Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Problem Beragama di Kalangan Umat: 

Problem Beragama di Kalangan Umat: 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Antara Ajaran dan Persepsi

 

BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.

 

Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan contoh. Contoh adalah wilayah persepsi. Ini banyak pabaliut (semerawut). Dan ini menjadi salah satu sumber kegaduhan umat dalam beragama selama ini akibat tak kritis dalam berpikir. Kesemrawutan dalam berpikir akan menyebabkan kesemrawutan dalam beragama.

 

Banyak ayat Qur’an dan hadits tentang hukum sesuatu, diperdebatkan karena contohnya tidak disebutkan dalam ajaran, tapi umatnya menyebutkan contohnya seolah sebagai bagian dari ajaran, padahal itu pikirannya sendiri, dianggap ajaran, dalil, teks, padahal persepsi, dianggap benar padahal belum tentu. Contohnya banyak. Kita ambil tiga saja.

 

Pertama, bid’ah

 

“Bid’ah itu sesat” adalah ajaran, “contohnya apa” adalah persepsi. “Bid’ah adalah sesat dan tempatnya di neraka” adalah ajaran, tapi apakah bid’ah itu tahlilan, muludan, yasinan, ulang tahun, itu adalah persepsi. Mengapa? Karena teks haditsnya tidak menyebut contohnya. Contoh-contoh itu dibuat oleh umat dan disebutkanlah sebagai bid’ah seolah bagian dari ajaran. Contoh-contoh disebutkan kebanyakan untuk mendukung pendapatnya sendiri atau kelompok, untuk membenarkan diri atau menyalahkan orang lain.

 

Kedua, mengikuti gaya hidup non Muslim/orang kafir

 

“Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” adalah ajaran karena itu hadits Nabi. “Barang siapa yang menyerupai (ikut-ikutan) sebuah kaum, maka dia termasuk kaum itu.” Larangan meniru perilaku atau gaya hidup kaum non Muslim atau orang kafir adalah ajaran. Tapi, mobil, handhone, kemeja, dasi, celana panjang, ulang tahun dll adalah persepsi. Contoh-contoh itu persepsional karena ajaran tidak menyebutkannya. Perilaku, adat, kebiasaan, kesadaran dan budaya orang kafir tentu saja tak semuanya buruk. Yang buruk itu hanya kekafirannya saja atau pelanggaran syariatnya saja. Budaya tak semuanya buruk, teknologi tergantung pemakaiannya.

 

Ketiga, riba.

 

“Riba itu haram” adalah ajaran, bunga bank haram adalah persepsi. “Riba itu haram,” semua ulama, 100%, tidak ada yang berbeda pendapat. Bunga bank itu riba adalah persepsi. Bukti bahwa itu persepsi adalah adanya perbedaan pendapat diantara para ulama. Karena ada perbedaan pendapat ulama, maka bunga bank adalah wilayah khilafiyah, bukan aqidah. Dalam khilafiyah, caranya adalah fleksibel. Kelompok yang mengharamkan karena menyamakan bunga bank dengan riba, kelompok yang membolehkan karena membedakannya dengan riba. Yang mengharamkan, mempersepsinya itu riba, bagi yang membolehkan, bunga bank beda pengertiannya dengan riba jaman jahiliyah yang dilarang Al-Qur’an.

 

Sikap

 

Bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi masalah seperti itu? Peganglah yang kuat ajarannya, fleksibellah dalam persepsi. Memberi contoh yang tak ada dalam ajaran (teks Qur’an/hadits), boleh, tapi jangan memutlakkan dan menyalahkan orang lain. Hargai ruang-ruang berpikir dan perbedaan pendapat. Tak ada yang mutlak dalam persepsi, yang mutlak itu dalam ajaran. Itulah akal sehat dalam beragama.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

    Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Upaya mengentaskan persoalan krisis kemanusiaan secara global, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Iqtishaduna International Conference yang berlangsung di Hotel Shakti, Kota Bandung, Kamis-Jumat (21-22/11/2024). Konferensi Internasional bertajuk “Peran Keuangan Sosial Islam dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global: Inovasi, Tantangan, dan Kolaborasi” ini menghadirkan narasumber: Prof. Mehmet Asutay, […]

  • Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    PEKALONGAN, kanal31.com–  Pariwisata halal selama ini sering diperdebatkan secara dangkal, seolah-olah penyeragaman destinasi atau sekadar urusan stempel halal pada makanan. Hal itu terjadi karena regulasinya yang masih tumpang-tindih dan belum terintegrasi secara utuh dalam sistem hukum nasional. Sebuah riset komprehensif  Dr. Heris Suhendar –-dosen UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dalam Sidang Senat Terbuka Doktoral yang […]

  • Gunakan Dana CSR, Gedung Mako Polsek Arjasari Dibangun

    Gunakan Dana CSR, Gedung Mako Polsek Arjasari Dibangun

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAl31.COM – Polresta Bandung melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Mako Polsek Arjasari di Perumahan Kota Baru Arjasari RT 04/RW 13 Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Senin (13/1/2025). Peletakan batu pertama itu dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus, didampingi Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna, Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr […]

  • Yuk Kenali Creavill Bandung: Pemberdayaan Masyarakat Lewat Literasi

    Yuk Kenali Creavill Bandung: Pemberdayaan Masyarakat Lewat Literasi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Creavill Bandung hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk membangun kreativitas dan kemandirian melalui literasi dan pemberdayaan.   Berdiri sejak 17 Mei 2017, komunitas ini lahir dari inisiatif Co-Founder Rindra Nuriza bersama empat rekannya. Terinspirasi dari pengalaman pribadi Rindra yang melihat ibunya mampu mendidik dirinya melalui rajin membaca, Creavill Bandung kini menjadi ruang bagi anak-anak dan […]

  • Prof. Rosihon Lantik Seribu Wisudawan

    Prof. Rosihon Lantik Seribu Wisudawan

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung, Prof.  Rosihon Anwar melantik 1.000 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-97, di Gedung Anwar Musaddad kampus itu, Sabtu (27/4/2024). Acara yang bertajuk “Menjadi Pribadi yang Tangguh, Berprestasi dan Bakti untuk Negeri” itu, disiarkan langsung melalui kanal Youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ke-1.000 Wisudawan ini […]

  • Agustus 2022, UIN Bandung Siap Gelar PESONA I PTKN

    Agustus 2022, UIN Bandung Siap Gelar PESONA I PTKN

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Kesiapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menyelenggarakan Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 sudah mencapai 70% (tujuh puluh persen). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M. Ag., Kamis (09/06/2022). Sebagaimana diketahui UIN Sunan Gunung […]

expand_less