Breaking News:
Beranda » BEWARA » Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-SUMEDANG 

Artikel dalam jurnal ilmiah berkontribusi besar bagi pengembangan keilmuan. Untuk itu, editor berperan penting dalam menjadi suatu artikel ilmiah menjadi artikel berkualitas yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

“Editor bertugas mengelola dan mengembangkan jurnal sehingga bereputasi, termasuk juga isi dari jurnal itu tanggung jawab editor,” kata Guru Besar Fakultas MIPA yang juga Ketua Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc., dilansir dari laman FKG Unpad, Minggu, (24/7/2022)

Menurut Made, editor bertugas memastikan tujuan, ruang lingkup, dan konten selaras dengan kajian-kajian baru. Dalam hal ini, editor juga berperan menentukan strategi dan promosi dari jurnal ke depan.

Melalui tangan seorang editor, jurnal ilmiah akan menghasilkan artikel yang menarik, mampu menarik minat pembicara dengan tema-tema tertentu dan belum umum diketahui, serta berkontribusi bagi pengembangan keilmuan.

Selain kapasitas seorang editor, dalam proses peer review juga memerlukan keahlian dan peran penting reviewer. Untuk menjadi reviewer yang baik, seseorang harus memahami proses peer review dan peran reviewer.

“Journal staff menerima manuskrip dan memperlancar komunikasi sesama penulis dan reviewer juga proses bagaimana produksi nanti, dan sebagai reviewer kita memberikan manuskrip serta memberikan rekomendasi berkaitan dengan concern dari jurnal tersebut,” kata Made.

Proses peer review diperlukan karena kualitas artikel harus dijaga originalitasnya, kemudian untuk mengetahui apa saja temuan-temuan, mendeteksi kecurangan atau plagiarisme, yang menjadi bagian peer review yang dilakukan.

Proses peer review merupakan cara untuk memastikan kualitas dan kredibilitas publikasi akademik. Saat peer review, artikel penulis melalui proses verifikasi oleh editor dan reviewer sebelum diterbitkan.

“Dari proses penulisan sampai screening sebelum proses review, editor di awal akan men-screening juga. Lalu masuk ke peer review, ketika editor sudah cukup masuk ke reviewer, mencari reviewer untuk ditugaskan sebagai pemeriksa tulisan. Sehingga akhirnya tulisan itu bisa langsung diterima atau dikembalikan,” jelas Made.

Beberapa kendala dalam proses peer review, di antaranya memaksakan jurnal yang berbeda lingkupnya, sehingga proses review-nya menjadi lambat. Selain itu kendala juga dapat terjadi saat mendeteksi kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Hal-hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan yang termasuk ke dalam etika reviewer. Reviewer tidak boleh memberikan kritik secara personal terhadap penulis, harus obyektif dan suportif, untuk membantu penulis supaya artikelnya lebih bagus.

“Berusaha sangat informatif terhadap penulis agar informasi dapat dipahami. Pastikan juga editor atau reviewer tidak memiliki conflicts of interest atau mempunyai relasi tertentu,” kata Made

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    DALAM dunia akademik yang sering kali kompetitif, kehadiran Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA. membawa warna yang meneduhkan. Sosoknya bukan sekadar seorang Guru Besar dalam bidang Pendidikan Islam Indonesia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melainkan personifikasi dari kearifan lokal Sunda yang bertemu dengan kedalaman ilmu agama. Dilihat jejak pengabdiannya, dari mulai ruang […]

  • Hukumnya Makan dan Minum Sambil Berdiri Dalam Islam

    Hukumnya Makan dan Minum Sambil Berdiri Dalam Islam

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Agama Islam telah mengatur tatanan dalam menjalani kehidupan. Mulai dari hal-hal kecil seperti memakai baju, makan, dan minum pun dalam Islam diatur dengan sedemikian rinci agar sesuai dengan hukum syariat dan tentunya sesuai dengan norma-norma adab yang berlaku di kalangan manusia pada umumnya. Jika berbicara mengenai makan dan minum, seringkali kita mendapati seseorang yang makan […]

  • Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

    Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL3.COM — Hari Ibu di Indonesia, yang diperingati setiap 22 Desember, memiliki makna lebih dari sekadar penghormatan terhadap peran perempuan sebagai ibu. Tema Hari Ibu 2024, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” menggambarkan aspirasi besar untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam membangun bangsa. Indonesia tengah menghadapi tantangan besar menuju era Society 5.0, di […]

  • Haedar Nashir : Dorong Akademisi Lakukan Penelitian tentang Perdamaian

    Haedar Nashir : Dorong Akademisi Lakukan Penelitian tentang Perdamaian

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa nalar instrumental – paradoks yang dipedomani oleh sebagian manusia bisa menjadi ancaman bagi perdamaian di masa-masa yang akan datang.Guru Besar Sosiologi ini mendorong kepada akademisi untuk melakukan penelitian yang lebih luas tentang perdamaian, terlebih yang terkait dengan nalar-nalar instrumental – paradoks ini. Ketika kebahagiaan didapatkan dari […]

  • Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya. Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau […]

  • Begini Cara UIN Bandung, Wujudkan Kampus Responsif Gender

    Begini Cara UIN Bandung, Wujudkan Kampus Responsif Gender

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung)  — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai leading sector dalam pengarusutamaan gender (PUG) menggelar Workshop Kurikulum Responsif Gender di Aula Gedung Lecture Hall. Dengan menghadirkan narasumber, Prof. Nina Nurmila Ph.D., Dekan Education Faculty Universitas Islam Internasional Indonesia yang dipandu oleh Idah […]

expand_less