Sabtu, 25 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

  • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.

 

Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam pergaulan global. Perjalanan luar negeri presiden adalah instrumen hal tersebut. Ia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari orkestrasi besar untuk mengamankan kepentingan nasional.

 

Presiden tidak hanya membawa dirinya sebagai individu, tetapi sebagai representasi simbolik dan substansial dari negara. Setiap pertemuan bilateral, forum internasional, atau bahkan percakapan informal di sela-sela konferensi memiliki potensi menghasilkan dampak strategis yang tidak selalu dapat diukur secara instan.

 

Ada dimensi keamanan yang sering luput dari perhatian. Dalam banyak kasus, perjalanan luar negeri menjadi ruang untuk meredakan ketegangan, membangun saluran komunikasi, dan mencegah konflik. Diplomasi preventif semacam ini jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus ditanggung jika konflik benar-benar terjadi.

 

Lebih dari itu, presiden sedang memainkan peran sebagai penjaga stabilitas ekonomi nasional. Kesepakatan investasi, perdagangan, dan kerja sama teknologi yang dibangun melalui kunjungan luar negeri berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Apa yang tampak sebagai biaya perjalanan sejatinya adalah investasi jangka panjang.

 

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian geopolitik, kehadiran presiden di berbagai forum internasional adalah bentuk afirmasi eksistensi negara. Negara yang tidak hadir akan kehilangan suara. Negara yang kehilangan suara akan kehilangan pengaruh. Dan negara yang kehilangan pengaruh akan rentan terhadap tekanan eksternal.

 

Memang betul hasil dari perjalanan luar negeri tidak langsung terlihat. Namun, ia membangun trust—modal tak kasat mata yang sangat menentukan dalam hubungan antarnegara. Kepercayaan ini menjadi fondasi bagi kerja sama di masa depan.

  • Penulis: Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Strategi Atasi Kesulitan dalam Penulisan Skripsi

    9 Strategi Atasi Kesulitan dalam Penulisan Skripsi

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Kami telah menyusun tahapan penulisan skripsi sejak proposal. Dari tahapan itu, kami menjumpai beberapa kesulitan yang dialami mahasiswa. Pertama, kesulitan dalam menyusun permasalahan utama penelitian. Solusinya adalah siapkan jawaban sementara untuk pertanyaan utama penelitian yang diajukan, lalu pertimbangkan apakah jawaban tersebut penting sebagai alasan mendasar dilakukannya penelitian. Kedua, kesulitan dalam menyusun kerangka berpikir. Solusinya adalah […]

  • Selamat! Prodi Ilmu Politik UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    Selamat! Prodi Ilmu Politik UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Program Studi S1 Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini ditetapkan melalui Surat Keputusan BAN-PT: S1 Ilmu Politik dengan Nomor SK: 289/SK/BAN-PT/Ak/S/II/2026. Akreditasi Unggul merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional yang […]

  • Dosen ITB Beberkan Pendekatan Socio-Engineering dalam Manajemen Proyek Pembangunan

    Dosen ITB Beberkan Pendekatan Socio-Engineering dalam Manajemen Proyek Pembangunan

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Pemahaman akan ilmu engineering memang penting, banyak aspek dalam kehidupan manusia yang bersinggungan langsung dengan rekayasa. Namun, ilmu engineering ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa diikuti oleh pendekatan sosial. Ir. Lucky Harry Korah, M. Si., hadir untuk memberikan pengetahuan terkait pendekatan socio-engineering dalam mengelola stakeholder pembangunan infrastruktur, dengan topik khusus bangunan sumber daya air (SDA). Lucky menyampaikan materi ini melalui […]

  • Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GOWA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan peran penting penguatan aspek spiritual yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan. Menag menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj yang diperingati sebelum Ramadan merupakan “prolog” atau persiapan mental bagi […]

  • Nak

    Nak

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Nak. Seiring kedewasaanmu tumbuh, kau akan mengerti bahwa hidup bukanlah garis lurus ketika kau hendak mewujudkan keinginan dan cita-citamu. Seumpama perjalanan di tengah kabut: Jalan berkelok, peta yang tak menunjukkan arah, dan simpang jalan yang menyesatkan, bisa saja kau temui.   Di satu waktu, kau mungkin pasti pada ayunan langkahmu; namun di […]

  • Begini Cara Jitu PSGA Ciptakan UIN Bandung Aman dari Tindak Kekerasan Seksual 

    Begini Cara Jitu PSGA Ciptakan UIN Bandung Aman dari Tindak Kekerasan Seksual 

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BANDUNG) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pelatihan Pencegahan Kekerasan berbasis Gender dan Konseling untuk Satgas PPKS dan Gender Focal Point yang berlangsung di Gedung Lecture Hall. Dengan menghadirkan dua narasumber: Dr. Istiadah, MA, Ketua PSGA UIN Malang dan Gusriyeni, […]

expand_less