Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Tulisan ke-28 Edisi Ramadan. Kisah sahabat kali ini, tentang komandan perang yang cerdas. Dalam keadaan sakit ia memimpin perang untuk menaklukkan imperium raksasa. Dialah sang pembuka gerbang Persia. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Sejarah kadang punya cara unik menertawakan manusia. Di satu sisi, banyak tokoh modern sibuk mengukur kehebatan lewat jumlah baliho, kursi kekuasaan, dan konferensi pers yang panjangnya seperti skripsi mahasiswa tingkat akhir. Di sisi lain, sejarah Islam menampilkan sosok sederhana bernama Sa’ad bin Abi Waqqash. Seorang pemuda yang tidak punya tim buzzer, tidak punya konsultan politik, tetapi justru membuka gerbang runtuhnya salah satu imperium terbesar dunia.

 

Lahir di Mekkah sekitar tahun 595 M, Sa’ad berasal dari kabilah Bani Zuhrah, klan yang juga menjadi keluarga dari ibunda Nabi, Aminah binti Wahb. Artinya, secara kekerabatan ia masih paman Rasulullah dari jalur ibu. Namun, jangan bayangkan karier Sa’ad lahir dari nepotisme keluarga. Tidak ada jalur cepat kekuasaan di masa itu. Yang ada justru jalur cepat menuju penderitaan.

 

Pada usia sekitar 17 tahun, Sa’ad memeluk Islam melalui dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq. Nuan bayangkan suasana Mekkah saat itu, Islam masih kecil, pengikutnya sedikit, tekanan Quraisy seperti badai gurun yang tidak kenal ampun. Masuk Islam bukan tiket popularitas, melainkan tiket menuju penganiayaan.

 

Namun Sa’ad tidak mundur. Ia pernah berkata dengan bangga, dirinya termasuk orang yang paling awal masuk Islam. Keberanian seperti ini jarang muncul di zaman yang terlalu sibuk menghitung risiko politik.

 

Ujian terbesar justru datang dari rumah sendiri. Ibunya marah besar saat mengetahui anaknya masuk Islam. Ia bersumpah tidak akan makan dan minum sampai Sa’ad meninggalkan agama baru itu. Drama keluarga ini mungkin jika terjadi hari ini sudah menjadi sinetron religi sepanjang 40 episode.

 

Sa’ad tetap teguh. Ia berkata kepada ibunya, jika ibunya memiliki seratus nyawa lalu satu per satu keluar dari tubuhnya, ia tetap tidak akan meninggalkan Islam. Keteguhan itu kemudian menjadi latar turunnya ayat dalam Alquran, khususnya dalam Surah Luqman ayat 14–15: manusia wajib berbakti kepada orang tua, tetapi ketaatan kepada Allah tidak boleh dikalahkan oleh tekanan siapa pun.

 

Di titik ini Sa’ad mengajarkan satu pelajaran penting yang kadang dilupakan banyak orang, hormat kepada orang tua bukan berarti menyerahkan prinsip hidup.

 

Selain dikenal karena keteguhan imannya, Sa’ad juga punya keahlian yang membuat musuh Islam sering menelan ludah, memanah. Ia dikenal sebagai pemanah ulung. Bahkan dalam beberapa riwayat disebut sebagai orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah.

 

Dalam berbagai peperangan bersama Rasulullah, mulai dari Badr, Uhud, hingga pembebasan Mekkah, Sa’ad selalu berada di barisan depan. Rasulullah pernah berkata kepadanya, “Lemparlah panah, wahai Sa’ad. Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.” Pujian seperti itu bukan kalimat motivasi seminar. Itu pengakuan langsung dari Nabi terhadap keberanian seorang sahabat.

 

Namun bab paling epik dari kisah Sa’ad terjadi setelah wafatnya Nabi. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ia ditunjuk memimpin pasukan besar menghadapi Kekaisaran Persia. Ini bukan lawan kecil. Yang dihadapi adalah imperium raksasa dengan sejarah panjang, tentara besar, dan reputasi militer yang membuat banyak bangsa gemetar.

 

Puncaknya terjadi dalam Pertempuran Qadisiyyah tahun 636 M. Di sinilah sejarah seolah ingin membuat cerita yang agak absurd tetapi nyata, panglima pasukan Muslim memimpin perang dalam keadaan sakit rematik parah. Ia tidak bisa menunggang kuda. Sa’ad memimpin dari sebuah tenda.

 

Namun strategi dan keteguhannya justru membuat pasukan Muslim menang telak. Kemenangan ini membuka jalan menuju runtuhnya kekuasaan Kekaisaran Sassaniyah, imperium Persia yang telah berdiri berabad-abad. Dari kemenangan itu pula lahir kota militer baru bernama Kufah, yang kelak menjadi pusat penting peradaban Islam.

 

Di titik inilah Sa’ad pantas disebut Sang Pembuka Gerbang Persia. Ia bukan sekadar panglima perang, tetapi tokoh yang mengubah arah sejarah dunia.

 

Yang membuat kisah ini semakin epik adalah penutup hidupnya. Sa’ad termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin surga. Ia wafat sekitar tahun 675 M pada usia sekitar 80 tahun. Meski pernah memimpin kemenangan besar dan memiliki harta dari ghanimah perang, ia hidup sederhana.

 

Bahkan ia berwasiat agar dikuburkan dengan pakaian sederhana yang pernah dipakainya sejak zaman Nabi. Seolah-olah ia ingin memberi pesan kepada generasi setelahnya, kejayaan tidak selalu harus dipamerkan dengan istana, jabatan, atau simbol kekuasaan.

 

Kadang-kadang, sejarah justru lebih menghormati seorang pemanah sederhana yang membuka gerbang sebuah imperium, daripada orang-orang yang hanya sibuk membuka pintu ruang rapat.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Dadan Rusmana, Denyut Nadi Warga Kampus UIN Bandung

    Prof. Dadan Rusmana, Denyut Nadi Warga Kampus UIN Bandung

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    RASA bahagia saat ini tengah menyelimuti sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pasalnya, Dr Dadan Rusmana, M.Ag, dosen Fakultas Adab dan Humaniora yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I, baru-baru ini meraih Surat Keputusan (SK) Guru Besar bidang Pendidikan Islam Nusantara dari Kementerian Agama RI, dengan No SK 169695/MA/KP07.6/03/2025. Kenaikan jabatan fungsional ini tentu […]

  • FGD Pascasarjana UIN SGD, Bangun Kolaborasi Sektor Perbankan dan Filantropi melalui Peluang Transformasi Digital

    FGD Pascasarjana UIN SGD, Bangun Kolaborasi Sektor Perbankan dan Filantropi melalui Peluang Transformasi Digital

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan dalam berbagai sektor, termasuk perbankan dan filantropi. Digitalisasi perbankan mendorong efisiensi operasional, inklusi keuangan, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. Di sektor filantropi, digitalisasi mendorong transparansi, kemudahan distribusi dana, dan optimalisasi penggalangan dana melalui platform daring. Demikian kata Gina Sakinah, S.E.Sy, MM, ketua penyenggara Focus Group Discussion (FGD) yang […]

  • Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Tadi siang saya bikin quote, kalau ente merasa telur ayam naik, bertelur sendiri. Warga Koptagul mendidih. Sekarang quote baru, “Kalau merasa hukum tak bisa lagi adil, bikin hukum sendiri.” Quote ngaco jangan disitasi ya!   Kalau Piala Dunia nanti pukul 04.00 pagi mempertemukan Prancis melawan Inggris untuk berebut posisi ketiga, hukum Indonesia […]

  • Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COMWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyeru seluruh warga bangsa untuk terus menjaga Indonesia sekaligus merawat keragaman dan kebhinekaan. Seruan ini disampaikan Zainut Tauhid saat menyampaikan sambutan pada Istighatsah dan Pembacaan Asma Ya Wadud 1 Miliar, dalam rangka Tasyakuran Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, di Masjid Agung Baitul Faizin Komplek Pemda Cibinong Jawa Barat. Istighitsah […]

  • HES UIN Bandung Selalu Hadir jadi Mitra Strategis Pembangunan Hukum dan Pemberdayaan Umat

    HES UIN Bandung Selalu Hadir jadi Mitra Strategis Pembangunan Hukum dan Pemberdayaan Umat

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Untuk meningkatkan literasi hukum dan memperkuat peran kampus dalam pemberdayaan masyarakat, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Penguatan Desa Sadar Hukum (Sdarkum), di GOR Cisoli Pamoyanan Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (19/11/2025). Sadarkum ini menghadirkan […]

  • Hore! Baznas Luncurkan 10 Ribu Beasiswa Santri. Yuk Ikutan?

    Hore! Baznas Luncurkan 10 Ribu Beasiswa Santri. Yuk Ikutan?

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis program 10.000 beasiswa santri. Pemberian beasiswa dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat (LAZ) 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta. “Beasiswa ini menjadi kado bagi Hari Santri 2024. Dan semoga LAZ lainnya bisa mengikuti,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya, Kamis (17/10/2024). “Di ujung masa […]

expand_less