Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com

 

Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”?

Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.

 

Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.

 

1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” vs “Pameran Gaya Hidup”

 

· Facebook ibarat reuni keluarga besar. Di sini Anda terkoneksi dengan ibu, bapak, keponakan, tante, teman SMA, teman kuliah , atasan atau mantan atasan, (sang mantan juga 😃) yg dulu berpisah tak tahu khabar beritanya, tiba tiba bisa berkumpul dalam satu platform ini (sebelum ada WA)

 

· Instagram seperti walking di mall premium. Semua tampak sempurna – dari makanan, pakaian, sampai liburan. misalnya: Foto aesthetic di kafe kekinian, travel vlog ke LN atau OOTD (Outfit of the Day) yang serba matching.

Juga ajang pameran para influencer dan selebgram yg meng endorse beragam produk. Atau tiba tiba org ‘biasa’ menjadi selebgram dengan jutaan follower

 

2. Cara Algorithm Bekerja: “Si Penyebar Gosip” vs “Tukang Rekomendasi”

 

Algorithm kedua platform itu memang dirancang berbeda:

 

– Algorithm Facebook seperti teman yang suka nyebar gosip. Dia memperhatikan: Grup mana yang sering Anda kunjungi? Konten seperti apa yang bikin Anda komentar panjang? Link mana yang sering Anda klik?

Contoh: Karena sekali saja Anda komentar tentang “politik”, feed akan dipenuhi konten politik dari berbagai sumber, termasuk yang tidak Anda ikuti.

 

– Algorithm Instagram berperan seperti stylist pribadi yang: Memperhatikan berapa lama Anda melihat sebuah Reels ?

Melacak konten seperti apa yang sering Anda save atau share? Menganalisis akun-akun serupa yang Anda follow?

Contoh: Setelah Anda mencari teknik renang atau diet yang baik, , Explore Page akan penuh dengan konten makanan sehat dan workout video.

 

3. Permasalahan yang muncul: “Hoax” vs “Kecemasan Sosial”

 

Kedua platform juga memiliki efek negatif yg berbeda:

 

· Di Facebook, masalah utamanya informasi yang terdistorsi:

Contoh: Video rekayasa AI tentang peristiwa politik yang tidak pernah terjadi bisa viral dan dipercaya karena datang dari grup “terpercaya”.

 

· Di Instagram, masalah besarnya realitas yang terdistorsi:

Contoh: Filter wajah yang sempurna membuat remaja merasa tidak percaya diri dengan penampilan aslinya, memicu anxiety dan body image issues.

 

Sebenarnya tersedia solusi untuk menangkal hal itu :

· Untuk Facebook: menggunakan fitur “Snooze” dan “Unfollow” secara aktif – seperti membersihkan rumah dari barang yang tidak diperlukan.

 

· Untuk Instagram: membuat “kantong aman” dengan hanya memfollow akun-akun yang menampilkan realitas, bukan ilusi.

Contoh: Follow akun yang menunjukkan kehidupan sehari-hari yang normal, bukan hanya highlight sempurna.

 

Namun demikian, ada kecenderungan sebagian besar (70% ) pengguna media sosial tidak menyadari bagaimana algoritma memengaruhi apa yang mereka lihat. Padahal, memahami ini adalah kunci untuk menggunakan media sosial dengan sehat.

 

Kedua platform memang dirancang untuk membuat ketagihan, tapi pengguna punya kekuatan untuk:

1). Memahami bahwa yang dilihat di media sosial adalah versi realitas yang sudah diseleksi algoritma

2). Bersikap proaktif dalam mengatur feed sesuai kebutuhan

 

Hidup yang tampak sempurna di media sosial seringkali tidak sempurna dalam kenyataan. Jadilah Pengguna seharusnya lebih melek digital : bisa menikmati manfaat media sosial tanpa terjebak dalam efek negatifnya.

 

Bagaimanapun, kita yang harus mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya.

 

Ida Farida Ch, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Safari Ramadan di Kecamatan Gedebage mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan warga, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat selama bulan suci Ramadan. Salah satu warga, Agung Ardian (34), menyatakan, program ini sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. […]

  • Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA  Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur, menyebut penyusunan buku ensiklopedia ini untuk memberikan rekognisi atas penemuan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an. Waryono menuturkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, […]

  • Menag: Santri Sekarang Harus Teruskan Perjuangan

    Menag: Santri Sekarang Harus Teruskan Perjuangan

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM (Jakarta) — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjadi pembina pada Apel Santri 2024. Menag mengharap santri masa kini meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Apel yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (22/10/2024), ini dihadiri Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Anggota Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, sejumlah […]

  • Sengkarut Kata Ilmiah

    Sengkarut Kata Ilmiah

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Teddy Yusuf, Penulis Lepas
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kelompok santri yang mempertahankan makna “ilmiah” sesuai tradisi mereka sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dalam kerangka linguistik, dan bahkan tidak otomatis salah—tetapi posisinya harus dijelaskan dengan tepat. Pertama, dalam perspektif seperti yang dibangun oleh Ibn Taymiyyah, makna lafadẓ ditentukan oleh isti‘māl (pemakaian), bukan oleh definisi abstrak atau otoritas eksternal semata. Artinya, jika dalam […]

  • Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Cirebon) Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu tujuan wisata sejarah dan religi yang ada di Kabupaten Cirebon. Hal ini karena Sunan Gunung Jati adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Cirebon. Sunan Gunung Jati juga sempat memimpin Kesultanan Cirebon usai diberikan takhta oleh Pangeran Cakrabuana dengan gelar Panetep Panatagama. Sunan […]

  • Dinamika Politik Digital di Asia Tenggara: Seminar Internasional UIN Bandung Bahas Demokratisasi dan Manipulasi Algoritmis

    Dinamika Politik Digital di Asia Tenggara: Seminar Internasional UIN Bandung Bahas Demokratisasi dan Manipulasi Algoritmis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM -– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Social Media and Politics in Southeast Asia” di Aula FISIP UIN SGD, Lt. 1, Kamis, (13/2/2025) pukul 08.30 – 12.00 WIB. Diselenggarakan oleh Centre for Asian Social Science Research (CASR), seminar ini menghadirkan dua akademisi […]

expand_less