Seruling Kerinduan Ruhani
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month Sel, 16 Des 2025
- comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Pada hamparan waktu yang berharga untuk pertemuan, seorang sufi Sang Guru Agung duduk di tepi sungai, memainkan seruling dengan hati yang teriris, suara merdu yang mengguncang jiwa. Ia dikelilingi oleh murid-murid yang dengan setia mendengarkan alunan seruling tersebut, sambil menanti waktu untuk meluapkan hasrat kepenasarannya.
Saat Sang Guru selesai meniup serulingnya, salah seorang muridnya bertanya, “Guru, apa rahasia di balik suara serulingmu yang begitu indah?”
Sang Guru Agung pun menjawab, “Seruling ini seperti hati kita, kosong dan hampa tanpa Allah, Sang Rahman. Nafas kita, dzikir dan doa, adalah tiupan yang membuat seruling ini bernyanyi, tapi jika tanpa disertai kerinduan, suara itu hanya akan menjadi kosong, tak bermakna, tak berarti.
Seruling ini juga seperti perjalanan spiritual kita, awalnya kosong, tapi semakin kita mengisi dengan cinta dan kerinduan, semakin indah suara yang dihasilkan, semakin dekat kita dengan Sang Pencipta.
Rumi pernah berkata, “Seruling adalah alat musik yang paling indah, karena ia hanya bisa menghasilkan suara jika ada kekosongan di dalamnya, begitu juga kita, kita hanya bisa menghasilkan kebaikan dan keindahan jika kita kosong dari kesombongan dan keegoisan, dan penuh dengan cinta.
Dan ketika seruling ini ditiup, suara yang keluar adalah suara kerinduan, suara cinta, suara yang mengguncang jiwa, dan mengingatkan kita akan tujuan hidup kita, yaitu kembali kepada Sang Rahman.
Mengakhiri perenungan pagi itu, Sang Guru Agung menuturkan nasihat dan harapannya, “Semoga kita semua dapat mengisi hati kita dengan kerinduan akan Sang Rahman, dan menghasilkan suara indah yang mengguncang jiwa, sehingga kita dapat mencapai tujuan hidup kita, yaitu kembali kepada Sang Pencipta, dengan hati yang penuh cinta dan kerinduan.”
Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Penulis: Sungkawa Abdisunda

Saat ini belum ada komentar