Breaking News:
Beranda » BEWARA » 7C Prinsip dalam Ilmu Komunikasi di Era Digital. Apa Aja?

7C Prinsip dalam Ilmu Komunikasi di Era Digital. Apa Aja?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com —

Pengelola media sosial dituntut memahami prinsip komunikasi yang efektif agar tidak terjerat masalah hukum dan dapat menyampaikan pesan secara tepat. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Humas, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Media Sosial yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Ismail menegaskan, pengelola media sosial harus menguasai prinsip 7C of Communication: clear (jelas), concise (ringkas), courteous (sopan), concrete (nyata), correct (benar), coherent (terpadu), dan complete (lengkap). “Komunikasi di ruang digital melintasi batas budaya dan geografi, maka penting memiliki standar etika dalam menyampaikan pesan,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut, Ismail juga mengingatkan bahwa komunikasi digital tidak terlepas dari regulasi. Undang-undang yang perlu dipahami antara lain UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia memaparkan bahwa ada enam bidang yang harus dikuasai dalam ekosistem digital, yaitu jaringan, perangkat, aplikasi, sumber daya manusia digital, konten, dan regulasi. “Perangkat dan aplikasi yang digunakan harus mendapat izin dari Kominfo. Bahkan, kontennya pun harus sesuai dengan etika digital,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan pentingnya literasi digital yang mencakup empat aspek: digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety. “Pengelola media sosial perlu punya kecerdasan emosional saat menggunakan internet serta kemampuan berempati dan membangun hubungan baik secara online,” tambahnya.

Dengan memahami prinsip 7C dan ekosistem digital secara menyeluruh, pengelola media sosial dapat menjadi agen komunikasi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat. “Teknologi harus digunakan dengan itikad baik, kehati-hatian, serta kepastian hukum,” pungkas Ismail.

Pelatihan Pengelolaan Media Sosial Bimas Islam itu digelar satu hari penuh. Peserta terdiri dari pengelola akun media sosial dari seluruh direktorat dan pranata humas Bimas Islam, dan dilatih oleh pakar strategi komunikasi media Shafiq Pontoh. Kegiatan itu juga dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

    UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Oleh: Nanang Sungkawa —> Alumnus IAIN Cipadung, Bandung <— Arah  angin dan peta pertarungan ideologi kepemimpinan mulai hangat diperbincangkan menjelang kontestasi pemilihan Rektor UIN Bandung 2027. Momentum golden era yang tengah dinikmati kampus kebanggaan Jawa Barat ini tetap menuntut hadirnya sosok nakhoda —seorang pemimpin yang tidak sekadar matang secara akademis, tetapi juga piawai secara sosiologis, […]

  • Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GARUT, kanal31.com  — Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Muhamad Kholid, SH, MH menegaskan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Desa, terutama dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui pendekatan edukatif dan dialogis. Penegasan itu disampaikan dalam acara Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Penguatan […]

  • Svět hazardu, koktejl adrenalinu a luxusu v Fresh Casino Cz

    Svět hazardu, koktejl adrenalinu a luxusu v Fresh Casino Cz

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father

    Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Anggota DPR – MPR RI, Dr. H. Abidin Fikri, SH., MH. menekankan perlunya kesadaran bersama memahami rangkaian proses historis lahirnya gagasan kebangsaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan komunitas Nyala Muda di Bandung, Minggu (9/8/2026). Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar tersebut dihadiri oleh aktivis […]

  • Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA UIN Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr H.C.) bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama kepada Menteri Agama RI 2009-2014, KH Lukman Hakim Saifuddin (LHS). Gelar ini diberikan atas dedikasi keilmuan dan kontribusi Lukman yang dilakukan secara konsisten hingga kini. Penganugerahan Doktor Kehormatan sendiri dilakukan dalam sidang senat terbuka di Gedung […]

  • Perang

    Perang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perang, dalam wajahnya yang paling jujur, adalah kegagalan akal dan kebangkrutan nurani. Ketika peluru menyalak dan rudal melesat dari satu negara ke negara yang lain, yang hancur bukan hanya bangunan dan infrastruktur, melainkan juga hidup manusia, harapan, dan rasa percaya. Dalam setiap reruntuhan, terkubur mimpi anak-anak yang belum sempat tumbuh, kasih ibu […]

expand_less