layanan publik yang unggul itu bukan sekadar sistem digital yang canggih atau aplikasi yang berderet, melainkan pancaran rasa yang sampai ke masyarakat. Ketika kita sudah saling memaafkan secara batin, maka saat ada warga datang mengadu atau meminta bantuan, kita tidak akan melihat mereka sebagai gangguan kerja, melainkan sebagai saudara yang perlu kita muliakan. Inilah puncak dari kinerja layanan publik: bekerja dengan hati yang bersih, karena tidak ada kemajuan lahiriah yang bisa kokoh berdiri tanpa didasari oleh beresnya urusan batiniah.

Maka, mari kita jadikan momentum ini untuk meletakkan segala beban yang tidak perlu, sebagaimana filosofi teundeun di handeuleum sieum, tunda di hanjuang siang. Kita bersihkan hati, kita kencangkan niat, agar langkah kita ke depan menjadi lebih ringan. Sebab, hanya dengan hati yang lapanglah, ide-ide akademik yang cemerlang bisa lahir dan pengabdian kepada masyarakat bisa menjadi berkah yang nyata. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk-Nya. Hurip Sunda!

 

  • Penulis: Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan, UMKM dan QRIS: From Microcredit to Microfinance

    Perempuan, UMKM dan QRIS: From Microcredit to Microfinance

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Pagi ini saya kayuh sepeda ke kawasan Batununggal, sekadar olahraga kecil. Di mulut jalan tampak berjejer kios-kios makanan sarapan. Ada nasi uduk, bubur, kupat Singaparna dan lain-lain. Saya berhenti di gerobak bu Wilda. Perempuan jelang 40 tahun ini jual serabi, gorengan, dan kopi panas sachetan. Lima serabi dan lima gorengan total Rp 18.000 […]

  • Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung.
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan atas perjuangan para pekerja. Bagi umat Islam, ini menjadi momen penting untuk merenungkan makna bekerja dalam perspektif Islam, serta mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW dalam hal etos kerja, kemandirian ekonomi, dan integritas dalam profesi. Bekerja dalam Islam sebagai Kewajiban Ibadah […]

  • Kemenag – BSI Hadirkan Program Rumah Bersubsidi bagi Guru Madrasah

    Kemenag – BSI Hadirkan Program Rumah Bersubsidi bagi Guru Madrasah

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama (Kemenag) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dalam Program Perumahan Bersubsidi untuk Guru Madrasah. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Thobib Al Asyhar mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dan dapat memiliki rumah layak dan terjangkau. Hal ini disampaikan Thobib Al Asyhar […]

  • UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar rangkaian acara seminar My Ilkom dengan tema “Fiqh Jurnalistik”. Seminar ini diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin (25/11/2024). Seminar ini menghadirkan Dr. Bahrudin, M.Ag. (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembicara […]

  • Resonansi Sa’i

    Resonansi Sa’i

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Tatang Astarudin, Pengasuh Pesantren Universal Al-Islamy Kota Bandung
    • 0Komentar

    MAKKAH kanal31.com — Di antara Shafa dan Marwah, jamaah haji dan umroh berjalan. Kadang melangkah tenang, kadang berlari kecil. Gerak itu sederhana, jaraknya tidak panjang, tetapi maknanya melampaui dimensi ruang dan waktu. Sa‘i bukan sekadar perpindahan fisik dari satu bukit ke bukit lain. Namun ia adalah ajaran tentang teologi ikhtiar— bahwa hidup harus terus bergerak, doa […]

  • Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Penyuplai tanah urugan asal Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Nandar, menarik kembali tanah urugan di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (11/02/2025). Ia melakukan hal itu, karena supply tanah sebanyak 8.600 kubik itu belum dibayar. “Nilai uang yang mesti saya terima sebesar Rp. 542 juta. Pekerjaan urugan kan sudah selesai, tapi kami […]

expand_less