Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Keracunan MBG Mulai Masuk Babak Baru, SPPG Dilaporkan ke Polisi

Keracunan MBG Mulai Masuk Babak Baru, SPPG Dilaporkan ke Polisi

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Keracunan MBG akhirnya memasuki babak baru. Selama ini, anak-anak muntah, pusing, kejang, masuk rumah sakit, lalu bangsa ini seperti disuruh menunggu episode berikutnya. Evaluasi dilakukan. Pernyataan keluar. Dapur disegel. Kepala SPPG dicopot. Setelah itu? Hening.

 

Tersangka belum kelihatan. Kini ceritanya berbeda. Orang tua korban mulai berani membawa perkara ke polisi. Ini bukan perkara kecil. Sebab yang disentuh bukan sekadar dapur katering, melainkan SPPG, yayasan, Badan Gizi Nasional, sekolah. Bahkan, ssst…dapur milik tentara dan polisi.

 

Drama MBG resmi naik genre. Dari dapur menuju ruang penyidikan. Di Berastagi, Tanah Karo, tragedi kuliner terjadi pada 13 Agustus 2026. Sebanyak 353 siswa dilaporkan tumbang setelah menyantap MBG mestinya menjadi bekal menuju Indonesia Emas.

 

Tetapi hari itu, menu masa depan berubah menjadi pesta mikroba. Bacillus cereus. Staphylococcus aureus. Escherichia coli. Tiga nama terdengar seperti trio boyband, tetapi sama sekali tidak romantis.

 

Ikan disebut disimpan di luar pendingin lebih dari 12 jam. Nasi menjadi arena kehidupan mikroorganisme. Melon pun ikut terseret dalam pusaran perkara. Anak-anak muntah, kejang, pusing, dan mengalami berbagai keluhan.

 

Febiona Purba, 16 tahun, masih bolak-balik ke RS Adam Malik. Ia dilaporkan kesulitan bicara dan pusing ketika mendengar suara ramai. Belasan korban lainnya masih menjalani rawat jalan.

 

Namun kali ini orang tua berkata, cukup. Pada 31 Agustus 2026, empat perwakilan dari sekitar 40 orang tua korban, didampingi kuasa hukum Aslia Rubianto dan Juliadi Kaban, mendatangi Polres Tanah Karo. Melaporkan pihak yang meracuni anak mereka.

 

Yang dilaporkan? SPPG Karo Berastagi Sempajaya, pengelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya milik Kodim, BGN, serta guru-guru dinilai lalai menerima makanan. Laporan tercatat dengan nomor STTLP/B/395/VIII/2026.

 

Pidana dulu. Perdata menyusul. Kalimat yang membuat suasana dapur MBG mendadak seperti ruang sidang.

 

Karo ternyata bukan sendirian. Di Ketapang, Kalimantan Barat, 417 orang dilaporkan keracunan. LBH Kapuas Raya Indonesia mempolisikan Yayasan Surya Gizi Lestari. Di Agam, Sumatera Barat, 344 orang dilaporkan tumbang dan pemerintah daerah mempertimbangkan jalur hukum.

 

Di Sidoarjo, korban dilaporkan mencapai 748 santri. Polisi bergerak dan sebagian perkara naik ke tahap penyidikan. LBH Bandung membuka posko. YLBHI dan JPPI ikut mendorong langkah hukum, termasuk wacana class action.

 

Indonesia seperti baru menemukan tombol darurat, Keracunan → Laporkan!

 

Lalu muncul episode biaya. BGN menyatakan biaya pengobatan ditanggung. Dalam satu kasus, sekitar Rp350 juta telah dibayarkan dan miliaran rupiah disiapkan. Jika daerah menetapkan KLB, ada mekanisme asuransi. Jika tidak, BGN menyatakan siap membayar.

 

Di Sidoarjo, Bupati Subandi geram karena Pemkab harus menyiapkan BTT Rp20 miliar untuk menalangi biaya. Sementara SPPG Kalitengah disebut menghilang setelah dapurnya disegel.

 

Namun di tengah tragedi lahir teori paling spektakuler, Sabotase! Bukan ikan yang salah. Bukan penyimpanan. Bukan SOP. Ada tangan misterius!

 

Bayangkan tengah malam, seseorang menyusup membawa koper hitam. Isinya? Bacillus cereus. Di belakangnya Staphylococcus aureus turun dari helikopter. Escherichia coli menunggu di parkiran sambil memegang HT.

 

Misi mereka, menggagalkan MBG! Absurd? Tentu. Kalau benar sabotase, buktikan. Polisi punya pekerjaan. Jangan cuma menyebut “tangan jahat” sambil berharap masyarakat percaya bakteri punya paspor diplomatik.

 

Sebab makan bergizi memang harus gratis. Keracunan bergizi tidak boleh ikut gratis. Kalau benar ada menyewa bakteri untuk sabotase, satu pertanyaan sederhana, siapa membayar honornya? Jangan jawab “asing”. Sebut nama. Biar polisi yang memasak episode berikutnya.

 

“Bang, saya masih ragu diproses hukum. Semua punya dapur masalahnya.”

 

“Banyak bilang begitu. Kita tunggu aja. Kalau mandek, berarti benar. Kalau dihukum, barulah kita seruput Koptagul di Warkop MR. Mamu, wak.” Ups

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! Prodi Magister Ilmu Hukum UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    Top! Prodi Magister Ilmu Hukum UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).   Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 6374/SK/BAN-PT/Ak/M/IV/2026 yang ditetapkan pada tanggal 21 April 2026.   Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menjelaskan pencapaian […]

  • Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.  menyampaikan peringatan keras mengenai perubahan dunia yang sangat cepat. Perguruan tinggi tengah berada dalam tekanan besar dari berbagai arah: industri yang dinamis, ekspektasi masyarakat yang meningkat, hingga perubahan konstalasi global. Peringatan itu disampaikan Dekan saat memberikan sambutan […]

  • Indahnya Natal di Kota Bandung yang Merangkul Perbedaan

    Indahnya Natal di Kota Bandung yang Merangkul Perbedaan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pagi Natal, Kamis (25/12/2025), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebon Jati Bandung perlahan dipenuhi jemaat. Ada langkah-langkah kecil anak yang digandeng orang tuanya. Ada senyum para lansia yang datang lebih awal dan sapaan hangat antarwarga yang sudah saling mengenal bertahun-tahun. Di halaman gereja, petugas dan warga sekitar berdiri menyapa jemaat dengan ramah. Tidak […]

  • Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Anis Masruri, S.Ag, SIP, M.Si, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi ilmu perpustakaan hampir di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan vokasi (D-3) maupun pendidikan kesarjanaan, mulai dari S-1, S-2, sampai dengan S-3. […]

  • 5. Tafsir Mimpi Menurut Islam

    5. Tafsir Mimpi Menurut Islam

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pernah bertanya-tanya sebenarnya apa maksud dari sebuah mimpi? Kalau demikian, mungkin rasa penasaranmu bisa terjawab melalui tafsir mimpi ini. Mimpi ternyata bisa dilihat dari berbagai sudut pandang seperti primbon, psikologi, Islam, atau yang lainnya. Rasulullah pernah bersabda “Mimpi sejati berasal dari Allah dan mimpi buruk berasal dari setan.” (Shahih Al-Bukhari) Berarti, sejatinya mimpi bisa […]

  • Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bukan sekadar menang atau kalahnya pasangan calon dan partai politik. Namun, Pemilu 2024 harus lebih menekankan pembelajaran positif bagi masyarakat. “Kita sudah punya pengalaman lima kali pemilu, namun yang belum kita belajar adalah bagaimana agar pemilu serentak […]

expand_less