Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Hari pertama Lebaran. Hari yang mestinya dipenuhi aroma opor, gema takbir yang masih tersisa di dinding rumah, dan pelukan keluarga yang menghangatkan dada. Tapi di ruang tamu, di antara kue kering yang mulai melempem dan sirup yang terlalu manis, obrolan justru pahit, antrean BBM.

 

Topik yang sama. Lagi. Lagi. Seolah-olah kita tidak benar-benar merayakan hari kemenangan, melainkan sedang menghadiri rapat darurat nasional yang tak pernah diundang secara resmi.

 

Saat keluar rumah menuju tempat mertua, harapan saya sederhana, jalanan lengang, hati tenang. Tapi realitas menampar pelan, lalu menampar lagi dengan lebih keras. Tiga SPBU saya lewati: Dansen, Kota Baru, dan simpang Jalan Teuku Umar di Pontianak. Semuanya masih ramai. Antrean tetap ada. Memang tidak sepanjang kemarin yang seperti ular raksasa kelaparan, tapi cukup panjang untuk membuat kesabaran manusia modern runtuh satu per satu.

 

Minyaknya ada, katanya. Tapi antreannya tetap seperti dosa yang tak kunjung diampuni.

 

Ironisnya, ini bukan di pelosok negeri yang harus ditempuh dengan perahu kayu dan doa panjang. Ini ibu kota provinsi. Kota yang mestinya jadi wajah peradaban, bukan potret penderitaan yang diulang-ulang seperti sinetron azab.

 

Lebaran pun berubah makna. Bukan lagi soal mudik, tapi soal keberanian. Banyak warga memilih tidak pulang kampung. Bukan karena tak rindu, tapi karena takut. Takut bukan pada macet, bukan pula pada biaya, tapi pada horor antrean BBM di kampung halaman. Sebuah ketakutan baru yang tidak ada dalam cerita-cerita urban legend.

 

Nuan bayangkan! Seseorang lebih rela menahan rindu kepada orang tua dari menghadapi antrean bensin. Ini bukan lagi masalah logistik. Ini sudah masuk wilayah tragedi psikologis.

 

Di sisi lain, suara pemerintah daerah dan Pertamina tetap tenang, teduh, dan nyaris suci, “Stok aman, jangan panic buying.” Kalimat itu diulang-ulang, seperti zikir tengah malam yang diharapkan mampu menenangkan jiwa yang gelisah.

 

Tapi entah kenapa, zikir itu tak pernah sampai ke hati rakyat yang berdiri berjam-jam di bawah matahari, menunggu giliran yang terasa seperti janji politik, datangnya lama, kadang tidak datang sama sekali.

 

Jika memang stok aman, kenapa antrean tetap panjang?

 

Jika memang semua terkendali, kenapa warga harus berjibaku seperti sedang berebut air di musim kemarau panjang?

 

Jika semuanya baik-baik saja, kenapa rasanya tidak ada yang benar-benar baik?

 

Mungkin masalahnya bukan pada stok. Mungkin masalahnya adalah distribusi yang pincang, sistem yang gagap, atau koordinasi yang seperti permainan estafet tanpa pelari terakhir. Atau mungkin, lebih menyakitkan lagi, ini semua adalah hal yang dianggap “wajar”.

 

Di situlah letak tragedinya.

 

Ketika sesuatu yang tidak normal mulai diterima sebagai keseharian, maka kita tidak hanya kehilangan kenyamanan, tapi juga kehilangan kepekaan.

 

Seorang warga pernah berkata dengan nada getir, “Coba yang bilang stok aman itu ikut antre juga, biar tahu sakitnya.” Kalimat sederhana, tapi mengandung luka yang dalam. Luka karena merasa tidak didengar. Luka karena realitas yang dialami berbeda jauh dari narasi yang disampaikan.

 

Lebaran tahun ini akhirnya bukan tentang kemenangan melawan hawa nafsu. Tapi tentang kekalahan menghadapi sistem yang tak kunjung beres.

 

Kita menang melawan lapar dan dahaga selama Ramadan, tapi kalah melawan antrean di hari raya.

 

Pertanyaan itu terus menggantung di udara, seperti asap knalpot yang tak pernah benar-benar hilang, kenapa ini terjadi?

 

Lebih menyakitkan lagi, sampai kapan?

 

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447H. Mohon maaf lahir dan batin. Salam Koptagul.

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM- Di akhir tahun 2024, Bupati Bandung Dadang Supriatna mampu menurunkan angka pengangguran hingga 6,36 persen, yang semula 8,58 persen (2020). Bupati yang akrab disapa Kang DS ini mampu melakukan adaptasi, evaluasi, dan menggali berbagai problematika terkait dengan banyaknya pengangguran ini. Dengan langkah pasti, melalui kebijakannya sedikit demi sedikit problem pengangguran bisa teratasi. […]

  • Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANYUWANGI Kanal31.com — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi vokasi. Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) resmi membuka 1.530 kursi mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan kuota tersebut tersebar di 19 program studi jenjang Diploma 3 (D-3) dan Sarjana Terapan (S-1 Terapan). Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri di ujung timur Pulau Jawa, […]

  • Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag RI. Selain menjabat sebagai Ketua PW ISNU Jawa Barat, Prof. Ulfiah juga merupakan […]

  • Menag: Alumni UIN Jakarta Kembangkan Pemikiran Islam Modern dan Inklusif

    Menag: Alumni UIN Jakarta Kembangkan Pemikiran Islam Modern dan Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN KANAL31.COM — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyerukan peran penting alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif dan damai. Seruan ini disampaikan dalam Reuni Akbar dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Jakarta, yang berlangsung di Gedung Alumni Center, Tangerang Selatan, Sabtu (18/1/2025). Menag […]

  • Wadek 3 FAH, Dr. Dadan: “Mahasiswa Prestasi Berkarakter Tangguh, Ulet, Berkualitas”

    Wadek 3 FAH, Dr. Dadan: “Mahasiswa Prestasi Berkarakter Tangguh, Ulet, Berkualitas”

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pribadi yang tangguh, ulet, dan berkualitas. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Dekan III FAH UIN Bandung Dr. Dadan Firdaus, M.Ag., usai acara “The Humanis Awards”, sebuah ajang […]

  • Elektabilitas Kang Emil sebagai Cawapres 2024 Duduki Posisi Teratas

    Elektabilitas Kang Emil sebagai Cawapres 2024 Duduki Posisi Teratas

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas tokoh-tokoh yang namanya masuk bursa wakil presiden (wapres) 2024. Hasilnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menduduki posisi teratas.   Dikutip dari Litbang Kompas, Rabu (26/10/2022), survei bersifat periodik dengan metode wawancara tatap muka random sampling. Survei digelar sejak 24 September hingga 7 Oktober, di mana jumlah respondennya sebanyak 1.200 […]

expand_less