Kamis, 4 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Saatnya Umat Beragama Jaga Bumi dari Krisis Lingkungan

Saatnya Umat Beragama Jaga Bumi dari Krisis Lingkungan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAKARTA Kanal31.com — Dalam muzakarah bertajuk “Resolusi Umat: Penanggulangan Bencana dengan Ekoteologi” di Masjid Istiqlal Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan “Peran agama dalam menghadapi krisis lingkungan”. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan BNPB, BMKG, akademisi, serta pegiat lingkungan.

Muzakarah ini menjadi forum refleksi keagamaan sekaligus konsolidasi gagasan lintas sektor dalam merumuskan peran agama menghadapi bencana alam. Diskusi menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi, yakni cara pandang keagamaan yang menempatkan alam sebagai bagian dari amanah suci yang harus dijaga manusia.

Menag menegaskan bahwa kerusakan alam tidak dapat dilepaskan dari cara pandang teologi yang selama ini cenderung antroposentris dan eksploitatif. Menurutnya, diperlukan transformasi teologi agar umat beragama memiliki kesadaran ekologis yang kuat.

“Bahasa agama adalah bahasa paling efektif untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mencintai alam. Bahasa hukum, politik, atau birokrasi sering kali tidak cukup menyentuh nurani manusia. Hanya bahasa agama yang mampu menanamkan rasa tanggung jawab spiritual terhadap semesta,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menag juga menekankan bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan yang bersifat sakral. Karena itu, memperlakukan alam secara serampangan sama artinya dengan menurunkan martabat kesucian ciptaan Tuhan. Ia mendorong konsep re-sacralisation of nature atau penyucian kembali alam dalam kesadaran umat.

“Air, gunung, hutan, dan seluruh ekosistem adalah bagian dari tanda-tanda Tuhan. Jika alam dirusak, maka dampaknya bukan hanya ekologis, tetapi juga kemanusiaan. Bencana yang meningkat hari ini adalah peringatan agar manusia kembali bersahabat dengan alam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa Masjid Istiqlal ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga rumah besar kemanusiaan yang terbuka untuk dialog lintas iman dan isu-isu kemanusiaan global, termasuk krisis lingkungan dan kebencanaan.

“Masjid pada masa Rasulullah adalah pusat pemberdayaan umat. Spirit itu yang ingin kita hidupkan kembali. Dari masjid, kita bangun kesadaran untuk merawat kehidupan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana sehingga membutuhkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama. Menurutnya, penguatan kesadaran spiritual dan sosial akan memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, dalam kesempatan tersebut juga memaparkan peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim. BMKG menegaskan pentingnya edukasi publik dan perubahan perilaku ramah lingkungan sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

Menutup kegiatan, Menag mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan ekoteologi sebagai gerakan bersama. Ia menegaskan bahwa merawat alam bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan.

“Sudah saatnya umat beragama berdiri di garda terdepan menjaga bumi. Melalui ekoteologi, kita bangun kesadaran bahwa mencintai alam adalah bagian dari mencintai Tuhan. Dari sini, kita gerakkan perubahan cara pandang, perilaku, dan kebijakan agar manusia kembali bersahabat dengan semesta,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, muzakarah ini menandai langkah awal memperkuat sinergi agama, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik dalam menghadapi krisis lingkungan serta memperkuat ketangguhan bangsa terhadap bencana.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ANNABA – Siswa SMPN 46 Kota Bandung Gelar Senyuman XIII

    ANNABA – Siswa SMPN 46 Kota Bandung Gelar Senyuman XIII

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah asal Bandung Raya, berkolaborasi dengan 856 siswa SMPN 46 Kota Bandung, menggelar Senyuman (Serunya Menyambut Ramadan Bersama Annaba), selama tiga hari (10-12/04/2023). Selain menyambut berkah Ramadhan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kadar keimanan dan kesalihan siswa, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan prestasi mereka. “Senyuman merupakan kegiatan tahunan yang […]

  • Cara Jitu S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung Teguhkan Moderasi dan Pemberdayaan Perempuan

    Cara Jitu S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung Teguhkan Moderasi dan Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat bidang Pemberdayaan Perempuan sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Perempuan: Meneguhkan Peran Santri dalam Menjaga Indonesia yang […]

  • Dongeng Sunda Akar Kearifan Nusantara

    Dongeng Sunda Akar Kearifan Nusantara

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, dongeng Sunda sebagai akar dari kearifan Nusantara yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.   Hal ini disampaikannya saat membuka Festival 101 Dongeng Sunda Wa Kepoh yang digelar di Teater Tertutup Dago Tea House.   Dongeng bukan sekadar hiburan masa kecil, tetapi sarana edukasi […]

  • Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Iu Rusliana menyoroti sejumlah kasus sosial yang viral bermunculan di Jawa Barat (Jabar). Ia mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) Jabar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak bermunculan kasus serupa.   Beberapa di antaranya kasus yang viral seperti kasus bayi Raya yang […]

  • Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    DEPOK kanal31.com –Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama membuka kesempatan bagi mahasiswa perempuan untuk mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Hal itu dikatakan Kepala Puspenma Ruchman Basori, pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, di Hall Asrama Mahasiswa IIQ Jakarta, Parung. “Jangan lama-lama kuliah di IIQ […]

  • 5 Komite MAN 2 Kota Bandung dari Dosen UIN SGD

    5 Komite MAN 2 Kota Bandung dari Dosen UIN SGD

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Lima dosen UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung terpilih menjadi Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung untuk periode 2025-2028. Pemilihan ini dilakukan melalui proses yang panjang, demokratis, transparan, dan akuntabel. Kelima dosen tersebut adalah Prof. Dr. H. Tajul Arifin, MA (Ketua Pengawas Komite), Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag […]

expand_less