Breaking News:
Beranda » BEWARA » Prof. Dudang Minta Maba FEBI, Asah Nalar Kritis dan Jawab Tantangan Kesenjangan Ekonomi Umat

Prof. Dudang Minta Maba FEBI, Asah Nalar Kritis dan Jawab Tantangan Kesenjangan Ekonomi Umat

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com— Suasana penuh energi dan gemuruh sorak-sorai membahana saat digelar Penenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung, Kamis (27/08/2026). Mahasiswa dari setiap program studi menunjukkan semangat luar biasa ketika jumlah amunisi muda mereka diperkenalkan satu per satu di hadapan jajaran pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag menyampaikan pesan tegas bahwa menjadi mahasiswa merupakan pembuka masa keemasan kedua dalam siklus kehidupan manusia setelah masa kanak-kanak. Pada fase ini, nalar kritis dan keberanian berpikir harus dioptimalkan untuk menjawab berbagai persoalan besar, khususnya kesenjangan ekonomi yang masih membelenggu umat.

Ia menyoroti fase transisi kehidupan manusia. Masa keemasan pertama terjadi pada usia 0 hingga 5 tahun, saat anak-anak memiliki kebebasan bertanya secara kritis tanpa batasan. Namun, kebebasan itu kerap meredup selama masa sekolah formal karena siswa lebih banyak dituntut untuk menjadi pendengar.

“Saat masuk fase mahasiswa, Anda kembali menemukan masa keemasan itu. Di sini, Anda dituntut memaksimalkan nalar pikiran sebagai senjata utama. Jangan sampai langkah Anda di FEBI UIN Bandung kehilangan arah hanya karena tidak menentukan tujuan atau ‘oleh-oleh’ yang ingin dibawa pulang sejak awal,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa masa perkuliahan berjalan sangat cepat. Mahasiswa hari ini harus menyadari peran vitalnya sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus fasilitator aspirasi masyarakat.

Kehadiran FEBI, lanjut Prof. Dudang, tidak sekadar mengajarkan transaksi atau keuangan semata, tetapi juga membawa misi besar untuk menegakkan keadilan ekonomi dan menjawab tantangan kesenjangan sosial.

Saat ini, masyarakat mayoritas masih menghadapi ketimpangan akses terhadap ilmu pengetahuan dan sumber daya ekonomi. Ketimpangan ini membuat sebagian besar potensi ekonomi nasional belum terkelola secara merata.

Solusi Nyata demi Kemaslahatan Umat

Prof, Dudang berpesan kepada mahasiswa baru untuk menentukan target dan luaran (oleh-oleh) yang ingin dicapai sejak hari pertama melangkah di kampus, bukan saat menjelang kelulusan. Tidak lupa memaksimalkan nalar kritis, dengan memanfaatkan kebebasan akademik untuk mengasah pemikiran kritis dalam menyelesaikan masalah. Mahasiswa harus bertindak nyata sebagai penyambung lidah masyarakat dan agen perubahan sosial.

Menurut Prof. Dudang, ekonomi bukan sebatas mencari keuntungan, melainkan memperjuangkan keadilan distribusi sumber daya di tingkat nasional maupun global. Dengan potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah, mahasiswa FEBI dituntut untuk tidak hanya meratapi ketimpangan yang ada, tetapi hadir membawa solusi nyata demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. H. Kadar Nurjaman, MM mengonfirmasi bahwa jumlah mahasiswa baru FEBI sebanyak 1.044. Mereka tersebar di enam program studi unggulan: Managemen 293, Manajemen Keuangan Syariah 270, Ekonomi Syariah 130, Akuntansi Syariah 135, Manajemen Industri Halal 128, dan Bisnis Digital 90.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tugas pokok dan fungsi jajaran dekanat (Wakil Dekan 1, 2, 3). Mahasiswa baru kemudian diajak mengenali lebih dekat jajaran pimpinan jurusan (Kajur/Sekjur), laboratorium, tenaga kependidikan, serta fasilitas penunjang seperti Galeri Investasi Syariah dan Inkubator Bisnis.

Suasana semakin dinamis saat jajaran Organisasi Mahasiswa Intra (Ormawa)—meliputi DEMA, SEMA, dan HMJ— memperkenalkan berbagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Menurut Dr. Kadar, ada hal unik dalam penyambutan tahun ini. Mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga dilibatkan langsung dalam menguatkan citra fakultas di ruang publik digital.

“Untuk penguatan promosi FEBI, secara serempak mahasiswa baru dipandu untuk membuat konten seputar FEBI. Dan menutup rangkaian acara, kita lakukan Pawai Ta’aruf,” terang Dr. Kadar Nurjaman.

Pawai Ta’aruf menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, menciptakan momen keakraban dan menyatukan semangat 1.044 mahasiswa baru dalam memulai perjalanan akademik mereka di FEBI.(nas)

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Rekomendasi Untuk Anda

  • JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih tiga penghargaan pada Pertemuan dan Pemberian Penghargaan Anggota JDIH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (29/9/2025).   Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan […]

  • Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Teriakan yel-yel “Febi Happy”, “Febi Level Up”, “Febi Excellent” terdengar menggema di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Teriakan ini merupakan perwujudan dari nyala hati, semangat, kekuatan, dan kekompakan, pada saat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag berdiri tegak membangkitkan spirit mahasiswa baru, dalam momen […]

  • Alumni UIN Bandung Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat 2026–2031

    Alumni UIN Bandung Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat 2026–2031

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tantan Sulthon Bukhawan, terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031. Terpilihnya Tantan menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kiprah alumni UIN Bandung dalam dunia jurnalistik dan kehidupan publik. Tantan Sulthon Bukhawan merupakan alumni KPI UIN […]

  • Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tak perlu mendengarkan tips-tips kesehatan agar tak merasa haus dan lapar saat berpuasa, karena itu akan mengurangi makna dan kenikmatan berpuasa. Kenikmatan berpuasa itu justru ada pada rasa haus dan laparnya yang kita tahan, bukan pada badan yang selalu segar dan tenaga yang selalu fits. Kalau tak merasa haus dan lapar saat […]

  • Pesan Rektor UIN Bandung: Lulusan harus Berkarakter, Adaptif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    Pesan Rektor UIN Bandung: Lulusan harus Berkarakter, Adaptif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

      BANDUNG, kanal31.com — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menyampaikan pesan mendalam kepada 1.500 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi wisuda yang digelar di Auditorium Anwar Musaddad, (12/09/2026). Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjadi lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat nyata […]

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 6Komentar

      Oleh Aisyah As-Salafiyah, IAI Tazkia KANAL31.COM-Tahukah para Muslimah, bahwa investasi penting bukan hanya bagi laki-laki saja, namun juga untuk perempuan terutama Muslimah milenial yang kelak akan banyak mengelola keuangan rumah tangga. Muslimah perlu memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam mengelola keuangan, mengembangkan uang, sekaligus memanfaatkan uang dengan baik. Ketika fakta menunjukkan bahwa harga kebutuhan […]

expand_less