Minggu, 10 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Problem Beragama di Kalangan Umat: 

Problem Beragama di Kalangan Umat: 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • comment 0 komentar

Antara Ajaran dan Persepsi

 

BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.

 

Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan contoh. Contoh adalah wilayah persepsi. Ini banyak pabaliut (semerawut). Dan ini menjadi salah satu sumber kegaduhan umat dalam beragama selama ini akibat tak kritis dalam berpikir. Kesemrawutan dalam berpikir akan menyebabkan kesemrawutan dalam beragama.

 

Banyak ayat Qur’an dan hadits tentang hukum sesuatu, diperdebatkan karena contohnya tidak disebutkan dalam ajaran, tapi umatnya menyebutkan contohnya seolah sebagai bagian dari ajaran, padahal itu pikirannya sendiri, dianggap ajaran, dalil, teks, padahal persepsi, dianggap benar padahal belum tentu. Contohnya banyak. Kita ambil tiga saja.

 

Pertama, bid’ah

 

“Bid’ah itu sesat” adalah ajaran, “contohnya apa” adalah persepsi. “Bid’ah adalah sesat dan tempatnya di neraka” adalah ajaran, tapi apakah bid’ah itu tahlilan, muludan, yasinan, ulang tahun, itu adalah persepsi. Mengapa? Karena teks haditsnya tidak menyebut contohnya. Contoh-contoh itu dibuat oleh umat dan disebutkanlah sebagai bid’ah seolah bagian dari ajaran. Contoh-contoh disebutkan kebanyakan untuk mendukung pendapatnya sendiri atau kelompok, untuk membenarkan diri atau menyalahkan orang lain.

 

Kedua, mengikuti gaya hidup non Muslim/orang kafir

 

“Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” adalah ajaran karena itu hadits Nabi. “Barang siapa yang menyerupai (ikut-ikutan) sebuah kaum, maka dia termasuk kaum itu.” Larangan meniru perilaku atau gaya hidup kaum non Muslim atau orang kafir adalah ajaran. Tapi, mobil, handhone, kemeja, dasi, celana panjang, ulang tahun dll adalah persepsi. Contoh-contoh itu persepsional karena ajaran tidak menyebutkannya. Perilaku, adat, kebiasaan, kesadaran dan budaya orang kafir tentu saja tak semuanya buruk. Yang buruk itu hanya kekafirannya saja atau pelanggaran syariatnya saja. Budaya tak semuanya buruk, teknologi tergantung pemakaiannya.

 

Ketiga, riba.

 

“Riba itu haram” adalah ajaran, bunga bank haram adalah persepsi. “Riba itu haram,” semua ulama, 100%, tidak ada yang berbeda pendapat. Bunga bank itu riba adalah persepsi. Bukti bahwa itu persepsi adalah adanya perbedaan pendapat diantara para ulama. Karena ada perbedaan pendapat ulama, maka bunga bank adalah wilayah khilafiyah, bukan aqidah. Dalam khilafiyah, caranya adalah fleksibel. Kelompok yang mengharamkan karena menyamakan bunga bank dengan riba, kelompok yang membolehkan karena membedakannya dengan riba. Yang mengharamkan, mempersepsinya itu riba, bagi yang membolehkan, bunga bank beda pengertiannya dengan riba jaman jahiliyah yang dilarang Al-Qur’an.

 

Sikap

 

Bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi masalah seperti itu? Peganglah yang kuat ajarannya, fleksibellah dalam persepsi. Memberi contoh yang tak ada dalam ajaran (teks Qur’an/hadits), boleh, tapi jangan memutlakkan dan menyalahkan orang lain. Hargai ruang-ruang berpikir dan perbedaan pendapat. Tak ada yang mutlak dalam persepsi, yang mutlak itu dalam ajaran. Itulah akal sehat dalam beragama.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Tiga widyaiswara Balitbang Diklat Kementerian Agama meraih penghargaan pada Jambore Nasional (Jamnas) Widyaiswara III di Bandung. Even ini diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI). Dalam perhelatan tahunan terbesar bagi para widyaiswara se-Indonesia ini, dua widyaiswara dari BDK Ambon, Rahmadan dan Riana Antika Amahoroe, meraih juara pertama pada kategori inovasi widyaiswara. Karya inovasi […]

  • THR dan Gaji Ke-13 ASN Daerah Pencairannya Ditentukan Peraturan Kepala Daerah

    THR dan Gaji Ke-13 ASN Daerah Pencairannya Ditentukan Peraturan Kepala Daerah

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    JAKARTA-SPI Para aparatur sipil negara (ASN) daerah di seluruh Indonesia sedang menanti pencairan tunjangan hari raya (THR). Uang THR untuk ASN daerah baru bisa dicairkan setelah kepala daerah, baik itu bupati/walikota maupun gubernur menyusun peraturan kepala daerah. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro memerintahkan kepala daerah segera menyusun peraturan kepala daerah (perkada) mengenai […]

  • Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pasewakan Kerta Tataning Hirup Linuwih, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/9/2025).   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga sore hari ini melibatkan mahasiswa S2 SAA bersama komunitas Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), salah satu penghayat kepercayaan […]

  • Epidemiolog UGM: Tak Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

    Epidemiolog UGM: Tak Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Masyarakat dunia digemparkan dengan kemunculan hepatitis varian baru. Hepatitis atau penyakit yang menyerang organ hati selama ini telah ada, seperti hepatitis A/B/C/D/E, namun hepatitis yang menyerang baru-baru ini tidak disebabkan oleh virus yang mengakibatkan hepatitis A/B/C/D/E. Penyebab hepatitis varian baru ini pun belum diketahui sampai sekarang. Oleh karena itu, hepatitis baru ini masih disebut […]

  • Dosen ITB Beberkan Pendekatan Socio-Engineering dalam Manajemen Proyek Pembangunan

    Dosen ITB Beberkan Pendekatan Socio-Engineering dalam Manajemen Proyek Pembangunan

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Pemahaman akan ilmu engineering memang penting, banyak aspek dalam kehidupan manusia yang bersinggungan langsung dengan rekayasa. Namun, ilmu engineering ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa diikuti oleh pendekatan sosial. Ir. Lucky Harry Korah, M. Si., hadir untuk memberikan pengetahuan terkait pendekatan socio-engineering dalam mengelola stakeholder pembangunan infrastruktur, dengan topik khusus bangunan sumber daya air (SDA). Lucky menyampaikan materi ini melalui […]

  • Saatnya Lindungi Diri dengan Bersedekah

    Saatnya Lindungi Diri dengan Bersedekah

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan pribadi seseorang.   Erwin sampaikan usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Mansyur, Jalan Soekarno Hatta No. 693, Jumat 5 September 2025. “Sedekah itu bukan cuma membantu orang […]

expand_less