Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR Kanal31.com — Ikutan ngegosip jadinya. Ini gara-gara KPK, kenapa sih nyebut Aura Kasih. Cobalah sebut Aura Faming, beda jadinya. Mari kita mengenal artis satu anak ini sambil seruput Koptagul, wak!

 

Nama Aura Kasih mendadak terdengar seperti lonceng tua di Gedung Sate. Biasa saja selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba berdentang keras dan semua orang menoleh. Bukan karena lagu baru, bukan karena film anyar, melainkan karena KPK membuka peluang memanggilnya untuk mengonfirmasi dugaan aliran uang dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Di titik ini, Aura Kasih bukan tokoh pinggiran, melainkan pusat perhatian. Wajar jika publik perlu mengenalnya secara utuh, bukan sekadar sebagai “penyanyi yang namanya disebut KPK”.

 

Aura Kasih lahir di Bandung pada 26 Februari 1987. Kota yang sama dengan Gedung Sate, Braga, dan Dago, seolah menjadi metafora hidupnya, naik turun, ramai, dan penuh sorotan. Ia dikenal sebagai penyanyi pop dengan karakter suara sensual dan citra berani yang sejak awal karier memang dekat dengan kontroversi. Album debutnya, Malaikat Penggoda yang dirilis pada 2008, langsung melejitkan namanya. Lagu-lagunya seperti “Mari Bercinta”, “Asmara”, dan “Pemilik Hati” menjadikannya ikon pop era itu, sekaligus figur yang tak pernah sepi komentar publik.

 

Tak berhenti di musik, Aura Kasih merambah dunia akting. Ia membintangi sejumlah film dan sinetron, di antaranya Asmara Dua Diana dan Radio Galau FM. Dari panggung ke layar lebar, dari konser ke karpet merah, ia membangun karier di industri hiburan dengan satu modal utama, popularitas yang konsisten. Popularitas inilah yang membuat namanya terasa kontras ketika muncul dalam pusaran penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023 senilai Rp409 miliar, dengan dugaan Rp222 miliar atau lebih dari 50 persen digunakan tidak sebagaimana mestinya dan mengalir menjadi dana nonbudjeter.

 

Dalam kehidupan pribadi, Aura Kasih juga akrab dengan sorotan. Ia pernah menikah dengan Eryck Amaral, seorang pengusaha asal Brasil, pada 2018 dan resmi berpisah pada 2021. Dari pernikahan itu, ia memiliki seorang putri bernama Arabella. Kisah rumah tangganya kerap menjadi konsumsi publik, menegaskan bahwa hidupnya memang selalu berada di ruang terbuka, seperti Alun-Alun Bandung, siapa pun boleh melihat, menilai, dan berkomentar.

 

Ketika KPK, melalui juru bicaranya Budi Prasetyo, menyebut kemungkinan memanggil Aura Kasih, konteksnya sangat spesifik. Konfirmasi informasi dugaan aliran uang. Statusnya bukan tersangka, bukan pula saksi yang sudah dipanggil, melainkan pihak yang mungkin dimintai klarifikasi jika bukti permulaan dinilai cukup. KPK menegaskan, informasi dari masyarakat masih diuji dan meminta data awal yang valid. Ini penting dicatat agar publik tidak terjebak pada kesimpulan liar hanya karena nama besar bertemu lembaga antirasuah.

 

Di sinilah Aura Kasih menjadi simbol menarik. Ia mewakili pertemuan dunia hiburan dengan dunia kekuasaan, dua ruang yang sering dianggap terpisah. Padahal, nyatanya bisa bersinggungan. Seperti Jalan Asia Afrika yang mempertemukan sejarah, pariwisata, dan politik dalam satu ruas, nama Aura Kasih kini berada di persimpangan antara citra selebritas dan proses hukum. Bukan sebagai inti perkara, tetapi sebagai potongan puzzle yang sedang diperiksa.

 

Dengan mengenal profilnya secara lengkap, publik bisa melihat bahwa yang sedang terjadi bukan sekadar gosip selebritas, melainkan proses klarifikasi dalam kasus besar. Aura Kasih tetap Aura Kasih, penyanyi asal Bandung, figur pop dengan karier panjang dan kehidupan yang selalu disorot. Bedanya, kali ini sorotan datang dari Gedung Merah Putih KPK, bukan dari lampu panggung. Justru di situlah rasa “baru tahu” itu muncul dalam cerita korupsi ratusan miliar, bahkan ikon pop pun bisa ikut disebut dalam bab yang tak pernah mereka rencanakan.

 

Sumber foto: msn.com

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebanyakan Tampil Bicara Kehilangan Wibawa

    Kebanyakan Tampil Bicara Kehilangan Wibawa

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Ada satu hukum tua dalam dunia kepemimpinan: kekuasaan dapat dipaksakan, tetapi kewibawaan hanya dapat dipelihara.   Dan kewibawaan memiliki rahasia yang sering dilupakan oleh mereka yang memegang kuasa: ia membutuhkan “jarak”.   Bukan jarak yang berarti menjauh dari rakyat, bukan pula jarak yang lahir dari kesombongan. Tetapi jarak simbolik—ruang yang membuat seseorang tetap […]

  • Pakar Kesehatan UGM Berikan Tips Kelola, Konsumsi Buah dan Sayuran

    Pakar Kesehatan UGM Berikan Tips Kelola, Konsumsi Buah dan Sayuran

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Hari Buah Sedunia diperingati pada 1 Juli tiap tahunnya. Berdasarkan laman International Fruit Day, Hari Buah Sedunia pertama kali dirayakan 1 Juli 2007 di Berlin dimana terdapat beberapa orang berbagi buah favorit mereka dengan orang-orang. Tujuannya adalah untuk berbagi buah dalam simpati dan kegembiraan dengan keluarga, teman atau orang yang membutuhkan. Kemudian, Perserikatan Bangsa-Bangsa […]

  • Agama Jadi Penjaga Harmoni

    Agama Jadi Penjaga Harmoni

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BONE Kanal31.com– Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta jajarannya menjadi teladan sekaligus penjaga harmoni dan kerukunan. Pesan ini disampaikan Menag saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta melepas Jalan Santai Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut Menag, peringatan HAB bukan semata seremoni tahunan, tetapi momentum […]

  • Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KEDIRI Seorang peneliti dan jurnalis menggelar pameran foto bunga anggrek berdasar penelitiannya selama 12 hari di Papua. Tidak hanya foto, sejumlah spesimen anggrek yang belum memiliki nama juga dipamerkan. Sedikitnya ada 25 foto anggrek yang dipamerkan, 7 di antaranya merupakan jenis anggrek asal papua yang baru ditemukan dan belum mempunyai nama. 25 karya foto anggrek […]

  • UIN SGD Gelar Seminar Internasional, Teladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan

    UIN SGD Gelar Seminar Internasional, Teladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG,  kanal31.com — Dalam upaya menumbuhkan semangat dakwah dan memperkuat tradisi keilmuan di kalangan mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) bekerja sama dengan Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Bingkai Fidkom) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar Seminar Internasional bertajuk “Meneladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan” di Masjid Ikomah […]

  • Ini Alasannya Indonesia Berpotensi Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Baru

    Ini Alasannya Indonesia Berpotensi Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi epicentrum baru bagi peradaban modern dunia Islam. Menurut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pandangan strategis tersebut berlandaskan pada beberapa faktor keunggulan domestik yang terdata stabil di tengah dinamika geopolitik global. Faktor utama yang mendasari optimisme ini adalah ketahanan makroekonomi nasional yang sangat kuat. Di saat […]

expand_less