Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Gus Yahya: Tidak Cukup Jadikan NU sebagai Organisasi Canggih, Tapi Kuat dan Beradab

Gus Yahya: Tidak Cukup Jadikan NU sebagai Organisasi Canggih, Tapi Kuat dan Beradab

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tidak cukup hanya menjadikan NU sebagai organisasi yang canggih. Sebab, hal tersebut barangkali hanya bisa dinikmati oleh elite saja. Karenanya, perlu pemikiran untuk membangun peradaban untuk masa depan.

Hal demikian bisa lebih dinikmati kemaslahatannya di semua elemen masyarakat yang lebih luas. Demikian disampaikan Gus Yahya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Santika Dyandra Convention Center, Medan, Sumatra Utara, dilansir dari NU, Jumat (10/3/2023).

“Maka agar jangkauan lebih luas kita berpikiran membangun format peradaban, menyumbangkan sesuatu yang maslahat bagi pembangunan peradaban masa depan,” katanya.

Tak pelak, NU hadir di sana dalam rangka membangun peradaban masa depan yang lebih baik. Ia bercerita pernah ditanya seseorang saat dulu menjadi Katib Aam PBNU perihal alasan di balik NU enggan mengusung negara Islam. Padahal, NU merupakan organisasi Islam terbesar di negara mayoritas Muslim terbesar. Artinya, jika hal itu terwujud, tentu NU menjadi paling untung menurut orang yang bertanya itu.

Gus Yahya menegaskan bahwa para pendiri negeri telah bersepakat atas fondasi-fondasi negeri yang diambil dari elemen-elemen mulia berdasarkan latar belakang mereka masing-masing, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Liberalisme, Tradisionalisme, hingga Komunisme.

“Jadilah Pancasila dan UUD 1945,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu. Itulah kesepakatan yang sudah dibuat sejak sebelum Indonesia merdeka. Lebih lanjut, dalam berbagai forum yang pernah diikuti dengan berbagai macam topik dan agenda, ia berpikir menawarkan, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama.

“Kita hidup heterogen. Kenapa kita tidak berpikir yang sama? Berpikir tentang apa yang mulia untuk masa depan kita bersama? Kenapa kita tidak berpikir tentang ekonomi yang mulia dan bukan sekadar memperbesar akumulasi sumber daya, tetapi format ekonomi yang mulia,” katanya. Oleh karena itu, Gus Yahya mengajak seluruh peserta Rakernas LPTNU agar berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan. “Kita tidak bisa hanya mengerti tentang ilmu pengetahuan untuk meningkatkan persaingan,” katanya. “Kita punya mandat untuk berjuang agar ilmu pengetahuan kita kembangkan untuk kita sumbangkan bagi upaya mencapai kemuliaan bagi masa depan umat manusia,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

    Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Sebanyak 903 mahasiswa baru Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, termasuk 20 mahasiswa dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025, di Gedung KH Anwar Musaddad, Rabu (20/8/2025). Pembukaan Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025 dihadiri oleh unsur pimpinan: Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

  • Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

    Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Pada Tanggal 09 Oktober 2025 Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin mengelar acara Studium Generale Mahasiswa Baru tahun akademik 2025 dengan menghadirkan Pembicara Prof Dr H Mahmud M.Si (Rektor UIN Bandung 2015-2023). Dr Hj Ifa Faizah Rahmah M.Pd (Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta). Bapak Ruli Akmal Nugraha S.Ikom (Kepala […]

  • Zakat dan Wakaf Harus Jadi Kekuatan Pembangunan Nasional

    Zakat dan Wakaf Harus Jadi Kekuatan Pembangunan Nasional

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menegaskan bahwa zakat dan wakaf tidak lagi bisa diposisikan sebatas aktivitas kedermawanan umat, melainkan harus menjadi instrumen negara dalam mewujudkan keadilan sosial. Hal itu disampaikan Romo Syafi’i saat membuka Seminar Nasional Forum Manajemen Pengelolaan Zakat dan Wakaf di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Menurut Romo, potensi zakat dan wakaf […]

  • Inilah 5  Langkah Mudah Kelola dan Pilah Sampah dari Rumah

    Inilah 5 Langkah Mudah Kelola dan Pilah Sampah dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pemerintah Kota Bandung terus mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah nyata mengurangi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Edukasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan kota sekaligus membangun kebiasaan lingkungan yang berkelanjutan.   Ketua Tim Pengurangan Sampah DLH Kota Bandung, Syahriani, menegaskan bahwa […]

  • Top! UIN Jakarta Luncurkan Buku Narasi Ekonomi Perempuan Perdesaan

    Top! UIN Jakarta Luncurkan Buku Narasi Ekonomi Perempuan Perdesaan

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Lembaga sosial kemanusiaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta meluncurkan buku ‘Enablers for Muslim Women Economic Empowerment’ di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta, Senin (5/9/2022). Buku yang diterbitkan Palgrave Macmillan (2022) ini bertutur peran ekonomi perempuan di kawasan perdesaan Indonesia. Peluncuran buku dihadiri dan dibuka langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. […]

expand_less