Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Tak Punya Pacar, Tak Pernah Gituan, Eh…Santriwati Tiba-tiba Hamil

Tak Punya Pacar, Tak Pernah Gituan, Eh…Santriwati Tiba-tiba Hamil

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Tak punya pacar, lalu tak pernah gituan lagi, tiba-tiba hamil. Sambil seruput Koptagul, silakan mikir, wak. Otak saya lagi parkir ni, ups.

Jagat maya Pekalongan mendadak berubah jadi laboratorium teori paling absurd se-Asia Tenggara. Ini setelah muncul kabar seorang santriwati berinisial F (22), warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, yang disebut hamil sampai melahirkan. Padahal, tidak punya pacar dan mengaku tidak pernah “gituan” dengan laki-laki mana pun.

Begitu berita ini muncul, netizen Indonesia langsung kehilangan arah hidup selama beberapa jam. Timeline media sosial yang biasanya penuh debat politik, harga sawit anjlok, dan video kucing joget mendadak berubah menjadi seminar nasional bertema, “Apakah bunga tidur kini sudah upgrade fitur?”

Tiktok panas. Facebook ngamuk. IG meledak. Grup WA ormas lebih aktif dari rapat kabinet. Bahkan bapak-bapak yang biasanya cuma kirim stiker “selamat pagi” kini mendadak jadi profesor biologi dadakan sambil mengetik panjang lebar dengan dua jari.

Kasus ini makin bikin kepala cenat-cenut setelah pihak keluarga akhirnya buka suara dalam pertemuan di rumah mereka pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Klarifikasi itu didampingi Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, dan pihak Polsek Karangdadap.

Ayah F yang berinisial S menjelaskan, putrinya mengaku sama sekali tidak pernah melakukan hubungan dengan laki-laki mana pun. Menurut pengakuan keluarga, semua ini bermula dari mimpi-mimpi yang sering dialami F, baik saat masih di pondok pesantren maupun ketika berada di rumah.

Nah, di titik inilah netizen Indonesia resmi pecah jadi beberapa aliran pemikiran. Kelompok pertama langsung percaya penuh. Mereka menulis caption panjang tentang kuasa Tuhan, takdir, dan misteri kehidupan sambil menambahkan emoji menangis tiga ember.

Kelompok kedua mulai panik membuka buku IPA kelas 8 SMP sambil berkeringat dingin. Ada yang sampai mencari diagram reproduksi manusia di Google pukul dua pagi seperti mahasiswa dikejar dosen killer.

Kelompok ketiga adalah yang paling berbahaya, kaum meme. Mereka bergerak lebih cepat dari rudal hipersonic Iran.

Belum satu jam viral, sudah muncul tulisan, “Kalau mimpi bisa bikin hamil, rakyat Indonesia harusnya sudah melahirkan rumah subsidi, Alphard, dan hidup tanpa cicilan.”

Yang lain menimpali, “Untung mimpi saya cuma dikejar mantan dan debt collector.”

Bahkan kaum jomblo nasional langsung mengalami krisis kepercayaan diri massal. Selama ini mereka berpikir tidak punya pacar berarti hidup aman dan tenteram. Ternyata sekarang mereka mulai tidur sambil baca doa, pakai jaket tebal, dan sesekali cek perut sendiri.

“Wak, sekarang tidur aja terasa risky.”

Yang paling ajaib memang netizen politik. Apa pun di negeri ini selalu bisa disambungkan ke pemerintah. Ada yang menulis, “Negara sedang efisiensi. Bahkan proses punya anak pun kini tanpa pacar.”

Ada lagi, “Ini program hilirisasi hubungan.”

Entah apa hubungannya, tapi beginilah Indonesia. Negeri tempat logika kadang cuma jadi figuran.

Menurut keluarga, tanda-tanda kehamilan mulai terlihat sejak September 2025 setelah F berhenti mengalami haid. Seiring waktu, ia kemudian melahirkan bayi laki-laki di Klinik Imamah, Kecamatan Doro. Bayi itu kini disebut sudah diadopsi secara resmi oleh keluarga di Banjarnegara.

Ayah F juga menegaskan keluarganya ikhlas menerima semua ini sebagai takdir. Kalimat paling menghantam justru ketika ia berkata, “Kalau kami harus menuntut, menuntut siapa? Pacarnya saja dia tidak punya.”

Duarrr!

Kalimat itu menghantam jutaan jomblo Indonesia lebih keras dari notifikasi tagihan pinjol tanggal tua.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, tetap santai menghadapi situasi yang sudah bikin satu republik jungkir balik logika. “Ya adem, biasa,” katanya.

Biasa dari mana, Pak Kades?! Satu Indonesia sudah seperti habis minum kopi campur bensin.

Hingga kini belum ada penjelasan medis maupun keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kehamilan tersebut. Semua yang disampaikan keluarga berdasarkan pengakuan pribadi yang mereka yakini.

Begitulah Indonesia. Negeri penuh drama, teori, meme, dan keajaiban. Tempat rakyat kecil menghadapi hidup yang makin absurd dengan satu senjata utama, ketawa dulu, pusing belakangan.

Foto Ai hanya ilustrasi

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag : Alumni PTKI Jadi Garda Terdepan Lawan Ideologi Intoleransi

    Menag : Alumni PTKI Jadi Garda Terdepan Lawan Ideologi Intoleransi

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berpesan agar alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menjadi garda terdepan dalam melawan ideologi intoleran. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke – 65, Magister ke-38, dan Doktor ke-14 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Acara berlangsung di Gedung […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Keren! Raih Gelar Sarjana di Usia 20 Tahun, Jeane Wanggai Jadi Wisudawan Termuda ITB

    Keren! Raih Gelar Sarjana di Usia 20 Tahun, Jeane Wanggai Jadi Wisudawan Termuda ITB

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Pada wisuda ketiga Institut Teknologi Bandung tahun akademik 2021/2022 , Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai meraih predikat sebagai wisudawan termuda dengan usia baru 20 tahun. Jeane, begitu ia akrab disapa. Ia merupakan mahasiswi angkatan 2018 yang menamatkan kuliah sarjananya di program studi Teknik Lingkungan. Kepada reporter Humas ITB, gadis asal Papua tersebut merasa […]

  • UIN Bandung Perkuat Rekognisi Global lewat Kiprah Dosen Akuntansi Syariah

    UIN Bandung Perkuat Rekognisi Global lewat Kiprah Dosen Akuntansi Syariah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat rekognisi internasional dan jejaring akademik global terus diwujudkan melalui kiprah dosennya di berbagai forum internasional. Dosen homebase Program Studi Akuntansi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ramadhani Irma Tripalupi, S.E., M.M., aktif menjadi speaker sekaligus terlibat dalam berbagai […]

  • Academic Writing Class 2022 # 2

    Academic Writing Class 2022 # 2

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar
  • Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Peneliti sejarah sekaligus penulis, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa lahan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo sejak awal bukan merupakan milik individu, melainkan berasal dari taman kota yang dibangun oleh pemerintah. Yudi menjelaskan, sebelum menjadi kebun binatang, kawasan tersebut merupakan taman yang dibuat khusus oleh pemerintah kota sebagai hadiah peringatan 25 tahun Kota Bandung […]

expand_less