Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com

 

Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”?

Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.

 

Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.

 

1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” vs “Pameran Gaya Hidup”

 

· Facebook ibarat reuni keluarga besar. Di sini Anda terkoneksi dengan ibu, bapak, keponakan, tante, teman SMA, teman kuliah , atasan atau mantan atasan, (sang mantan juga 😃) yg dulu berpisah tak tahu khabar beritanya, tiba tiba bisa berkumpul dalam satu platform ini (sebelum ada WA)

 

· Instagram seperti walking di mall premium. Semua tampak sempurna – dari makanan, pakaian, sampai liburan. misalnya: Foto aesthetic di kafe kekinian, travel vlog ke LN atau OOTD (Outfit of the Day) yang serba matching.

Juga ajang pameran para influencer dan selebgram yg meng endorse beragam produk. Atau tiba tiba org ‘biasa’ menjadi selebgram dengan jutaan follower

 

2. Cara Algorithm Bekerja: “Si Penyebar Gosip” vs “Tukang Rekomendasi”

 

Algorithm kedua platform itu memang dirancang berbeda:

 

– Algorithm Facebook seperti teman yang suka nyebar gosip. Dia memperhatikan: Grup mana yang sering Anda kunjungi? Konten seperti apa yang bikin Anda komentar panjang? Link mana yang sering Anda klik?

Contoh: Karena sekali saja Anda komentar tentang “politik”, feed akan dipenuhi konten politik dari berbagai sumber, termasuk yang tidak Anda ikuti.

 

– Algorithm Instagram berperan seperti stylist pribadi yang: Memperhatikan berapa lama Anda melihat sebuah Reels ?

Melacak konten seperti apa yang sering Anda save atau share? Menganalisis akun-akun serupa yang Anda follow?

Contoh: Setelah Anda mencari teknik renang atau diet yang baik, , Explore Page akan penuh dengan konten makanan sehat dan workout video.

 

3. Permasalahan yang muncul: “Hoax” vs “Kecemasan Sosial”

 

Kedua platform juga memiliki efek negatif yg berbeda:

 

· Di Facebook, masalah utamanya informasi yang terdistorsi:

Contoh: Video rekayasa AI tentang peristiwa politik yang tidak pernah terjadi bisa viral dan dipercaya karena datang dari grup “terpercaya”.

 

· Di Instagram, masalah besarnya realitas yang terdistorsi:

Contoh: Filter wajah yang sempurna membuat remaja merasa tidak percaya diri dengan penampilan aslinya, memicu anxiety dan body image issues.

 

Sebenarnya tersedia solusi untuk menangkal hal itu :

· Untuk Facebook: menggunakan fitur “Snooze” dan “Unfollow” secara aktif – seperti membersihkan rumah dari barang yang tidak diperlukan.

 

· Untuk Instagram: membuat “kantong aman” dengan hanya memfollow akun-akun yang menampilkan realitas, bukan ilusi.

Contoh: Follow akun yang menunjukkan kehidupan sehari-hari yang normal, bukan hanya highlight sempurna.

 

Namun demikian, ada kecenderungan sebagian besar (70% ) pengguna media sosial tidak menyadari bagaimana algoritma memengaruhi apa yang mereka lihat. Padahal, memahami ini adalah kunci untuk menggunakan media sosial dengan sehat.

 

Kedua platform memang dirancang untuk membuat ketagihan, tapi pengguna punya kekuatan untuk:

1). Memahami bahwa yang dilihat di media sosial adalah versi realitas yang sudah diseleksi algoritma

2). Bersikap proaktif dalam mengatur feed sesuai kebutuhan

 

Hidup yang tampak sempurna di media sosial seringkali tidak sempurna dalam kenyataan. Jadilah Pengguna seharusnya lebih melek digital : bisa menikmati manfaat media sosial tanpa terjebak dalam efek negatifnya.

 

Bagaimanapun, kita yang harus mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya.

 

Ida Farida Ch, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! 5 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    Top! 5 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirim lima mahasiswa guna mengikuti program Student Mobility di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang, yang berlangsung pada 17-23 November 2024. Kelima mahasiswa tersebut yakni Fathiya Rahma, Syarifah Julia Fadhlul, Najmul Akhir, Faiz Ramadhana Surya dan Muhammad Ariq Althaf. Program ini […]

  • Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-BANDUNG Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penguatan Jurnal yang dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., di Hotel Shakti, Rabu (25/05/2022). Yoga Dwi Arianda, ST., Kepala Seksi Jurnal Imliah Nasional, Busro, S.Ud, […]

  • Rosihon Dilantik, Ini bocoran Pejabat Baru Jajarannya

    Rosihon Dilantik, Ini bocoran Pejabat Baru Jajarannya

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – Profesor Rosihon Anwar MA, resmi dilantik Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjabat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung periode 2023-2027 Jumat, 11 Agustus 2023. Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa perpanjangan jabatan Rektor kepada Prof. Mahmud yang seharusnya sudah lengser sejak 23 Juli 2023. Kabar pelantikan Rosihon sebagai Rektor UIN disambut […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Kelana Filsafat di Belantara Sains

    Kelana Filsafat di Belantara Sains

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — “Filsafat adalah seni bertanya yang membuka, bukan ilmu yang menutup perkara.” (Anonimous) Filsafat tidak lahir dari kepastian, melainkan hadir dari kegelisahan. Ia tidak tumbuh di taman jawaban, tapi bersemi di belantara pertanyaan. Maka filsafat bukan menutup perkara seumpama palu hakim di ruang sidang. Ia justru membuka tabir yang menutupi kenyataan, membuka lapisan-lapisan […]

  • Top! Instruktur Moderasi Beragama di UIN Bandung Tersertifikasi Internasional

    Top! Instruktur Moderasi Beragama di UIN Bandung Tersertifikasi Internasional

    • calendar_month Sen, 6 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sebanyak 58 dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dinyatakan lolos uji kompetensi internasional yang diselenggarakan oleh International Boards of Standars (IBS), anggota American Academy yang bergabung bersama CHEA International Quality Group. Dua orang di antaranya merupakan instruktur moderasi beragama tersertifikasi internasional (CRMI), yaitu Dr. Mulyana dan Dr. Rifki Rosyad. Sertifikat kompetensi […]

expand_less