Ini Cara HMJ Akuntansi Syariah Merajut Kepedulian, Mengukir Senyum dalam Hangatnya Kebersamaan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, Kanal31.com — Senyum tulus dan tatapan teduh para lanjut usia menyambut kehadiran puluhan mahasiswa di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Jalan Sancang No. 2, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).
Ruang panti yang biasanya hening seketika berubah menjadi hangat penuh tawa dan cerita. Hari itu, Departemen Pengabdian Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2026–2027 menggelar program SADAYA (Sahabat Aksy Peduli dan Berdaya).
Mengusung tajuk “Merajut Kepedulian, Mengukir Senyum, dalam Hangatnya Kebersamaan,” kegiatan ini berakar pada nilai-nilai luhur Al-Qur’an, yakni seruan mengajak kepada kebaikan (QS. Ali Imran: 104) dan mempererat tali persaudaraan (QS. Al-Hujurat: 10).
Kehadiran mahasiswa bukan sekadar seremonial kunjungan, melainkan wujud nyata Tridarma Perguruan Tinggi dalam menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat, khususnya para lansia yang merindukan ruang kehangatan keluarga.
Ketua Umum HMJ Akuntansi Syariah, Andri Suwendi, menegaskan bahwa mahasiswa memikul amanah moral untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya.
“Mahasiswa sebagai kaum intelektual dan kaum muda dalam tatanan masyarakat harus mampu mengemban tanggung jawab yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi karena peran dan fungsi mahasiswa akan berdampak positif terhadap peradaban bangsa,” jelasnya.
SADAYA dirancang khusus sebagai wadah pembinaan empati dan jembatan silaturahmi. “SADAYA merupakan program kerja Departemen Pengabdian Sosial Masyarakat (PSM) HMJ Akuntansi Syariah yang berfokus pada pengabdian dan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya para lanjut usia di panti jompo,” tegasnya.
Dukungan penuh mengalir dari pihak fakultas. Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Kadar Nurjaman, S.E., M.M., memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan bakti kepada orang tua ini.
“Saya atas pimpinan-pimpinan yang mewakili Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag sangat menyambut baik kerja cerdas, dan kepedulian HMJ terhadap orang tua, para lansia, karena berlomba-lomba dalam kebaikan, menghormati orang tua dan Rido Allah berada pada mereka. Sudah sewajarnya kita berbuat baik, menghormati mereka,” jelasnya.
Senada dengan pimpinan fakultas, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Bandung, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, C.PS., C.MC., CTT., yang didampingi Sekretaris Program Studi, Hj. Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA, menyampaikan bahwa SADAYA menjadi media pembelajaran empati di luar ruang kuliah. “Melalui sentuhan langsung dan interaksi bermakna, mahasiswa belajar merawat kepekaan rasa dan menghargai generasi pendahulu,” ujarnya.
Ketua Pelaksana, Ariel Ahmaddin Feriansyah, didampingi Sekretaris Muhammad Farhanul Hakim, memaparkan bahwa kehangatan SADAYA dirajut melalui tiga agenda utama: interaksi berbagi cerita, aktivitas kreatif, serta penyaluran donasi.
Pada sesi interaksi, para mahasiswa duduk bersimpuh mendengarkan kisah hidup masa muda para penghuni panti. Ruang dialog yang cair ini seketika mengikis rasa sepi dan menghadirkan rasa dihargai bagi para lansia.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dapat belajar dari berbagai pengalaman dan nilai kehidupan yang dimiliki para lansia,” terangnya.
Suasana semakin semarak saat mahasiswa dan para lansia memegang pensil warna serta bahan kerajinan tangan bersama-sama. Aktivitas seni yang ringan dan santai ini memantik antusiasme para lansia, sembari melahirkan karya-karya sederhana yang sarat kenangan manis.
“Melalui proses membuat karya bersama, diharapkan tercipta pengalaman yang menyenangkan, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menghasilkan karya sederhana yang dapat menjadi kenang-kenangan dari kegiatan SADAYA,” ujar Ariel.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan donasi untuk mendukung kebutuhan dan kesejahteraan warga panti. Namun, bagi para mahasiswa, nilai kehadiran dan perhatian jauh melampaui bantuan materi.
“Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan secara materi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian, empati, dan solidaritas mahasiswa terhadap sesama,” ungkapnya.
Dengan adanya kebersamaan di Panti Tresna Werdha Budi Pertiwi, HMJ Akuntansi Syariah berikhtiar menjaga keseimbangan antara penghambaan kepada Sang Pencipta (habluminallah) dan kasih sayang antarsesama manusia (habluminannas).
Di balik senyum para lansia yang terukir hari itu, terselip doa dan harapan agar jejak kepedulian ini terus mengalir, membawa keberkahan dan ridha Allah SWT.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung
