Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT KANAL31.COM — Tahun ajaran baru sudah memasuki bulan kedua. Gesekan pertemanan mulai terasa. Meski sudah dibekali materi anti bully, tapi bibit-bibitnya masih ditemui. Sesuatu yang wajar, tak mudah mengubah budaya yg sudah terbentuk dan terbawa dari pengalaman sebelumnya.

Di akhir pekan seperti biasa saya menyampaikan tausiah bada magrib. Saya meminta dua orang santri untuk membantu sebuah simulasi.

Santri pertama saya beri sebotol coca cola, santri kedua saya beri sebotol air mineral. Setelah mereka membuka botolnya, saya beri mereka masing-masing permen mentos untuk dimasukkan ke botolnya.

Santri-santri lain yang menyaksikan, langsung berkerubung ingin melihat apa yang terjadi.

Dari botol coca cola terlihat busa membuncah seperti lava yang keluar dari gunung merapi. Sementara botol berisi air mineral tidak ada reaksi apa-apa. Santui saja.

Dari simulasi ini, saya melempar pertanyaan, “Apa yang beda dari dua botol ini?”

“Reaksinya…” kata beberapa santri

Lalu saya susul dengan pertanyaan, “Mengapa reaksinya berbeda?”

“Karena yang satu air bening, yang satu air coklat”

Menanggapi itu saya kembali mengeluarkan sebotol air, kini air sprite. Lalu saya minta seorang santri untuk memasukkan mentos. Alhasil reaksinya sama dengan botol coca cola.

“Sprite ini jernih juga spt air mineral tapi mengapa reaksinya seperti coca cola?”

“Karena ada soda dan gula” kata beberapa santri.

Yup, yang membedakan reaksi itu bukan botolnya, bukan warnanya. Tapi kandungan dalam air itu.

Lalu saya bertanya lagi, yang menyebabkan reaksi membludak keluar itu apakah mentosnya atau airnya?

Sebagian santri ada yang berpendapat mentosnya, ada juga yang berpendapat airnya.

Kepada yang mengatakan bahwa mentos adalah penyebabnya, saya bertanya mengapa air mineral tetap santuy saja? Lalu mereka sadar bahwa masalahnya bukan di mentos tapi di airnya.

Sampai sana para santri sudah mulai bisa menebak ke mana saya bicara.

Jika mentos itu adalah masalah yang kita hadapi sehari-hari, kira-kira apakah kita bereaksi seperti air mineral atau air bersoda? Apakah kita tetap tenang atau langsung nyemprot?

Apa yang keluar dari mulut kita, apa reaksi kita terhadap masalah, ditentukan “air” jenis apa yang ada dalam pikiran kita. Teko berisi air comberan akan mengeluarkan air comberan. Botol berisi air sagar akan mengeluarkan air menyegarkan.

Selanjutnya saya meminta seorang santri untuk maju lagi. Saya berikan padanya coca cola kaleng, dan memintanya untuk mengguncang-guncangkannya.

“Jika kita buka kaleng ini, pasti airnya akan menyenbur. Bagaimana kira-kira agar tidak menyembur?”

Lalu seorang santri maju mengajukan solusi. Santri ini menjentik-jentik kaleng. Memutar-mutarnya. Mendiamkan kaleng itu sejenak. Setelah beberapa menit baru dia membukanya. Betul saja coca cola itu tidak menyembur. Saat ditanya mengapa tidak menyembur, dia menjawab:

“Saat air soda ini dikocok, maka akan menghasilkan gelembung-gelembung yang menempel di dinding kaleng. Karena itu saya ketuk-ketuk dinding kalengnya agar gelembungnya pecah.”

Penjelasan itu hal baru untuk saya. Tapi pada intinya agar air tak menyembur, kita harus diamkan dan tenangkan dulu kalengnya.

Jika kita masih merasa diri kita air soda, maka saat mendapat guncangan, jangan langsung buka mulut kita. Karena kemungkinan besar yang akan keluar adalah semburan soda berupa kata-kata mengumpat atau menyerang. Lebih baik dinginkan dulu.

Di bagian akhir saya membuang air-air soda tadi dan mengajak santri-santri untuk mengisi botol dalam pikirannya dengan air yang jernih. Agar saat diguncang, atau dimasukkan mentos, tetap santui dan tenang. Itulah sikap Hilm, salah satu sifat Rasulullah Saw. Tetap santui meski dilempar mentos atau diguncang-guncang.

Sesi pun ditutup dengan membaca dan menghapal sebuah mahfuzhat “Man hasuna lisaanuhu, katsuro shodiiquhu” yang artinya, “Yang baik lisannya, maka banyak temannya”.

Irfan Amalee, Peacesantren Welas Asih (Komplek Griya Sanding Indah) Desa Sukarasa, Samarang Kabupaten Garut

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unik! Terjunkan Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 79, UIN Walisongo Hadirkan Kolaborasi Internasional

    Unik! Terjunkan Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 79, UIN Walisongo Hadirkan Kolaborasi Internasional

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM UIN Walisongo Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat terjunkan sejumlah 955 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ke beberapa kecamatan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Selasa, (20/9/2022). KKN Reguler tahun ini cukup istimewa, dengan adanya kolaborasi dengan 3 mahasiswa UIN Sunan […]

  • Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-PURWOKERTO Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) yang didirikan dan dikembangkan oleh tim jurnal Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sejak tahun 2006 terus berkembang serta berhasil terindeks di Scopus. Ketua Dewan Editor Jurnal Keperawatan Soedirman Ns. Mekar Dwi Anggraeni, M.Kep., Ph.D. mengatakan JKS merupakan jurnal peer review dan open access yang […]

  • Agustus 2022, UIN Bandung Siap Gelar PESONA I PTKN

    Agustus 2022, UIN Bandung Siap Gelar PESONA I PTKN

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Kesiapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menyelenggarakan Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 sudah mencapai 70% (tujuh puluh persen). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M. Ag., Kamis (09/06/2022). Sebagaimana diketahui UIN Sunan Gunung […]

  • Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    DEPOK kanal31.com –Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama membuka kesempatan bagi mahasiswa perempuan untuk mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Hal itu dikatakan Kepala Puspenma Ruchman Basori, pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, di Hall Asrama Mahasiswa IIQ Jakarta, Parung. “Jangan lama-lama kuliah di IIQ […]

  • Menjaga dan Menyuburkan Amalan Baik di Penghujung Syaban

    Menjaga dan Menyuburkan Amalan Baik di Penghujung Syaban

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah, Pada hari yang penuh berkah ini, khatib menyeru kepada jamaah Jumat sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. Yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa tersebut, kita diberikan jalan keluar setiap perkara yang kita hadapi. Dan dengan takwa juga kita dilimpahi rezeki yang tidak […]

  • Lupa Bawa Teks, Rektor Ulangi Pidato di Acara Pembukaan Orientasi P3K

    Lupa Bawa Teks, Rektor Ulangi Pidato di Acara Pembukaan Orientasi P3K

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — BANDUNG — Ada kejadian lucu saat Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Aula Anwar Musaddad Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Kamis (25/01/2024). Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr.Rosihon Anwar M.A saat memberi sambutan dalam acara tersebut sempat mengulangi pidato sambutannya gara-gara lupa dengan teks pidato yang dibawanya. […]

expand_less