Breaking News:
Beranda » NETIZEN » 3 Cara Memantapkan Keimanan di Bulan Sya’ban, Bekal Menyongsong Ramadan

3 Cara Memantapkan Keimanan di Bulan Sya’ban, Bekal Menyongsong Ramadan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Tiada kata yang paling pantas kita ucapkan pada siang kali ini selain Alhamdulillah was-syukru ‘ala ni’amillah. Puji dan syukur marilah kita sanjungkan ke Hadirat Allah yang maha luhur. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Alam Nabi Besar Muhammad saw. juga kepada keluarga, para sahabat, tabi’in dan tabiatnya, hingga kepada kita selaku umatnya. Tak lupa, melalui mimbar yang mulia ini, khatib berpesan kepada diri dan jamaah Jumat sekalian, marilah kita sama-sama mempertahankan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Robbul Izzati. Sebab, ketakwaanlah yang menjadi bekal terbaik, baik saat di dunia maupun saat meninggalkan dunia fana ini.

 

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

 

Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan. Bahkan, bulan ini menjadi kesempatan terbaik untuk mematangkan persiapan demi menyambut bulan suci Ramadhan. Pertanyaan dari jamaah sekalian mungkin tak jauh dari seputar apa yang harus kita persiapkan dan bagaimana kita mempersiapkannya? Bulan Sya’ban bukan sekadar bulan penutup sebelum Ramadhan, melainkan bulan persiapan yang sangat menentukan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Pertanyaan yang sering muncul di tengah jamaah adalah: Apa yang harus kita persiapkan di bulan Sya’ban? Dan bagaimana cara mempersiapkannya? Para ulama menjelaskan, ada tiga hal utama yang perlu kita persiapkan dalam menyambut Ramadhan, yaitu keimanan, kesehatan, dan perbekalan hidup.

 

Pertama, Keimanan sebagai Pondasi Puasa; Puasa Ramadhan hanya diwajibkan kepada orang-orang yang beriman. Allah SWT berfirman:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”(QS. Al-Baqarah [2]: 183).

 

Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah ibadah keimanan, bukan sekadar ibadah fisik. Rasulullah SAW bersabda:

 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

Bulan Sya’ban adalah waktu memantapkan iman: meluruskan niat, memperbanyak taubat, dan membersihkan hati. Tanpa iman yang kuat, puasa hanya akan menghasilkan lapar dan dahaga, bukan ketakwaan.,

 

Kedua, Kesehatan sebagai Penopang Ibadah: Puasa adalah ibadah ruhani sekaligus jasmani. Karena itu, Islam sangat memperhatikan kesehatan. Allah SWT berfirman:

 

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286).

 

Dalam ayat lain Allah memberi keringanan bagi orang sakit:

 

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Artinya: “Barang siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka wajib mengganti pada hari yang lain.”(QS. Al-Baqarah [2]: 184)

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”(HR. Muslim)

 

Menjaga kesehatan sejak bulan Sya’ban adalah bagian dari ketaatan. Tubuh yang sehat membantu kita beribadah dengan khusyuk dan istiqamah sepanjang Ramadhan.

 

 

Ketiga, Perbekalan Hidup sebagai Ikhtiar Ketenangan Ibadah; Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan ikhtiar dunia. Allah SWT berfirman:

 

وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya: “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash [28]: 77).

 

Rasulullah SAW juga bersabda:

 

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوْتُ

Artinya: “Cukuplah seseorang berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud)

 

Mempersiapkan perbekalan hidup sejak bulan Sya’ban—baik nafkah keluarga maupun pengaturan pekerjaan merupakan ikhtiar agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan tenang dan fokus.

 

Perbekalan bukan tujuan, melainkan sarana. Ia harus dikendalikan oleh iman agar tidak berubah menjadi kesibukan duniawi yang melalaikan nilai-nilai Ramadhan.

 

Dari tiga persiapan menyambut Ramadhan keimanan, kesehatan, dan perbekalan hidup yang paling utama adalah keimanan dan ketauhidan kepada Allah SWT. Sebab, iman yang kuat mampu mengalahkan keterbatasan fisik dan kekurangan materi. Banyak orang yang lemah secara jasmani dan sederhana secara materi, namun tetap istiqamah berpuasa dan beribadah karena imannya kokoh. Maka, bulan Sya’ban hendaknya kita jadikan sebagai bulan memperbaiki iman, meluruskan niat, dan memperkuat hubungan dengan Allah, agar Ramadhan benar-benar menjadi bulan panen ketakwaan.

A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEMBER kanal31.com — Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)-LPDP tahun 2025 untuk Perguruan Tinggi telah dibuka. Program studi (Prodi) tujuan BIB-LPDP tahun 2025 juga sudah diumumkan. Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dr. Wildani Hefni, mengatakan bahwa seluruh Prodi pada fakultas yang dia pimpin masuk dalam daftar tujuan studi BIB-LPDP tahun 2025. Ini tidak […]

  • Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Antara Ajaran dan Persepsi   BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.   Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan […]

  • Inilah Strategi Menjadikan Karya Publikasi Masuk Indeks Scopus Ala UII

    Inilah Strategi Menjadikan Karya Publikasi Masuk Indeks Scopus Ala UII

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Selama ini jurnal internasional dimonopoli oleh pemikiran dan wacana yang dominan barat. Padahal penyeimbang wacana dari pemikiran ketimuran juga penting. Pemikiran dan wacana akademik ‘timur’ harus juga bisa menjadi referensi wacana akademik global. Wacana timur sudah barang tentu bisa juga menjadi referensi yang andal bagi pengembangan keilmuan. Bagaimana strategi agar de-westernisasi jurnal dapat dilakukan? […]

  • Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Iran itu peradaban besar sejak bernama Persia. Peradaban Persia mencakup serangkaian kekaisaran seperti Achaemenid, Parthia, dan Sassanid, berlangsung selama lebih dari 12 abad, dari sekitar tahun 550 SM hingga penaklukan oleh Islam pada pertengahan abad ke-7 M (651 M). Jika dihitung berdasarkan dinasti utama kuno hingga pengaruh budayanya, peradaban ini bertahan selama […]

  • Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Lanskap pendidikan hukum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersiap menghadapi babak baru. Cetak biru masa depan tersebut mulai digodok dalam rangkaian Pelantikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Perkumpulan Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum (PPPSIH)PTKIN se-Indonesia, yang digelar di Aula Utama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, Rabu (17/06/2026). Pertemuan […]

  • Manusia, Media, atau AI

    Manusia, Media, atau AI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Khoiruddin Muchtar, Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    • 0Komentar

    Siapa Menulis Cerita Kemerdekaan Kita? BANDUNG, kanal31.com — Setiap bulan Agustus, ada satu pemandangan yang hampir selalu berulang: bendera merah putih menghiasi jalan, gang, kantor, sekolah, bahkan rumah-rumah, yang pemiliknya kadang lupa membayar iuran kebersihan. Begitu juga di media sosial, foto bendera bermunculan, video lomba makan kerupuk beredar, anak-anak berlari mengejar balon, orang-orang dewasa sibuk […]

expand_less