Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Baru Kali Ini Nemu Wali Kota Ngamuk “Gua Segel Loe!”

Baru Kali Ini Nemu Wali Kota Ngamuk “Gua Segel Loe!”

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Biasanya kepala daerah suka jaim di hadapan publik. Beda dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia ngamuk, nunjuk-nunjuk pemilik kafe yang nebang 10 pohon mahoni. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, kang!

 

Saya baru kali ini melihat wali kota marah seperti sedang menjadi pemeran utama film bencana. Datangnya bukan diam-diam, tetapi membawa rombongan, Satpol PP, wartawan, dan kamera. Rasanya bukan inspeksi lapangan, melainkan konser rock yang tiketnya dibayar dengan rasa panik.

 

Farhan awalnya berkeliling memeriksa bekas sepuluh pohon mahoni yang ditebang tanpa izin di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau serta kawasan Cihapit. Yang tersisa hanya tunggul sudah ditutup semen dan rumput. Entah siapa punya ide itu. Mungkin pelakunya mengira menutup bekas pohon dengan rumput sama ampuhnya seperti menyembunyikan Gedung Sate memakai payung. Pohonnya hilang, logikanya ikut pensiun.

 

Lalu terdengar tawa. Seketika suasana berubah. Burung gereja mungkin langsung pindah domisili ke Lembang. Batagor terasa kehilangan gurihnya. Bahkan Tangkuban Parahu seolah mengintip sambil berkata, “Waduh, hari ini Bandung Lautan Amarah.”

 

Farhan pun meledak. “Gue segel nih tempatnya! Jangan ketawa lu! Gua serius gua segel nih tempat! Begitu terbukti ini tempat bayar orang potong pohon di sini, gua segel semuanya! Ketawa lu sekarang! Ayo ketawa!”

 

Kalimat itu meluncur seperti petir yang baru lulus pendidikan militer. Ada pula versi singkatnya cukup membuat lutut siapa pun mendadak lemas.

 

“Gua segel loe!”

 

Belum selesai. Ada seseorang langsung diperintahkan pergi. “Kalau lu masih kerja sama gue, keluar dari sini sekarang, jangan di situ lagi.”

 

Hari itu kopi mungkin masih hangat, tetapi suasananya sudah sedingin ruang sidang. Padahal alarm kemarahan sudah berbunyi sejak awal. “Wah, ini mah saya marah atuh. Ini saya marah sekali lihat ini.”

 

Lalu disusul kalimat yang memastikan urusan ini tidak berhenti sebagai tontonan. “Wah, tidak bisa dibiarkan ini. Akan kami pidanakan.”

 

Masih ada satu sindiran terasa seperti lemparan batu ke kolam. “Ini motong sembarangan, wani-wanian. Ini yang motong ini pasti merasa dia punya backing yang kuat.”

 

Kalimat itu membuat orang mungkin refleks menoleh ke kanan dan kiri. Jangan-jangan yang dimaksud “backing” merasa akar pohon lebih lemah dari koneksi.

 

Untungnya kemarahan itu tidak berhenti menjadi konten. Garis kuning Satpol PP langsung dipasang. Farhan menegaskan penebangan tersebut melanggar dua aturan sekaligus, yakni Peraturan Daerah Kota Bandung dan Surat Edaran Moratorium Penebangan Pohon dari Gubernur Jawa Barat. Kasus ini juga akan dilaporkan kepada gubernur dan penegak hukum lingkungan di kementerian.

 

Yang membuat kisah ini semakin dramatis, beberapa pekan sebelumnya publik justru mengira Farhan sedang tumbang. Pada 10 Juli 2026 ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mendadak drop dan pucat di Balai Kota. Sekda menyebut penyebab awalnya kelelahan akibat jadwal kerja yang padat hingga sering memantau kegiatan sampai dini hari. Kondisinya membaik pada 11 Juli, masih menjalani observasi dokter, lalu pada 13 Juli sudah kembali bekerja meninjau MPLS di sejumlah sekolah. Hasil pemeriksaan menunjukkan infeksi pencernaan memicu maag hingga vertigo.

 

Akhirnya yang benar-benar tumbang bukan semangat wali kotanya, melainkan sepuluh pohon mahoni. Setelah pulih, Farhan kembali dengan energi terasa seperti kereta cepat Whoosh kehilangan rem di tengah Braga. Bandung pun memberi pelajaran sederhana. Jangan sembarangan menebang pohon. Sebab yang bisa datang bukan hanya penyidik, melainkan wali kota dengan telunjuk setajam tusuk Gedung Sate dan amarah yang lebih menggema dari pekikan “Halo Bandung”. Pohon memang tidak bisa berteriak, tetapi hari itu suara kemarahan wali kota seolah mewakili seluruh dedaunan yang sudah lebih dulu dibungkam gergaji.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Ikutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Ala Kemenag

    Ayo Ikutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Ala Kemenag

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Kementerian Agama segera merilis kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi saat focussed group discussion (FGD) Pembahasan Kebijakan RPL pada PTK dan Ma’had Aly. FGD diselenggarakan Subdit Pengembangan Akademik di Jakarta. Hadir, perwakilan berbagai satuan kerja Kementerian Agama yang […]

  • Menjadi Muslim di Era Algoritma

    Menjadi Muslim di Era Algoritma

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hari ini kita hidup dalam dunia yang tampak memberi kebebasan tanpa batas, tetapi sebenarnya sangat terkurasi. Setiap kali kita membuka media sosial, kita merasa sedang memilih apa yang ingin kita lihat. Kita merasa menjadi pengendali atas informasi yang masuk ke dalam hidup kita.   Namun sering kali yang terjadi justru sebaliknya. Kitalah yang […]

  • 5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, tetapi juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia, Bandung memiliki berbagai macam hidangan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu daya tarik kuliner […]

  • Mengungkap Penyebab Mundurnya Gubernur BI, Benarkah Alasan Pribadi

    Mengungkap Penyebab Mundurnya Gubernur BI, Benarkah Alasan Pribadi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Kita lanjutkan kisah mundurnya Gubernur BI, Pak Perry. Mundurnya karena alasan pribadi. Benarkah demikian? Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak! Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Suratnya dikirim 25 Juli 2026. Presiden Prabowo menerimanya sehari kemudian. Senin, 27 Juli 2026, diumumkan resmi. Padahal masa jabatan beliau masih sampai 2028. Alasannya? […]

  • Rektor UIN Bandung Doakan Alumni Raih Kehidupan Sukses Dunia Akhirat

    Rektor UIN Bandung Doakan Alumni Raih Kehidupan Sukses Dunia Akhirat

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Rosihon Anwar mendoakan alumninya menjadi orang besar dan meraih kehidupan yang sukses dunia akhirat. Kunci untuk meraih sukses itu adalah ketekunan, tawakal, dan sabar dalam menempuh perjalanan yang sangat panjang dan terjal. “Tentu, kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses yang sangat panjang dan […]

  • Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, didampingi Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, Mahmud, Asep Muhyiddin, secara resmi mengukuhkan 20 Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka bertajuk “Membumikan Kepakaran, Menguatkan Kebermanfaatan, Mengunggulkan Kontribusi Nyata bagi Peradaban.” Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN Sunan […]

expand_less