Breaking News:
Beranda » BEWARA » Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com– 2023 adalah tahun pergantian rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Apakah rektor pengganti Prof Mahmud itu sebagai representasi dari masyarakat akademis, atau wakil dari elite ormas/golongan, atau calon dropingan dari pusat?

Di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sering terdengar ungkapan bahwa calon rektor si A sudah mengantongi rekomendasi ormas terbesar; si B adalah orang dekat partai politik, dan si C dekat dengan pejabat kementerian bahkan punya modal besar untuk kasak-kusuk ke pusat.

Begitulah iklim politik kampus UIN SGD setiap menjelang pemilihan rektor. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa betapa sengitnya perebutan kursi panas orang nomor satu kampus Islam itu. Patut diduga, terjadinya persaingan dipicu oleh gerakan politik pragmatis dan fanatisme kelompok.

Sebagian besar profesor yang tergabung dalam senator universitas dan elite kampus lainnya ikut terjebak dalam politik pragmatis, demi kekuasaan sesaat. Persaingan elite ormas pun ikut andil dalam menciptakan situasi persaingan calon rektor, sehingga memicu konflik antarelite kelompok atau golongan. Dengan target, kampus menjadi basis politik bagi para elite nasional.

Mereka seolah lupa, seharusnya menjelang perhelatan empat tahunan itu membincangkan masa depan kampus. Dan, ini harus diinisiasi oleh para guru besar yang terhormat, bagaimana kampus UIN SGD ke depan bisa berjalan efektif terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Dari perbincangan itu akan lahir kriteria calon rektor yang diyakini dapat menjaga semangat keilmuan, calon yang punya integritas, dan visioner. Sehingga visi kampus –unggul dan berdaya saing dengan bingkai akhlak mulia–  bisa diwujudkan, tidak sekadar jargon atau slogan.

“Wah… jangan sampai masyarakat kampus tersekat gara-gara politik pragmatis atau egoisme kelompok. Rektor, mau dari kalangan HMI, PMII, ICMI, Muhammadiyah, Persis, PUI, nggak masalah. Yang penting dia seorang pemimpin, bukan manajer perusahaan,” kata salah seorang dosen yang enggan disebut nama.

Rektor pengganti Prof Mahmud nanti, lanjut dia, adalah sosok yang menjunjung tinggi kejujuran, mau membenahi sistem, dan rendah hati. Rektor seperti ini dapat dipenuhi manakala proses pemilihannya menghasilkan seorang pemimpin yang representatif, lahir dari ketokohan yang bisa diterima oleh semua pihak.

Indikator yang bisa diamati, lanjut dia, antara lain rektor yang merasa bukan hanya milik golongan (misalnya,, dari HMI atau PMII) tetapi milik semua pihak; mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan dirinya; menjadi panutan masyarakat; peka terhadap persoalan yang menimpa masyarakat kampus; serta terbuka untuk dikritik dan menerima masukan dari semua pihak.

Dijelaskan, Rektor itu bukan seorang manajer yang menganggap kampus sebagai “perusahaan”,  melainkan sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan untuk berjalan bersama-sama dengan sivitas akademika menuju tujuan bersama, sebagaimana yang dikehendaki oleh para pendiri/pendahulu UIN SGD. Sosok rektor seperti ini akan bisa terpenuhi apabila digali dari tengah-tengah masyarakat kampus secara bebas dan terbuka.

“Jangan harap Rektor bisa memimpin kalau dia punya jarak dengan yang dipimpinnya, lalu memelihara sikap dan perbuatannya yang mengakibatkan jarak di antara bawahannya,” katanya.

 

Mendingan Di-dropp dari Pusat!

Narasumber lain menduga, calon-calon yang dimunculkan atau yang diajukan lebih besar loyalitasnya kepada kelompoknya daripada komitmennya kepada masyarakat kampus. Mereka lebih memperlihatkan identitas kelompoknya daripada identitas akademik. Kelompok HMI dan PMII, kata dia, dalam praktiknya masih authoritarian dimana kewenangannya menjadi referensi dalam setiap pengambilan keputusan.

“Ini tidak hanya menyimpang dari prinsip akademis, tetapi juga tidak memungkinkan adanya inisiatif dari luar kelompok. Jika ada perbedaan yang datang dari bawah dipandang sebagai penentangan terhadap otoritas kelompok yang menjadi atasan, bahkan terancam diberi sanksi,” jelasnya.

Menurutnya, sikap dan perbuatan para elite kelompok lebih mendahulukan kepentingan pribadi atau kelompok daripada persoalan yang dihadapi masyarakat akademis, sehingga sulit orang-orang di kelompok itu berada di tengah-tengah masyarakat kampus.

“Menurut saya, untuk rektor ke depan lebih baik di-dropp oleh pusat (Kemenag RI, red). Dengan harapan bisa meminimalisasi atau menghindari lingkungan yang sudah materialistik dan koruptif, juga sifat permisif terhadap penyimpangan yang telah menurunkan wibawa kampus,” harapnya.

Rektor droppingan diharapkan tidak menambah jarak semakin jauh dengan orang-orang yang harus dipimpinnya. “Dan tentunya, rektor droppingan harus bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat kampus dengan menunjukkan kejujuran dan kerendahan hatinya,” tambahnya lagi. (tim)

 

*Telaah berikutnya: Hitungan-hitungan Politik Calon Rektor yang Akan Diajukan ke Menteri Agama.. Simak analisanya di kanal31.com.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Intoleransi lewat Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Bahasan Menag – Cendekiawan Kristen

    Cegah Intoleransi lewat Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Bahasan Menag – Cendekiawan Kristen

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa upaya mencegah intoleransi memerlukan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. “Sekalipun ada undang-undang yang paling baik pun juga, itu bukan jaminan. Ada hal yang […]

  • Rakernas ASIKOPTI Periode 2023-2026 : Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

    Rakernas ASIKOPTI Periode 2023-2026 : Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Asosiasi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Islam (ASIKOPTI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Shakti Hotel, Kamis (13/6/2024). Acara yang dipimpin oleh Dr. Rika Lusri Virga, M.A. ini mengusung agenda penting berupa pembahasan dan penetapan program kerja ASIKOPTI untuk periode 2023-2026. Dalam RAKERNAS ini, ASIKOPTI menetapkan beberapa program kerja strategis yang terbagi dalam […]

  • Sensible Medical insurance Preparations

    Sensible Medical insurance Preparations

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    @ghstbuyer Mandating this type of extremely important health and fitness benefits guarantees complete coverage for those and you may household, dealing with the diverse health care requires. These types of benefits tend to be emergency characteristics, maternity and you may newborn proper care, psychological state and you can compound fool around with sickness features, prescribed […]

  • Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA UIN Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr H.C.) bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama kepada Menteri Agama RI 2009-2014, KH Lukman Hakim Saifuddin (LHS). Gelar ini diberikan atas dedikasi keilmuan dan kontribusi Lukman yang dilakukan secara konsisten hingga kini. Penganugerahan Doktor Kehormatan sendiri dilakukan dalam sidang senat terbuka di Gedung […]

  • Prof. Rosihon : Semua Sivitas Akademika Harus Sehat!

    Prof. Rosihon : Semua Sivitas Akademika Harus Sehat!

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    100 HARI KERJA REKTOR UIN BANDUNG KANAL31.COM Jumat, 17 September 2023 adalah 100 hari masa Prof. Dr. Rosihon Anwar, MA menjabat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Rosihon dipercaya dan dilantik Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor untuk menyelesaikan sengkarut  masalah di UIN Bandung peninggalan rektor sebelumnya. Menandai masa 100 […]

  • Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.   Bagi dosen UIN […]

expand_less