Breaking News:
Beranda » REGIONAL » Rahasia Bank Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan, Deteksi Dini Risiko!

Rahasia Bank Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan, Deteksi Dini Risiko!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Deteksi dini risiko menjadi langkah penting bagi bank syariah untuk mencegah pembiayaan bermasalah, menjaga stabilitas likuiditas, dan memastikan operasional tetap berjalan sesuai prinsip syariah. Upaya ini membutuhkan identifikasi risiko sejak awal, pemantauan indikator secara konsisten, serta mitigasi yang terukur agar potensi kerugian dapat diantisipasi sebelum berdampak pada kinerja dan kepercayaan nasabah.

 

Pernyataan itu disampaikan Ricky Dwi Patria, S.E., M.E., Branch Manager Bank Muamalat Indonesia KCP Ujung Berung, dalam Kuliah Dosen Tamu bertajuk Manajemen Risiko Bank Syariah yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula FEBI, Selasa (13/10/2026).

 

Kegiatan ini diikuti 70 mahasiswa angkatan 2023 untuk memperdalam pemahaman mengenai identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan mitigasi risiko dalam praktik perbankan syariah.

 

Dalam pemaparannya, Ricky menjelaskan bahwa risiko pembiayaan perlu dikendalikan sejak proses analisis calon nasabah hingga pembiayaan berjalan. Pelemahan arus kas, penurunan kinerja usaha, ketidakakuratan analisis awal, serta konsentrasi pembiayaan pada sektor atau debitur tertentu dapat meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF).

 

“Prinsip utama, risiko tidak dapat dihilangkan seluruhnya, tetapi harus diidentifikasi sejak dini, diukur secara konsisten, dipantau, dan dikendalikan sesuai appetite serta limit risiko bank,” tegasnya.

Untuk mencegah pembiayaan bermasalah, bank perlu melakukan analisis kelayakan usaha, memverifikasi data nasabah, menguji arus kas, memeriksa kesesuaian akad, dan memantau perkembangan usaha secara berkala. Tanda-tanda awal seperti keterlambatan pembayaran, penurunan omzet, pelanggaran komitmen, dan restrukturisasi berulang juga perlu diperhatikan sebagai dasar penanganan lebih awal.

 

Dengan demikian, bank dapat membedakan persoalan likuiditas sementara dari masalah mendasar yang berkaitan dengan kelayakan usaha dan kemampuan membayar nasabah.

Selain risiko pembiayaan, Ricky menguraikan pentingnya pengelolaan risiko likuiditas dan risiko pasar. Risiko likuiditas muncul ketika bank tidak memiliki kas atau aset likuid yang cukup untuk memenuhi kewajiban pada waktunya, sedangkan risiko pasar berkaitan dengan perubahan nilai tukar, harga instrumen keuangan, dan faktor pasar lainnya.

 

Mitigasi dilakukan melalui diversifikasi sumber pendanaan, pemantauan arus kas dan jatuh tempo dana, penyediaan cadangan likuiditas, pengendalian eksposur, serta pengujian ketahanan terhadap berbagai skenario tekanan. Strategi tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik kegiatan perbankan dan ketentuan syariah yang berlaku.

 

Ricky menyoroti risiko operasional dan risiko ketidakpatuhan syariah yang dapat muncul akibat kesalahan manusia, prosedur yang tidak dijalankan, gangguan sistem, serangan siber, maupun ketidaksesuaian akad dan proses transaksi. Pengendaliannya memerlukan prosedur kerja yang jelas, pembagian kewenangan, pengawasan transaksi, audit, peningkatan kompetensi pegawai, serta koordinasi dengan fungsi kepatuhan dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

 

Menurutnya, setiap risiko harus memiliki indikator peringatan dini, batas toleransi, penanggung jawab, dan rencana tindak lanjut yang dapat dievaluasi.

 

Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., C.TT., mengatakan, kuliah dosen tamu tersebut diselenggarakan untuk memperdalam materi mata kuliah Manajemen Keuangan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Bank dan Non-Bank yang diampu Sekretaris Prodi, Hj. Fithri Dzikrayah, S. Sy. M. E. Sy., CIFA

 

Dengan menilai kolaborasi dengan praktisi industri penting untuk menjembatani teori perkuliahan dengan dinamika dan kebutuhan nyata dunia perbankan.

 

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul hari ini dalam acara Kuliah Tamu bersama Muamalat. Atas nama Prodi Akuntansi Syariah, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Muamalat yang telah berkenan berbagi ilmu dan wawasan praktis dengan kami. Kerja sama antara kampus dan industri seperti ini sangat penting,” ujarnya.

 

Kehadiran kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan manajemen risiko secara lebih kontekstual, mulai dari analisis pembiayaan hingga pengawasan dan kepatuhan syariah. Pengalaman praktis dari industri menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan memahami pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menjaga keberlanjutan usaha bank syariah.

 

Kuliah dosen tamu ini sangat mendukung penerapan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) di UIN Bandung, yang menekankan ketercapaian hasil belajar mahasiswa. “Keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran diharapkan memperkuat pemahaman dan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri keuangan syariah,” pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengagumi Ulama dan Artisme

    Mengagumi Ulama dan Artisme

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengagumi seorang ulama tanpa ulama itu pernah benar-benar menyadarkan kita secara pribadi, adalah artisme, yaitu psikologi kekaguman yang tak ada bedanya dengan mengagumi sosok, tokoh atau artis pada umumnya.   Pertama, ulama itu bukan untuk dikagumi tapi diserap ilmunya dan diamalkan sebisanya. Bila tak ada yang bisa diserap ilmunya sesuai minat dan kapasitas […]

  • Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-BANDUNG Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penguatan Jurnal yang dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., di Hotel Shakti, Rabu (25/05/2022). Yoga Dwi Arianda, ST., Kepala Seksi Jurnal Imliah Nasional, Busro, S.Ud, […]

  • Saatnya Pengembangan Madrasah Swasta

    Saatnya Pengembangan Madrasah Swasta

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa madrasah swasta memiliki peran sangat besar dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah menyampaikan komitmen untuk turut mengembangkan madrasah serta meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antara madrasah dan […]

  • Selamat! Mahasiswa UIN Bandung Raih 1st Runner Up Kompetisi Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025

    Selamat! Mahasiswa UIN Bandung Raih 1st Runner Up Kompetisi Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Danial Muhammad Wirdyansyah, mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), berhasil meraih 1st Runner Up dalam ajang Call for Paper International Hajj Fund Forum BPKH RI 2025. Danial berkompetisi bersama dua rekannya, Hapid […]

  • 5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, tetapi juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia, Bandung memiliki berbagai macam hidangan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu daya tarik kuliner […]

  • Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Universitas Pendidikan Indonesia diharapkan menjadi poros utama transformasi dunia pendidikan, ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, saat menghadiri pelantikan Rektor UPI periode 2025-2030 di Gedung Achmad Sanusi, UPI Kota Bandung, Senin (16/6/2025). Wagub Erwan berpesan kepada Prof. Didi Sukyadi sebagai rektor UPI terpilih periode 2025-2030 agar dapat membangun peradaban pendidikan di lingkungan […]

expand_less