Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Ajang Perkuat Ekonomi, Menag: Sarasehan Kemandirian Pesantren

Ajang Perkuat Ekonomi, Menag: Sarasehan Kemandirian Pesantren

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 18 Des 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM (JAKARTA) –

Kementerian Agama hari ini menggelar Sarasehan Peningkatan Kemandirian Pesantren di Jakarta International Expo (JIEXPO). Acara ini menghadirkan para pengasuh dan santri pesantren, khususnya yang telah mendapat bantuan program Kemandirian Pesantren.

Sejumlah narasumber diundang. Selain Menag Yaqut Cholil Qoumas, diundang juga Menhan Prabowo Subianto yang memaparkan tema tentang Kemandirian Pesantren dan Bela Negara.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sarasehan digelar untuk menjadi wadah silaturahmi sekaligus komunikasi para pesantren penerima program inkubasi bisnis dari Kementerian Agama. “Mungkin ada yang bisa bertukar produk untuk didagangkan di tempatnya masing-masing, sehingga bisa memenuhi kebutuhan satu dengan yang lain,” ungkap Gus Men, sapaan akrab Menag, di Jakarta, Sabtu (16/12/2023).

Kemandirian Pesantren menjadi salah satu perhatian Gus Men sejak memimpin Kemenag. Gus Men menilai pesantren harus mampu melebarkan kiprah pemberdayaannya, tidak hanya fokus pada tafaqquh fid-din atau pendalaman ilmu agama, tapi juga pengembangan sosial dan ekonomi umat.

“Jadi, Sarasehan Kemandirian Pesantren ini menjadi ajang untuk memperkuat ekonomi pesantren,” tegasnya.

“Jika silaturahmi ini terus dilakukan maka keinginan kita untuk memandirikan pesantren melalui program inkubasi bisnis ini bisa dengan segera kita capai tujuannya,” lanjutnya.

Dijelaskan Gus Men, program Kemandirian Pesantren sudah bergulir sejak 2021. Saat ini, tercatat ada 2.600 pesantren penerima manfaat Program Kemandirian Pesantren, tersebar di 34 Provinsi. Gus Men menargetkan akan ada 5.000 pesantren penerima bantuan inkubasi bisnis ini hingga 2024.

“Saat ini, sudah ada sekitar 2.600 penerima bantuan, dan ada 127 di antaranya yang sudah mengembangkan Badan Usaha Milik Pesantren atau BUMPes,” paparnya.

 

Menhan Prabowo Subiyanto beri sambutan pada Sarasehan Peningkatan Kemandirian Pesantren

Kontribusi Pesantren

Menteri Pertahanan Prabowo Subiyanto hadir dalam Sarasehan Peningkatan Kemandirian Pesantren. Dia mengapresiasi kontribusi pesantren dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa hingga sekarang. Menurutnya, sejarah pesantren untuk bangsa ini sangat panjang. Sehingga, penting bagi pemerintah untuk memperhatikan pesantren.

“Perjuangan melawan penjajah banyak dipimpin oleh kiai besar dan para ulama, dan pesantren tampil dalam situasi bangsa yang kritis berkali-kali. Jadi para ulama, dan pesantren berperan penting,” kata Prabowo.

Karena itu, lanjut Menhan, pemerintah terus berupaya memikirkan kemandirian pesantren. Perlu ada aktivitas ekonomi yang bisa membantu operasional pesantren dan itu salah satunya dilakukan melalui bantuan inkubasi pesantren.

“Inkubasi pesantren diharapkan mampu memberi pelayanan kepada santri dengan tidak harus meminta dari pihak mana pun. Ini tujuannya, dan ini sudah dijalankan dan kita ingin ini untuk terus berjalan ke depan,” ungkapnya.

Pesantren, kata Menhan, harus kuat dan mandiri sehingga menciptakan santri-santri terbaik. “Kita punya semua sumber, sudah ada tinggal kita mengelolanya,” jelas Menhan.

“Semoga program inkubasi pesantren dari Kementerian Agama ini bisa berhasil dan akan diperkuat terus ke depan sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi bagi Indonesia,” tutupnya.

Bukan Kampanye

Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie menegaskan kehadiran Menhan Prabowo Subianto dalam Sarasehan Peningkatan Prestasi dan Kemandirian Pesantren sangat relevan. Apalagi, Menhan hadir untuk menggugah kembali semangat patriotik pesantren dalam bela negara dan membangun bangsa.

Anna Hasbie mengatakan, berlebihan jika ada pihak yang menilai kehadiran Menhan sebagai kampanye terselubung. Menurutnya, sarasehan ini bukanlah ajang kampanye. Giat yang diinisiasi Kementerian Agama digelar sebagai rangkaian implementasi program.

“Selain penguatan aspek ekonomi, juga ada peneguhan semangat bela negara dalam Program Kemandirian Pesantren. Sebab, sejarah pesantren adalah juga sejarah bela negara. Ini yang menjadi salah satu poin pentingnya mengoptimalkan peran pesantren dalam program ketahanan negara. Inilah relevansi kehadiran Pak Menhan,” terang Anna Hasbie.

“Jadi narsum yang diundang memang relevan dengan topik yang didiskusikan. Tidak ada kampanye, apalagi pemasangan atribut kampanye dalam giat ini. Ini bukan forum dukung mendukung,” sambung Anna.

Anna menegaskan, Kemandirian Pesantren bukan program baru, tapi sudah bergulir sejak 2021. Sarasehan ini juga bersifat terbuka, sehingga semua pihak yang berkepentingan bisa ikut melihat.

“Terbuka juga bagi Bawaslu dan para pihak lainnya untuk hadir dan ikut ngaji bersama dengan para kiai dan santri dalam sarasehan ini,” tandasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

    Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pada bulan suci Ramadan, umat Islam memperingati peristiwa agung yaitu Nuzulul Qur’an (نُزُوْلُ الْقُرْآنِ), yaitu turunnya kitab suci الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ kepada Nabi besar Muhammad melalui malaikat Jibril di Gua Hira.   Peristiwa ini bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga مَنْهَجُ الْحَيَاةِ atau pedoman hidup bagi manusia.   شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ […]

  • Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan “Resolusi Shakti 2025” yang berisi delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam. Resolusi ini merupakan hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung selama tiga hari (2-4 Desember 2025) di Hotel Shakti, Bandung.   Pertemuan yang mengangkat tema “Ekoteologi: Meneguhkan […]

  • Indomaret dan Alfamart Lebih Tahu Hidup Kita

    Indomaret dan Alfamart Lebih Tahu Hidup Kita

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Lagi rame ya soal Koperasi Desa Merah Putih dengan latihan militernya buat para calon manajernya. Tapi saya tak mau ngedongeng soal KDMP. Mau cerita tentang bisnis ritel saja. Sewaktu masih jurnalis muda, pernah menganalisis bisnis ritel Indonesia. Disclaimer dulu ya: saya tidak sedang mempromosikan Afamart dan Indomaret, dan juga tak menerima bayaran dalam […]

  • Al-Imtizaj, Masjid Unik Ala China di Bandung

    Al-Imtizaj, Masjid Unik Ala China di Bandung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Nuansa merah terasa dominan ketika jamaah melangkahkan kaki ke dalam Masjid al-Imtizaj. Berbeda dari masjid pada umumnya yang bernuansa Timur Tengah, masjid yang terletak di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat, ini memiliki arsitektur yang sangat unik. Pembangunan masjid yang dimulai sejak 2008 ini memanfaatkan bangunan bekas mal dan memiliki gaya arsitektur […]

  • Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

    Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– 2023 adalah tahun pergantian rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Apakah rektor pengganti Prof Mahmud itu sebagai representasi dari masyarakat akademis, atau wakil dari elite ormas/golongan, atau calon dropingan dari pusat? Di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sering terdengar ungkapan bahwa calon rektor si A sudah mengantongi rekomendasi ormas terbesar; si B […]

  • UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Evaluasi Diri Submit Jurnal Terindeks Scopus

    UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Evaluasi Diri Submit Jurnal Terindeks Scopus

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Jurnal ilmiah sedang didorong supaya terindeks Scopus. Ini menjadi kebijakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Periode (2023-2027), memiliki target 10 jurnal terindeks Scopus pada 2027. Saat ini, 2 jurnal sudah raih index Scopus. Kebijakan Rektor ditempuh dengan berbagai agenda. Antara lain […]

expand_less