Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Emang Bangke eks Kapolri, Ponsel Presiden dan Teddy Disadap Secara Ilegal

Emang Bangke eks Kapolri, Ponsel Presiden dan Teddy Disadap Secara Ilegal

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Luar biasa bangke eks Kapolri, LSP, kita sebut saja Listyo, karena udah tahu semua. Kelakuan kayak malaikat, ternyata penjahat. Mungkin inilah rajanya oknum. Bayangkan telepon Presiden Prabowo, Teddy Indra Wijaya, dan sejumlah ketua partai, disadap secara ilegal. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Mabes Polri mengumumkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik. Pengumuman disampaikan Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, 3 November 2026 malam.

 

Tiga inisial yang diumumkan adalah LSP, ASN, dan EH. Sementara SU masih diperiksa sebagai saksi. Dalam materi yang beredar, ketiga inisial itu dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Santoso. Namun, identitas tersebut tetap harus menunggu konfirmasi resmi berdasarkan dokumen penyidikan.

 

Nah, ente jangan buru-buru pingsan. Kita masuk ke bagian yang membuat bulu kuduk berdiri seperti melihat hantu kuntilanak.

 

Penyidik Bareskrim mengaku menggunakan scientific investigation. Sudah memeriksa 10 saksi dan tiga ahli. Barang bukti yang disita terdiri dari 11 ponsel, satu iPad, dan beberapa flashdisk.

 

Sebelas ponsel, wak! Itu bukan lagi koleksi HP, tetapi sudah seperti konter berjalan. Tinggal pasang spanduk, buka paket data, jual pulsa, selesai perkara!

 

Namun, yang bikin cerita ini mendadak berkelas internasional adalah dugaan, penyadapan menyasar nomor Presiden Prabowo Subianto, Teddy, Pejabat negara, Tokoh politik, Media (industri media/jurnalis), Tokoh organisasi masyarakat (ormas), LSM, dan pengusaha. Dugaan aktivitas itu berlangsung pada 2025 hingga 2026. Lebih menarik lagi, sekitar Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan file hasil penyadapan.

 

Lho, lho, lho! Sudah menyadap, kemudian file dihapus. Ini operasi intelijen atau kegiatan bersih-bersih kamar menjelang Lebaran?

 

Menurut materi perkara, penyadapan tersebut tidak berkaitan dengan proses penegakan hukum dan tidak mengikuti prosedur Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010. Kalau benar begitu, persoalannya bukan sekadar siapa mendengar percakapan siapa. Pertanyaan besarnya, siapa yang punya kepentingan, apa motifnya, dan ke mana informasi itu mengalir?

 

Nuan bayangkan, Presiden menelepon seseorang, tetapi ada pihak lain ikut mendengarkan. Presiden kirim pesan, ada kemungkinan orang lain ikut membaca. Kalau sampai Presiden memesan nasi goreng, jangan-jangan tukang nasinya ikut diperiksa sebagai saksi!

 

Konspirasi tingkat dewa mulai menggoda imajinasi. Apakah ini persaingan internal? Ada kelompok yang sedang mengumpulkan informasi? Atau ada operasi senyap yang justru kebablasan menyentuh jantung kekuasaan?

 

Semua itu masih pertanyaan, bukan kesimpulan. Jangan sampai teori konspirasi lebih cepat lulus dari penyidiknya.

 

Yang menarik, Kadiv Humas menegaskan penanganan perkara ini merupakan bagian dari program bersih ke dalam. Artinya, rumah sendiri juga harus diperiksa. Jangan cuma sibuk menyapu halaman, ternyata gudang belakang menyimpan mesin penyedot rahasia!

 

Wak, satu hal harus jelas, keamanan komunikasi Presiden bukan perkara main-main. Jika dugaan ini terbukti, persoalannya menyangkut kepercayaan terhadap institusi dan perlindungan informasi negara.

 

Seruput Koptagul! Dalam film mata-mata, musuh biasanya datang dari luar. Tetapi kalau perkara ini benar melibatkan orang dari lingkungan sendiri, ceritanya menjadi jauh lebih rumit. Jangan-jangan selama ini semua orang sibuk mencari penyusup, sementara yang dicari sedang duduk semeja, ikut minum kopi, ikut tertawa dan tepuk tangan paling keras!

 

“Bang, keluarga korban KM50 mungkin sujud syukur ya.”

 

“Tak tahu juga, wak. Pastinya karma itu nyata.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UIN Bandung Ajak Pembimbing Haji Jangan Over Lap

    Rektor UIN Bandung Ajak Pembimbing Haji Jangan Over Lap

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Sertifikasi pembimbing haji dan umrah profesional yang digelar di penghujung tahun 2024 merupakan angkatan XX mandiri. Kali ini kegiatan rutinan ini terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat dengan Forum Komunikasi (FK) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dengan Fakultas Dakwah dan […]

  • Konferensi Mahasiswa ke-3 Digelar Virtual Besok

    Konferensi Mahasiswa ke-3 Digelar Virtual Besok

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG, Konferensi Mahasiswa adalah agenda tahunan forum ilmiah mahasiswa. Ia merupakan rangkaian peristiwa kepenulisan artikel dan publikasi ilmiah berbasis riset kolaboratif dosen dan mahasiswa. Agenda 1 tahun 2020 level lokal. Agenda 2 tahun 2021 sudah mulai menggandeng mahasiswa lintas pendidikan tinggi dalam negeri. Saat ini, agenda 3 tahun 2022 sedang diupayakan menjangkau akademisi mancanegara. Mahasiswa […]

  • Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Jurnal ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus unjuk prestasi. Ada enam jurnal yang kini menduduki peringkat 10 besar tingkat Asia dalam bidang religious studies atau kajian keagamaan. Empat di antaranya meraih peringkat tertinggi pada Q1 (Quartile 1). Selain itu, ada dua jurnal yang berada di peringkat Q2 dan dua jurnal di Q3. Sedang […]

  • Libatkan 340 Pelaku Usaha, Pasar Kreatif Bandung 2025 Hadir di 8 Mal

    Libatkan 340 Pelaku Usaha, Pasar Kreatif Bandung 2025 Hadir di 8 Mal

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung kembali menggelar pasar kreatif tahun ini, dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, jumlah pusat perbelanjaan yang ikut serta meningkat dari enam menjadi delapan mal. “Dua mal baru yang bergabung tahun ini adalah Botanical dan Summarecon […]

  • Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Maslani, Dosen S2 PAI UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kerusakan lingkungan akibat penambangan emas yang eksploitatif, pencemaran, dan pemanasan global bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga cerminan lemahnya kesadaran sosial masyarakat. Ketika alam dieksploitasi tanpa batas, yang terancam bukan hanya lingkungan, melainkan juga kehidupan sosial dan kesejahteraan bersama. Di tengah situasi ini, lembaga pendidikan seperti pesantren dituntut untuk mengambil peran nyata: membangun […]

  • Asyik Kemenag Buka Pasaraya Ramadan Competition

    Asyik Kemenag Buka Pasaraya Ramadan Competition

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1446 H, Direktorat Pesantren mengajak santri dan masyarakat umum ikut berpartisipasi unjuk kreasi pada program Pasaraya Ramadan Competition. Ini merupakan program kompetisi foto dan video. Direktur Pesantren, Basnang Said menuturkan bahwa kompetisi foto dan video ini terbuka untuk seluruh santri dan umum. “Saya mengajak pada semua kalangan santri […]

expand_less