Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » EDUTEKNO » Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau berkelanjutan dengan tema “Ekoteologi : Integritas Spiritualitas, Kebijakan, dan Sains Menuju Indonesia Hijau Berkelanjutan” yang digelar di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Menag menjelaskan bahwa ekoteologi menuntut keterpaduan antara iman, ilmu, dan amal yang tidak bisa dipisahkan. Ia menyebut relasi tersebut sejalan dengan konsep mitos, logos, dan ethos yang ada dalam setiap agama.

“Tidak bisa dipisahkan antara mitos, logos, dan ethos. Logos itu bukan sekadar ilmu. Logos itu lebih induk, dan salah satu cabang pentingnya adalah ilmu,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa ekoteologi harus diwujudkan dalam bentuk nyata melalui apa yang ia sebut sebagai kurikulum cinta. Kurikulum ini, menurutnya, mengajarkan manusia untuk mencintai seluruh ciptaan, bukan hanya sesama manusia.

Dalam konteks ini, Menag menyinggung konsep Tat Twam Asi dalam tradisi Hindu yang bermakna “aku adalah dia”. Pandangan tersebut, menurutnya, sejalan dengan perspektif ekoteologi yang memandang alam sebagai bagian dari diri manusia.

“Ketika sungai dikotori, dijadikan toilet umum atau tong sampah, saya sedih, karena sungai itu aku,” tuturnya.

Menag juga menekankan bahwa dalam pandangan Islam, seluruh ciptaan hidup dan bertasbih kepada Allah, termasuk yang selama ini dianggap benda mati. Karena itu, menebang pohon atau merusak alam berarti memutus kehidupan banyak makhluk yang bergantung padanya.

“Begitu satu pohon ditebang, berapa ratus burung dan berapa ribu serangga yang punah. Dalam bahasa agama Islam, semuanya itu hidup dan bertasbih,” katanya.

Menurut Menag, jika cinta terhadap alam telah tertanam dalam hati, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh tanpa harus dipaksakan.

Ia menambahkan, tujuan dari pendekatan ini bukan menjadikan manusia sebagai makhluk tanpa salah, melainkan menumbuhkan kesadaran moral agar manusia tidak menjadi perusak.

“Kita akan menjadikan manusia jadi malaikat. Tapi itu tentu tidak mungkin. Minimal, jangan jadi iblis,” tegasnya.

Sebagai penutup, Menag menegaskan bahwa alam semesta harus dipandang sebagai bagian dari diri manusia. Ketika alam terluka, manusia seharusnya turut merasakan penderitaannya.

“Mulai hari ini, kita menganggap alam semesta ini bagian dari kita. Kalau dia sakit, seharusnya kita juga sakit,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menag juga merekomendasikan buku The Sacred Nature karya Karen Armstrong sebagai bacaan reflektif untuk memperkuat kesadaran ekoteologis. Menurutnya, dunia modern perlu kembali menemukan keseimbangan antara rasionalitas dan kearifan tradisional.

“Kita terlalu banyak didikte oleh otak kiri, padahal otak kanan itu yang menghidupkan tiga setengah juta orang lamanya penduduk dunia ini. Jadi ternyata Barat kini menyadari kekeliruannya, menempuh jalan tradisional. Karena itu, inilah saatnya kita merdeka mengembalikan proporsi kita ke jalan yang benar. Shiratal mustaqim kita adalah ekoteologi,” pungkas Menag.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, Dr. Budhy Munawar Rachman, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, Dr. Mulawarman Hannase, serta Syekh Dr. Amru Whardani dari Darul Ifta Kairo, Mesir.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seiba International Festival 2024: UIN Ar-Raniry Sabet 3 Medali Platinum dan 13 Medali

    Seiba International Festival 2024: UIN Ar-Raniry Sabet 3 Medali Platinum dan 13 Medali

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COm (Padang) —  Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mengukir prestasi di pentas internasional dengan berhasil meraih tiga medali platinum pada Seiba International Festival 2024. Ajang kompetisi ini berlangsung di UIN Imam Bonjol Padang dari 23 hingga 29 September 2024, diikuti oleh 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia, serta perwakilan […]

  • Dispusip – Disdik Kembangkan Program Literasi

    Dispusip – Disdik Kembangkan Program Literasi

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (22/1/2025). Teguh, yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Dispusip Firman Nugraha, diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin. Silaturahmi dalam upaya membangun sinergitas antara dua lembaga atau Organisasi […]

  • Sekecil Apa pun Musibah

    Sekecil Apa pun Musibah

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Sekecil apa pun musibah pasti ada hikmah. Bahkan agama Islam (sebuah riwayat) menyebutkan sebagai penggugur dosa. Kira-kira dosa apa yang digugurkan dengan musibah? Ini perlu digali kembali dan ditemukan relevansinya. Jumat pagi berangkat menuju tempat kerja. Sampai di perempatan Mochammad Toha Kota Bandung. Karena lampu merah, motor pun direm. Tak disangka ban […]

  • Ayo Ikutan Beasiswa S1 bagi Santri Hafal 10 Juz Al-Qur’an

    Ayo Ikutan Beasiswa S1 bagi Santri Hafal 10 Juz Al-Qur’an

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JOMBANG kanal31.com — Ada satu lagi kabar gembira dibagi Kementerian Agama untuk para santri pesantren. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori mengatakan, pihaknya telah siapkan sejumlah beasiswa, termasuk bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Hal ini disampaikan Ruchman Basori saat memberikan Sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) […]

  • Layani Pemudik Nataru di Pantura, Masjid Jami Hidayatullah 24 Jam Tak Pernah Dikunci

    Layani Pemudik Nataru di Pantura, Masjid Jami Hidayatullah 24 Jam Tak Pernah Dikunci

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SUBANG Kanal31.com — Masjid Jami Hidayatullah yang berada di Jalan Pantura Ciwaringin, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat menjadi salah satu masjid ramah pemudik. Masjid ini membuka layanan 24 jam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Masjid ini melayani ratusan pemudik yang melintas di jalur Pantura dengan menyediakan ruang ibadah, toilet, tempat wudu, serta area istirahat […]

  • 5 Pelajaran Penting dari Ibadah Qurban

    5 Pelajaran Penting dari Ibadah Qurban

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sahabat Mang Geo, dalam Islam ada 2 hari raya internasional. Yaitu: Hari Raya Idul Fitri dan Hari raya Idul Qurban. Seluruh umat Islam di dunia memperingati hari raya ini, dengan ibadah-ibadah yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Dalam tulisan ini Mang Geo akan membahas tentang hakikat Qurban, yaitu apa sih sebenarnya yang terpesan dari […]

expand_less