Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

  • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.

 

Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam pergaulan global. Perjalanan luar negeri presiden adalah instrumen hal tersebut. Ia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari orkestrasi besar untuk mengamankan kepentingan nasional.

 

Presiden tidak hanya membawa dirinya sebagai individu, tetapi sebagai representasi simbolik dan substansial dari negara. Setiap pertemuan bilateral, forum internasional, atau bahkan percakapan informal di sela-sela konferensi memiliki potensi menghasilkan dampak strategis yang tidak selalu dapat diukur secara instan.

 

Ada dimensi keamanan yang sering luput dari perhatian. Dalam banyak kasus, perjalanan luar negeri menjadi ruang untuk meredakan ketegangan, membangun saluran komunikasi, dan mencegah konflik. Diplomasi preventif semacam ini jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus ditanggung jika konflik benar-benar terjadi.

 

Lebih dari itu, presiden sedang memainkan peran sebagai penjaga stabilitas ekonomi nasional. Kesepakatan investasi, perdagangan, dan kerja sama teknologi yang dibangun melalui kunjungan luar negeri berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Apa yang tampak sebagai biaya perjalanan sejatinya adalah investasi jangka panjang.

 

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian geopolitik, kehadiran presiden di berbagai forum internasional adalah bentuk afirmasi eksistensi negara. Negara yang tidak hadir akan kehilangan suara. Negara yang kehilangan suara akan kehilangan pengaruh. Dan negara yang kehilangan pengaruh akan rentan terhadap tekanan eksternal.

 

Memang betul hasil dari perjalanan luar negeri tidak langsung terlihat. Namun, ia membangun trust—modal tak kasat mata yang sangat menentukan dalam hubungan antarnegara. Kepercayaan ini menjadi fondasi bagi kerja sama di masa depan.

  • Penulis: Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEMBER kanal31.com — Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)-LPDP tahun 2025 untuk Perguruan Tinggi telah dibuka. Program studi (Prodi) tujuan BIB-LPDP tahun 2025 juga sudah diumumkan. Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dr. Wildani Hefni, mengatakan bahwa seluruh Prodi pada fakultas yang dia pimpin masuk dalam daftar tujuan studi BIB-LPDP tahun 2025. Ini tidak […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

  • Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.  menyampaikan peringatan keras mengenai perubahan dunia yang sangat cepat. Perguruan tinggi tengah berada dalam tekanan besar dari berbagai arah: industri yang dinamis, ekspektasi masyarakat yang meningkat, hingga perubahan konstalasi global. Peringatan itu disampaikan Dekan saat memberikan sambutan […]

  • Peringkat I PTKIN UIN Bandung Berbagi Aktivitas Kunci Strategi Meningkatkan Pemeringkatan Webometrics

    Peringkat I PTKIN UIN Bandung Berbagi Aktivitas Kunci Strategi Meningkatkan Pemeringkatan Webometrics

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG  Sentra Publikasi Indonesia (SPI), UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi terbaik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2022. Data ini diperoleh berdasarkan pengukuran Webometrics Juli 2022. Adapun peringkat PTKIN terbaik versi Webometrics sepanjang tahun 2020-2022 di bawah ini: Sepanjang 2020-2022 yang menjadi kompetitor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam pengukuran rangking Webometrics […]

  • Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Majelis Ulama Indonesi (MUI) dinilai mempunyai potensi untuk menjembatani berbagai kubu yang berbeda kepentingan. Hal ini berangkat dari perlunya mewadahi keragaman ormas Islam di Indonesia agar tidak mudah dipecah-belah. MUI memiliki peran sebagai forum silaturahim yang menjembatani keragaman tersebut. “MUI itu sebetulnya tidak berada di posisi kanan atau kiri, tapi dia independen. Karenanya MUI […]

  • Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

    Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Esok (27/5/2026), seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha, atau hari raya qurban. Esok juga negeri ini akan bau sate. Karena, semua pada Pesta Ba..ups, Pesta Sate. Saya tak membahas soal itu, melainkan sejarah qurban. Ternyata, sejarah pemotongan domba atau kambing itu ada kemiripan antara Yahudi dan Islam. Mari kita ungkap sambil […]

expand_less