Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Chiki Dicopot, Ditarik Kembali, Lalu Memilih Pergi

Chiki Dicopot, Ditarik Kembali, Lalu Memilih Pergi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR Kanal31.com — Kita lanjutkan cerita Chiki Fawzi. Rupanya ada kisah baru yang lebih dramatis. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Jika kisah sebelumnya adalah bab pembuka, maka inilah bab paling melelahkan secara batin dalam perjalanan Chiki Fawzi. Bukan karena ia tak kuat fisik, melainkan karena alur hidupnya diperlakukan seperti pintu geser otomatis. Ditutup, dibuka lagi, lalu ditutup kembali. Semuanya dalam hitungan jam.

Chiki Fawzi sempat dicopot sebagai petugas haji 2026 secara mendadak. Lalu, seperti plot twist sinetron prime time, ia ditarik kembali. Namun, saat semua orang mengira kisah ini akan berakhir bahagia, Chiki justru memilih jalan paling sunyi, menolak kembali dan memutuskan move on.

Publik pun bengong. Kasihan, iya. Bingung, jelas. Marah? Bingung mau ke siapa.

Kronologi dimulai dengan cara paling kejam versi birokrasi. Pemberitahuan mendadak, nyaris tanpa jeda emosi. Chiki sudah berada di lingkaran pelatihan. Sudah belajar. Sudah menyiapkan diri lahir batin. Bahkan sudah membayangkan aroma debu Madinah dan Makkah.

Namun, pada suatu malam, di tengah kelas bahasa Arab, seorang pejabat dari Kementerian Haji menghampirinya. Tanpa drama. Tanpa basa-basi. Ia diminta pulang. Tidak bisa melanjutkan. Titik.

Beberapa jam sebelum keberangkatan, Chiki harus mengepak mimpi ke dalam koper, lalu membawanya pulang dalam diam. Alasan pencopotannya? Tak pernah benar-benar jelas. Tidak ada diskusi. Tidak ada ruang tanya. Keputusan datang seperti palu sidang yang diketuk tanpa pembelaan.

Ironisnya, Chiki baru diberi tahu malam hari. Padahal kabar itu, menurut pengakuannya, sudah beredar sejak siang. Barangkali karena “tidak enak”. Barangkali juga karena keputusan memang sering lebih cepat dari empati.

Belum sempat luka mengering, telepon berdering. Chiki diminta kembali. Ada pihak yang ingin mempertahankannya. Ia bahkan sempat menyampaikan kepada wartawan, dirinya akan kembali ke asrama haji pada Kamis, 29 Januari 2026.

Publik kembali berharap.
Mungkin ini akan diperbaiki.
Mungkin ada salah paham.
Mungkin ini akhir yang baik.

Chiki pun sudah packing lagi. Koper dibuka. Hati dipaksa siap lagi. Padahal yang namanya perasaan, tidak semudah resleting.

Lalu… Gak Jadi Lagi

Pagi harinya, cerita berbelok tajam. Lewat Instagram Story, Chiki mengabarkan dengan kalimat sederhana, nyaris tanpa hiasan emosi. Ia batal kembali bertugas. Saat dikonfirmasi Republika, jawabannya lebih singkat lagi, seperti orang yang sudah terlalu lelah untuk menjelaskan, “Gak jadi lagi, mas.”

Di situlah publik terdiam. Karena ini bukan soal ditolak, melainkan soal dipermainkan oleh keadaan. Dicopot. Ditarik. Lalu dibiarkan memilih sendiri, setelah batin jungkir balik.

Chiki memilih tidak melanjutkan tugas sebagai petugas haji 2026. Ia mengaku sudah move on. Sebuah kata ringan yang sebenarnya berat. Karena, move on di sini artinya mengikhlaskan mimpi yang sudah di depan mata.

Dari sisi Kementerian Haji dan Umrah, penjelasan pun turun. Tidak semua peserta Diklat PPIH otomatis menjadi petugas haji. Proses seleksi berada di tangan tim pokja Diklat. Keputusan diambil berdasarkan standar dan evaluasi fasilitator.

Secara administrasi, semuanya rapi. Secara prosedural, semuanya sah. Namun publik tetap bertanya, jika semua sudah dipertimbangkan matang, mengapa kisahnya harus se-dinamis ini?

Chiki tidak menyerang. Tidak menggugat. Tidak memelintir narasi. Ia memilih menerima. Ia menjelaskan, ini semata agar tidak mengecewakan media yang sudah jauh-jauh datang karena terinspirasi semangatnya.

Di titik inilah empati pembaca seharusnya berhenti berisik. Karena Chiki bukan sedang mencari pembenaran. Ia hanya manusia yang sedang belajar ikhlas, di tengah sistem yang bergerak terlalu cepat tanpa memberi ruang bernapas.

Kisah ini pun berakhir tanpa kemenangan besar. Tanpa musuh yang jelas. Tanpa tepuk tangan penutup. Yang tersisa hanya satu potret, seorang perempuan yang memilih pergi dengan kepala tegak, meski mimpinya ditarik-ulur seperti tali layangan.

Publik hanya bisa menghela napas. Kasihan, karena ia tulus. Bingung, karena ceritanya absurd. Terdiam, karena Chiki memilih mengalah dengan cara paling dewasa.

Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa! Zahran Juara 2 Musabaqah Hafalan Al-Qur’an Internasional

    Luar Biasa! Zahran Juara 2 Musabaqah Hafalan Al-Qur’an Internasional

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Hafiz Al-Qur’an asal Langkat, Sumatera Utara, Zahran Auzan meraih juara 2 pada Musabaqah Hafalan Al-Qur’an (MHQ) Tingkat Internasional di Arab Saudi. Musabaqah bertajuk ‘King Abdul Aziz Internasional Holy Qur’an Contest’ ini berlangsung pada pertengahan September 2022 dan diikuti peserta lebih dari 50 negara. “Alhamdulillah, satu lagi prestasi internasional diraih anak kita. Prestasi ini mengharumkan […]

  • Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (25/08/2026).  Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi 7.503 mahasiswa baru (maba) dari sembilan fakultas untuk memulai perjalanan akademis mereka. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum PBAK tahun ini mengusung tema besar: “Merawat harmoni, […]

  • Top! 2 Mahasiswa UIN Jakarta Berkontribusi pada Riset Virus Dengue di Malaya University

    Top! 2 Mahasiswa UIN Jakarta Berkontribusi pada Riset Virus Dengue di Malaya University

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Ciputat) — Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amanda Farras Wijdhan dan Hening Nada Syaffana, mendapat kepercayaan untuk turut serta dalam proyek penelitian tentang virus dengue. Keduanya terlibat dalam riset ini di Fakultas Farmasi, Universitas Malaya, Malaysia, selama dua pekan, dari 23 September hingga 4 Oktober 2024, melalui skema program student […]

  • Ini Cara Jitu FSH UIN Bandung – BPHN Cegah Perundungan di Perguruan Tinggi

    Ini Cara Jitu FSH UIN Bandung – BPHN Cegah Perundungan di Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick off Penyuluhan Hukum Serentak Tahun 2024 yang diadakan secara nasional. Kegiatan yang digagas oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI ini melibatkan 33 Kantor Wilayah Kemenkumham RI di 66 titik pelaksanaan se-Indonesia, Rabu (18/9/2024). […]

  • Inilah Kreasi Mahasiswa UGM Bantal Anti Bakteri-Tungau

    Inilah Kreasi Mahasiswa UGM Bantal Anti Bakteri-Tungau

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Sekelompok mahasiswa UGM berkreasi menciptakan bantal antibakteri dan tungau berbahan limbah sabut kelapa, enceng gondok, dan ekstrak daun sirih. Produk ini diberi nama BANGAU (Bantal Antibakteri dan  Tungau) yang dapat mencegah potensi munculnya tungau, alergi, dan penyebab alergen lainnya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. BANGAU dibuat oleh Marsyela Tri Aryani, Silvia Rahmawati, Alda Anisah, […]

  • UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025). Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa […]

expand_less