Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Hari pertama Lebaran. Hari yang mestinya dipenuhi aroma opor, gema takbir yang masih tersisa di dinding rumah, dan pelukan keluarga yang menghangatkan dada. Tapi di ruang tamu, di antara kue kering yang mulai melempem dan sirup yang terlalu manis, obrolan justru pahit, antrean BBM.

 

Topik yang sama. Lagi. Lagi. Seolah-olah kita tidak benar-benar merayakan hari kemenangan, melainkan sedang menghadiri rapat darurat nasional yang tak pernah diundang secara resmi.

 

Saat keluar rumah menuju tempat mertua, harapan saya sederhana, jalanan lengang, hati tenang. Tapi realitas menampar pelan, lalu menampar lagi dengan lebih keras. Tiga SPBU saya lewati: Dansen, Kota Baru, dan simpang Jalan Teuku Umar di Pontianak. Semuanya masih ramai. Antrean tetap ada. Memang tidak sepanjang kemarin yang seperti ular raksasa kelaparan, tapi cukup panjang untuk membuat kesabaran manusia modern runtuh satu per satu.

 

Minyaknya ada, katanya. Tapi antreannya tetap seperti dosa yang tak kunjung diampuni.

 

Ironisnya, ini bukan di pelosok negeri yang harus ditempuh dengan perahu kayu dan doa panjang. Ini ibu kota provinsi. Kota yang mestinya jadi wajah peradaban, bukan potret penderitaan yang diulang-ulang seperti sinetron azab.

 

Lebaran pun berubah makna. Bukan lagi soal mudik, tapi soal keberanian. Banyak warga memilih tidak pulang kampung. Bukan karena tak rindu, tapi karena takut. Takut bukan pada macet, bukan pula pada biaya, tapi pada horor antrean BBM di kampung halaman. Sebuah ketakutan baru yang tidak ada dalam cerita-cerita urban legend.

 

Nuan bayangkan! Seseorang lebih rela menahan rindu kepada orang tua dari menghadapi antrean bensin. Ini bukan lagi masalah logistik. Ini sudah masuk wilayah tragedi psikologis.

 

Di sisi lain, suara pemerintah daerah dan Pertamina tetap tenang, teduh, dan nyaris suci, “Stok aman, jangan panic buying.” Kalimat itu diulang-ulang, seperti zikir tengah malam yang diharapkan mampu menenangkan jiwa yang gelisah.

 

Tapi entah kenapa, zikir itu tak pernah sampai ke hati rakyat yang berdiri berjam-jam di bawah matahari, menunggu giliran yang terasa seperti janji politik, datangnya lama, kadang tidak datang sama sekali.

 

Jika memang stok aman, kenapa antrean tetap panjang?

 

Jika memang semua terkendali, kenapa warga harus berjibaku seperti sedang berebut air di musim kemarau panjang?

 

Jika semuanya baik-baik saja, kenapa rasanya tidak ada yang benar-benar baik?

 

Mungkin masalahnya bukan pada stok. Mungkin masalahnya adalah distribusi yang pincang, sistem yang gagap, atau koordinasi yang seperti permainan estafet tanpa pelari terakhir. Atau mungkin, lebih menyakitkan lagi, ini semua adalah hal yang dianggap “wajar”.

 

Di situlah letak tragedinya.

 

Ketika sesuatu yang tidak normal mulai diterima sebagai keseharian, maka kita tidak hanya kehilangan kenyamanan, tapi juga kehilangan kepekaan.

 

Seorang warga pernah berkata dengan nada getir, “Coba yang bilang stok aman itu ikut antre juga, biar tahu sakitnya.” Kalimat sederhana, tapi mengandung luka yang dalam. Luka karena merasa tidak didengar. Luka karena realitas yang dialami berbeda jauh dari narasi yang disampaikan.

 

Lebaran tahun ini akhirnya bukan tentang kemenangan melawan hawa nafsu. Tapi tentang kekalahan menghadapi sistem yang tak kunjung beres.

 

Kita menang melawan lapar dan dahaga selama Ramadan, tapi kalah melawan antrean di hari raya.

 

Pertanyaan itu terus menggantung di udara, seperti asap knalpot yang tak pernah benar-benar hilang, kenapa ini terjadi?

 

Lebih menyakitkan lagi, sampai kapan?

 

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447H. Mohon maaf lahir dan batin. Salam Koptagul.

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuzulul Qur’an, Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial

    Nuzulul Qur’an, Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa ini diperingati setiap malam ke-17 Ramadhan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung […]

  • Fiqh dan Hikmah I‘tikaf Akhir Romadon

    Fiqh dan Hikmah I‘tikaf Akhir Romadon

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — I‘tikaf (الاعتكاف) merupakan salah satu ibadah yang memiliki dimensi spiritual, psikologis, sosial dalam Islam. Secara bahasa, i‘tikaf berarti menetap atau berdiam diri. Secara istilah fiqh, i‘tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah dalam waktu tertentu, menjauhi kesibukan dunia untuk memperbanyak salat, dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan doa. 1- Landasan Al-Qur’an […]

  • Mas Menteri: Penelitian Bukan Sekadar Soal Jumlah Publikasi Ilmiah Aja

    Mas Menteri: Penelitian Bukan Sekadar Soal Jumlah Publikasi Ilmiah Aja

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-MATARAM Pekan Pemuda Riset dan Inovasi Nasional (PIRN) XX diharapkan mendorong lahirnya ilmuwan muda yang mampu menghasilkan kajian berkualitas. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim pada sambutannya secara online pada pembukaan PIRN, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (11/07/2022). PIRN berawal dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yang […]

  • Keren, ANNABA Gelorakan Spirit Ramadhan Bersama 1.687 Siswa SMPN di Kota Bandung

    Keren, ANNABA Gelorakan Spirit Ramadhan Bersama 1.687 Siswa SMPN di Kota Bandung

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    kanal31.com– Asosiasi Santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah asal Bandung Raya (ANNABA) sukses menggelar acara SENYUMAN (Serunya Menyambut Ramadhan Bersama Annaba) di SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung. Kegiatan berupa pesantren kilat ini yang telah berjalan tanpa terputus selama 13 tahun. Dan, SENYUMAN ke-14 kali ini berkolaborasi dengan 950 siswa/i SMPN 7 dan 737 siswa/i SMPN […]

  • Tingkatkan Mutu Akdemik, Prodi IPII UIN Bandung Gelar AL dari LAMSPAK

    Tingkatkan Mutu Akdemik, Prodi IPII UIN Bandung Gelar AL dari LAMSPAK

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Proses asesmen yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) menuntut kita agar terus meningkatkan dan mempertahankan mutu akademik. Bahkan lembaga pedidikan tinggi yang eksis di era serba canggih sekarang ini, mempersyaratkan standar lebih, di luar jangkauan kinerja dan hasil kerja yang ada selama ini. Demikian gagasan penting yang […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman Berkendara Saat Musim Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman Berkendara Saat Musim Hujan

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Musim hujan sering menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengendara. Jalan licin, jarak pandang terbatas, hingga genangan air dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, diperlukan kewaspadaan ekstra agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Berikut 5 tips yang bisa diterapkan:   1. Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat Pastikan ban dalam kondisi baik […]

expand_less