Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Forum Dosen FISIP Seri ke-25 (FDF #25) bertajuk “Kabinet Prabowo-Gibran: Dinamika Sosial, Struktur Birokrasi, dan Manuver Politik” yang berlangung di Aula FISIP, Rabu (30/10/2024).

Dengan menghadirkan narasumber: Dr. Hamzah Turmudi, M.Si, Dosen Jurusan Sosiologi, Dr. Fajar Tri Sakti, M.Si, Dosen Jurusan Administrasi Publik dan Iqbal Reza Satria, S.H., M.I.P., Dosen Jurusan Ilmu Politik.

Acara yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa untuk membahas berbagai aspek terkait kabinet baru pemerintahan Prabowo-Gibran dari perspektif sosiologis, administrasi publik dan ilmu politik dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, sistem birokrasi, dan lanskap politik Indonesia.

Dalam laporannya, Direktur Centre for Asian Social Science Research (CASSR), Asep Muhamad Iqbal, PhD. menyampaikan bahwa diskusi bertema “Kabinet Prabowo-Gibran: Dinamika Sosial, Struktur Birokrasi, dan Manuver Politik” ini bisa dikaji dari perspektif Sosiologi, Administrasi Publik dan Ilmu Politik. “Ini merupakan bagian dari upaya FISIP UIN Bandung melangkah untuk lebih fokus ke arah peningkatan kualitas FISIP UIN Bandung dari segi analisis akademik atas isu-isu aktual agar lebih dikenali oleh masyarakat Indonesia secara nasional,” tegasnya.

Saat memberikan sambutan Wakil Dekan I FISIP bidang akademik Prof. Adon Nasurullah Jamaludin mejelaskan tentang pentingnya diskusi ini untuk meningkatkan kontribusi pemikiran para dosen menanggapi isu dinamika kabinet saat ini.

Forum ini diadakan sebagai respons akademik terhadap dinamika politik terbaru dalam pembentukan kabinet Merah Putih di Indonesia yang berada di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Dengan menghadirkan tema yang relevan dan mendalam, FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan ruang bagi para peserta untuk menggali dan mengkritisi arah kebijakan serta dampak potensial dari pemerintahan baru ini terhadap masyarakat luas,” jelasnya.

Dalam forum ini, setiap pembicara memberikan perspektif kritis mereka terkait pembentukan kabinet Prabowo-Gibran, struktur birokrasi yang diterapkan, serta berbagai manuver politik yang kemungkinan akan memengaruhi dinamika politik Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Dari perspektif sosiologi, Dr. Hamzah menyoroti terbentuknya kabinet merah putih karena adanya interaksi sosial yang membentu relasi dan simbol sosial.

Menurutnya, sosiologi membahas habitus sebagai hal yang melekat pada individu dan habitus ini dipengaruhi latar belakang individu tersebut. Misalnya, Prabowo dengan latar belakangnya dari militer, keluarga pengusaha dan pendidikan tinggi memiliki modal simbolik yang mempengaruhinya membentuk kabinet yang juga berlatar belakang militer, pengusaha dan pendidik. Pemilihan anggota kabinet dipengaruhi oleh habitus Prabowo.

Prabowo – Gibran masing masing memiliki modal sosial dan modal simbolik sebagai mekanisme dominasi dan legitimasi. Dengan modal sosial, aktor memiliki kemampuan untuk membangun jaringan dominasi, sedangkan modal simbolik memberikan legitimasi atau pembenaran moral atas posisi mereka. “Ini menghasilkan mekanisme dominasi yang sulit digoyahkan karena sudah diterima secara sosial dan dianggap sah oleh banyak pihak. Terbentuknya struktur baru Kabinet Merah Putih dihadapkan pada tantangan untuk mereformasi birokrasi yang telah lama didominasi oleh patronase politik dan budaya paternalistik,” bebernya

Dari perspektif Administrasi Publik, Dr Fajar menuturkan bahwa Kabinet Merah Putih ini diharapkan mampu menjalankan tugas kelembagaannya dengan baik dan memastikan bahwa kebijakan publik yang dibuat benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prinsip tata kelola yang baik.

“Kabinet Merah Putih seharusnya mempertahankan jumlah kabinet sesuai dengan kebutuhan. Bertambahnya jumlah kabinet saat ini dipengaruhi adanya koalisi besar (Koalisi Indonesia Maju) yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Hal-hal yang penting dibenahi dalam kabinet ini adalah kualitas dokumen perencanaan dan penganggaran dengan target-target kinerja yang jelas dan terukur,” tuturnya

Dari perspektif Ilmu Politik, Iqbal Reza menyoroti bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo – Gibran yang di atas 80% sesuai dengan lembaga-lembaga survei dipengaruhi oleh janji kampanye yang populis seperti kenaikan gaji ASN, program makan gratis, dan program rumah murah. Selain itu, dipengaruhi adanya kepercayaan stabilitas politik dan keamanan negara jika dipimpin Prabowo serta adanya dukungan dari pemerintahan sebelumnya (Jokowi).

Besarnya jumlah susunan kabinet saat ini diharapkan dapat mendukung perbaikan pelayanan publik. Kabinet merah putih meliputi 48 menteri, 55 wakil menteri, 7 utusan khusus dan 7 penasihat khusus.

“Sisi plus kabinet gemuk ini adalah stabilitas politik dan fokus program kerja, namun minusnya adalah besarnya anggaran negara dan potensi konflik internal. Kabinet Merah Putih diharapkan dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya

Secara keseluruhan, kabinet Prabowo-Gibran diharapkan dapat merespons tantangan dalam ketiga aspek ini melalui kebijakan yang bijaksana, membangun koalisi yang kuat, dan mempertahankan kepercayaan publik melalui langkah-langkah yang transparan dan inklusif.

Dengan terselenggaranya forum ini, FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap dapat menjadi wadah diskusi akademik yang konstruktif dan memberikan wawasan yang lebih dalam bagi mahasiswa serta masyarakat umum tentang perkembangan politik Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Aman Nggak?

    Ini Aman Nggak?

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Syahiduz Zaman, Dosen UIN Malang
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Jam makan siang di sebuah sekolah. Kotak MBG baru saja dibagikan. Anak-anak membuka tutupnya, sebagian langsung makan, sebagian sibuk membandingkan lauk dengan teman di sebelahnya.   Seorang siswa justru memandangi kotak makanannya agak lama.   “Ini aman nggak?”   Pertanyaan sederhana. Tapi saya kira, kalau pertanyaan itu mulai muncul semakin sering di sekolah-sekolah, […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Sensible Medical insurance Preparations

    Sensible Medical insurance Preparations

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    @ghstbuyer Mandating this type of extremely important health and fitness benefits guarantees complete coverage for those and you may household, dealing with the diverse health care requires. These types of benefits tend to be emergency characteristics, maternity and you may newborn proper care, psychological state and you can compound fool around with sickness features, prescribed […]

  • Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag RI. Selain menjabat sebagai Ketua PW ISNU Jawa Barat, Prof. Ulfiah juga merupakan […]

  • BNPT – FKPT Jabar Gaungkan Semangat CINTA di SDN 07 Cinunuk

    BNPT – FKPT Jabar Gaungkan Semangat CINTA di SDN 07 Cinunuk

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Suasana riang dan penuh tawa mewarnai Aula SDN 07 Cinunuk, Kabupaten Bandung, pada Rabu (11/9/2026). Sebanyak 100 siswa kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan Cerita dan Inspirasi Anak Bangsa (CINTA) “Satu Cinta Seribu Cerita” yang digelar Hybrid oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat bersama BNPT RI. Dari jumlah tersebut, 20 […]

  • Inilah Program Kerja Rumah Jurnal UIN Bandung

    Inilah Program Kerja Rumah Jurnal UIN Bandung

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    BANDUNG-SPI Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sosialisasi Program Kerja Rumah Jurnal yang dibuka oleh Rektor Prof Dr H Mahmud MSi CSEE, di Aula Gedung Pelatihan Profesi Guru, Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, (14/04/2022). Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., CSEE. sangat mengapresiasi ikhtiar Rumah Jurnal dalam rangka meningkatkan […]

expand_less