Breaking News:
Beranda » BEWARA » 3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM

Kisah inspiratif pengusaha sukses di Indonesia bisa menjadi pelajaran dalam berbisnis. Terutama bagi kamu yang baru merintis usaha.

Tidak pernah ada jalan mulus bagi seorang pebisnis hingga ia menjadi sukses. Pasti ada pasang-surut dan jatuh bangun dalam membangun bisnis.

Kegigihan, ketekunan, dan selalu mencari solusi merupakan nilai yang harus ada pada pebisnis. Hal-hal itulah yang ada dalam deretan pengusaha sukses di Indonesia.

Siapa saja mereka? Dalam artikel ini akan dibahas satu per satu kisah inspiratif mereka.

Siapa tahu, kisahnya ada yang bisa menjadi motivasimu untuk merintis atau mengembangkan bisnis yang sudah dijalani.

Pengusaha Sukses di Indonesia
Ada banyak pengusaha sukses di Indonesia, tetapi tidak semuanya memiliki kisah inspiratif yang dapat memberi kita motivasi.

Berikut 3 daftar sejumlah pengusaha sukses di Indonesia yang dapat kamu resapi kisahnya, pelajari, hingga dijadikan panutan dalam mengembangkan bisnis, seperti dilansir SIRCLO

1. Sudono Salim

Nama Sudono mungkin tidak dikenal oleh banyak orang. Namun kamu tentunya tidak asing dengan BCA, Indofood, dan Bogasari.

Semua perusahaan itu didirikan oleh Sudono Salim. Lelaki bernama asli Leim Sioe Liong ini, awalnya merupakan imigran asal Tiongkok yang merantau ke Indonesia.

Sudono lahir di keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Hidupnya sangat miskin, hingga membuatnya harus putus sekolah pada usia 15 tahun karena masalah keuangan.

Pada usia 20-an, Sudono merantau ke Indonesia menyusul kakaknya. Awalnya ia bekerja menjadi buruh pabrik, kemudian mulai menjalankan bisnisnya sendiri.

Bisnis pertamanya yaitu perdagangan minyak kacang dan pemasok cengkeh untuk perusahaan rokok di Kudus dan Semarang.

Bisnisnya berkembang hingga pada 1945, ia menjadi pemasok obat-obatan untuk tentara Revolusi Nasional Indonesia.

Pada akhir 1950-an, Sudono pindah ke Jakarta dan bisnisnya lebih berkembang lagi. Bersama sejumlah pebisnis lainnya, ia bekerja sama membangun bisnis yang kini kita kenal.

Berturut-turut pada 1960 ia mendirikan Bank Central Asia (BCA), pada 1970 mendirikan PT Bogasari, dan pada 1975 mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa.

Dari situ, bisnisnya berkembang ke ranah lain, seperti Indofood, Indomobil, Indomaret, Indomilk, dan Indosiar.

Pengusaha sukses di Indonesia ini menyerahkan manajemen perusahaan kepada putra bungsunya pada 1992. Ia meninggal pada 10 Juni 2012.

2. Chairul Tanjung
Pengusaha sukses di Indonesia lainnya, yaitu Chairul Tanjung atau CT. Jika kamu sering menonton di saluran televisi Trans TV dan Trans7, keduanya merupakan milik CT.

Perusahaannya, CT Corp, membawahi sejumlah anak perusahaan. Grup ini memiliki anak usaha Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Perjalanan CT hingga bisa ke titik suksesnya tidak mudah. Ia lahir dari keluarga menengah ke bawah, yang mana ayahnya berprofesi sebagai wartawan pada masa Orde Lama.

Saat kuliah, potensi CT dalam berbisnis mulai tumbuh.

Didorong oleh kebutuhan membiayai kuliah, CT mulai berdagang buku, buka jasa fotokopi, hingga pembuatan kaus.

Usahanya tidak selalu berhasil, tak jarang ia harus menghadapi kebangkrutan. Mulai dai mendirikan toko kedokteran dan laboratorium, usaha kontraktor, hingga usaha rotan.

Namun, dari pengalamannya menghadapi berbagai kegagalan, CT akhirnya menemukan titik terang. Ia kini menjadi salah satu konglomerat Indonesia dengan CT Group miliknya.

3. Ciputra

Pendiri Ciputra Group ini memiliki nama asli Tjie Tjin Hoan. Ia merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia yang menguasai beberapa bisnis properti.

Masa kecilnya tidak bisa dibilang bahagia. Ketika berusia 12 tahun, ayahnya meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena dianggap sebagai mata-mata Belanda.

Ia pun terlambat masuk sekolah karena Indonesa saat itu masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda dan Jepang. Namun, ia berhasil masuk ITB di jurusan arsitektur.

Perjalanannya sebagai pebisnis dimulai di bangku kuliah. Bersama kedua teman kuliahnya, Ismail Sofyan dan Budi Brasali, Ciputra mendirikan PT Daya Cipta pada 1957.

Pada 1960, Ciputra lulus dari ITB dan pindah ke Jakarta. Bisnisnya mulai berkembang di Ibu Kota.

Banyak proyek yang ditanganinya, mulai dari pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen, Taman Impian Jaya Ancol, hingga Bintaro Jaya.

Selain Grup Jaya, Ciputra mengembangkan jaringan perusahaannya yang lain, yaitu Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra.

Ciputra tidak selalu fokus pada bidang properti.

Pada usianya yang ke-75, ia mengembangkan bidang pendidikan dan mendirikan Universitas Ciputra. Universitas ini menitikberatkan pendidikannya pada kewirausahaan.

Ciputra meninggal dunia di di Singapura pada 27 November 2019. Ia menutup usianya pada 88 tahun.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump

    Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, Journalist
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Ini tulisan panjang untuk membantu teman-teman memahami konteks pertemuan Pemimpin China Xi Jinping dan PResiden AS Donald Trump, kalau ingin ringkas, baca saja grafisnya   Tentang Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump   Hari ini sampai besok (14-15 Mei), perhatian dunia akan tertuju ke Beijing. Pemimpin China Xi Jinping dan Presiden AS […]

  • Haedar Nashir : Dorong Akademisi Lakukan Penelitian tentang Perdamaian

    Haedar Nashir : Dorong Akademisi Lakukan Penelitian tentang Perdamaian

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa nalar instrumental – paradoks yang dipedomani oleh sebagian manusia bisa menjadi ancaman bagi perdamaian di masa-masa yang akan datang.Guru Besar Sosiologi ini mendorong kepada akademisi untuk melakukan penelitian yang lebih luas tentang perdamaian, terlebih yang terkait dengan nalar-nalar instrumental – paradoks ini. Ketika kebahagiaan didapatkan dari […]

  • Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

    Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Prodi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar workshop bertema “AI for Journalist” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Senin (6/10/2025). Acara ini menghadirkan narasumber Dr. H. Enjang Muhaemin, M.Ag., dosen Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi, sekaligus Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, dan praktisi media. Workshop […]

  • Audiensi dengan Rektor, Inilah Prestasi JDIH UIN Bandung yang Membanggakan

    Audiensi dengan Rektor, Inilah Prestasi JDIH UIN Bandung yang Membanggakan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG anal31.com – Pengurus Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan audiensi dengan Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag di Gedung O. Djauharuddin AR, Jumat (10/10/2025). Turut hadir dalam pertemuan terbatas tersebut Wakil Dekan I Dr. H. Chaerul Saleh, […]

  • Menjadi Muslim di Era Algoritma

    Menjadi Muslim di Era Algoritma

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hari ini kita hidup dalam dunia yang tampak memberi kebebasan tanpa batas, tetapi sebenarnya sangat terkurasi. Setiap kali kita membuka media sosial, kita merasa sedang memilih apa yang ingin kita lihat. Kita merasa menjadi pengendali atas informasi yang masuk ke dalam hidup kita.   Namun sering kali yang terjadi justru sebaliknya. Kitalah yang […]

  • Yuk! Intip Lebih Dekat Replika Sandal Rasul di Museum Sejarah Islam Bekasi

    Yuk! Intip Lebih Dekat Replika Sandal Rasul di Museum Sejarah Islam Bekasi

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Museum Sejarah Islam di kawasan Transera Waterpark Bekasi Jawa Barat, menghadirkan sejumlah koleksi replika peninggalan Nabi dan para sahabatnya. Bagi Anda yang gemar berwisata religi sambil belajar seputar sejarah Islam, kini bisa menyaksikan jejak peninggalan Rasulullah melalui koleksi yang ada di Museum Sejarah Islam tersebut. Salah satunya, seperti replika sandal Nabi Muhammad SAW yang […]

expand_less