Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Indonesian Negeri Beracun

Indonesian Negeri Beracun

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTAkanal31.com — Entah sejak kapan Indonesia begitu akrab dengan racun. Racun tak lagi sekadar zat kimia, tetapi hadir di piring, mengepul dari hutan, mengalir dalam air, bertebaran di udara, menyala di layar ponsel, hingga bersembunyi di meja kekuasaan.

Racun makanan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulia tujuannya dapat kehilangan makna ketika perencanaan tak matang, pelaksanaan tak siap, dan pengawasan lengah. Anak-anak membutuhkan gizi, bukan risiko akibat tata kelola yang terburu-buru. Niat baik bukan pengganti persiapan yang baik.

Racun asap. Kebakaran hutan dan lahan berskala masif mengubah pepohonan menjadi abu dan langit menjadi ancaman kesehatan. Rakyat menghirup asap, meski bukan mereka yang menyalakan api. Masker dibagikan, imbauan diumumkan, tetapi akar masalah menuntut lebih dari sekadar penanganan darurat: pencegahan, perlindungan hutan, dan penegakan hukum.

Racun air dan udara. Pencemaran membuat kebutuhan paling mendasar berubah menjadi ancaman. Sungai diracuni limbah, udara dikotori emisi, sementara masyarakat kecil sering paling sulit menghindar. Alam dieksploitasi demi keuntungan, rakyat menanggung akibatnya. Apa gunanya pembangunan jika untuk hidup sehat saja manusia harus berjuang?

Racun judi online. Harapan cepat kaya berubah menjadi lingkaran utang, kebohongan, dan kehancuran keluarga. Kemiskinan dijadikan celah, kecanduan menjadi perangkap, dan kesengsaraan manusia menjadi ladang keuntungan.

Racun korupsi. Uang publik diselewengkan, pelayanan kehilangan mutu, dan kepercayaan terkikis. Mereka yang diberi amanah mengurus kepentingan rakyat justru dapat menjadi penyebab hilangnya hak rakyat. Korupsi bukan sekadar pencurian uang, melainkan perampasan kesempatan dan masa depan.

Racun pembiaran. Tragedi datang, rakyat marah, pejabat berjanji, berita berganti, lalu semuanya terlupakan. Kesalahan berulang karena tanggung jawab lebih mudah dihindari daripada ditunaikan. Inilah racun yang membuat keburukan perlahan dianggap kewajaran.

Lantas, pertanda apakah semua ini?

Barangkali bukan pertanda kehancuran yang tak terelakkan, melainkan peringatan bahwa ada yang keliru dalam cara kita mengelola kehidupan. Niat baik tanpa perencanaan, kekayaan tanpa tanggung jawab, dan kekuasaan tanpa integritas dapat berubah menjadi racun bagi bangsa sendiri.

Setiap racun membutuhkan penawar: makanan yang aman, hutan yang terlindungi, air dan udara yang bersih, masyarakat yang terbebas dari jerat perjudian, serta kekuasaan yang tunduk pada hukum.

Sebab, kebesaran bangsa bukan diukur dari megahnya slogan, melainkan dari keselamatan rakyatnya.

Dan racun paling berbahaya bukanlah yang masuk melalui mulut atau hidung, melainkan yang meracuni nurani—ketika kesalahan terus berulang, korban terus berjatuhan, tetapi tak seorang pun merasa sungguh-sungguh bertanggung jawab.

Indonesia tidak kekurangan janji tentang masa depan. Indonesia membutuhkan keberanian untuk berhenti meracuni masa depannya sendiri.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Malang) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali unjuk prestasi pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA/Sederajat. MAN 2 Kota Malang membawa pulang 10 medali pada OSN 2024. OSN digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta. Kompetisi tingkat nasional ini berlangsung […]

  • Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      BANDUNG kanal31.com — I’tikaf di masjid hingga waktu isyrak (terbitnya matahari) memiliki banyak keutamaan, terutama karena seseorang terus berada dalam keadaan ibadah, berzikir, dan menyambut aktivitas harian. Beberapa keutamaan tersebut dijelaskan sejumlah hadis. Isyrak Senilai Amalan di Masjidil Haram مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ […]

  • Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, didampingi sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. Sy., menjelaskan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi […]

  • 5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, tetapi juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia, Bandung memiliki berbagai macam hidangan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu daya tarik kuliner […]

  • Mengapa Banyak Civil Society Merasa Dikhianati oleh Rocky Gerung?

    Mengapa Banyak Civil Society Merasa Dikhianati oleh Rocky Gerung?

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Denny JA, Konsultan Politik, Penulis, Sastrawan, Peneliti, dan Pengusaha
    • 0Komentar

    Tentang Hak Seorang Intelektual Publik Memilih Posisi   JAKARTA kanal31.com — Ada saat ketika seseorang tidak kehilangan suaranya, tetapi kehilangan tempat dari mana suara itu dipercaya. Perubahan beberapa meter dapat terasa seperti perjalanan sangat jauh.   Itulah drama seorang pengkritik ketika memasuki Istana. Pintu yang terbuka baginya mungkin sama, tetapi bagi sebagian pengikutnya, lanskap moral mendadak […]

  • P2B–Mahasiswa, Gelar Dialog Pengembangan Bisnis Kampus

    P2B–Mahasiswa, Gelar Dialog Pengembangan Bisnis Kampus

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Bandung, kanal31.com–  Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar dialog bisnis/wirausaha bersama pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) tingkat universitas dan fakultas, menjelang berbuka puasa di Sekretariat P2B Kampus I UIN Bandung, Kamis (13/03/2025). Dialog bisnis ini dipimpin langsung oleh Ketua P2B UIN Bandung Budi Tresnayadi; didampingi Sekretaris Ayi […]

expand_less