Kamis, 9 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Halo guys! Bukan gaes yang itu, tapi ini gay. Gay yang lagi ramai dibicarakan di negeri ini. Sampai take down-take down-an video segala. Tapi saya mau bahas kata gay saja, tak merembet ke mana-mana. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Guys..! Gay itu sebenarnya cuma istilah keren untuk pria yang tertarik secara seksual dan romantis ke sesama pria. Bukan penyakit langka yang baru muncul kemarin sore, melainkan variasi orientasi seksual yang sudah ada sejak manusia berburu mamut. Kata “gay” sendiri punya cerita hidup yang lebih dramatis dari sinetron ijazah.

 

Dulu, abad ke-12, artinya cuma “senang, riang, ceria” kayak anak kecil lagi dapat permen. Lalu di abad ke-17 mulai nakal, dipakai buat orang yang hidupnya bebas moral, playboy, atau bahkan pelacur. Baru di awal abad ke-20, di kalangan subkultur Amerika, kata itu direbut dan dijadikan slang buat homoseksual.

 

Sekarang? Makna asli “senang” sudah kalah telak, digantikan sama makna yang bikin orang ribut di komentar Instagram.

 

Secara ilmiah, homoseksualitas bukan pilihan ala “hari ini aku mau suka cowok atau cewek”. Penyebabnya campur aduk. Ada genetik (heritabilitas 8-25 persen, bukan satu gen ajaib), hormon saat masih di kandungan, struktur otak, dan interaksi lingkungan awal. Organisasi kesehatan dunia dan American Psychiatric Association sudah resmi bilang sejak 1973, ini bukan kelainan jiwa. Dulu sempat diklasifikasikan sebagai gangguan mental, tapi sekarang dianggap variasi normal seksualitas manusia. Sama seperti warna mata atau tinggi badan yang beda-beda. Banyak spesies hewan juga melakukannya, dari penguin sampai bonobo, jadi jangan sok merasa spesial ya manusia.

 

Tapi begitu masuk ranah agama, suasananya langsung berubah jadi film horor komedi. Islam mayoritas ulama tegas menolak perilaku homoseksual karena dianggap meniru kaum Nabi Luth yang dikutuk dalam Al-Quran (Al-A’raf, Asy-Syu’ara, dll), bertentangan dengan fitrah, dan hanya boleh dalam pernikahan pria-wanita. Kristen konservatif juga mengutip Roma 1 dan Imamat, bilang ini dosa, meski ada denominasi liberal yang sudah buka pelukan lebar dan bless pernikahan sesama jenis. Hindu punya cerita dewa gender-fluid dan Kama Sutra yang cukup terbuka, tapi di praktik banyak yang tetap konservatif. Buddha malah santai-santai saja, asal nggak melanggar “sexual misconduct” yang menyakiti orang lain. Yahudi? Dari ortodoks yang ketat sampai reformis yang rainbow banget. Intinya, agama Abrahamik paling galak soal ini, sementara yang lain lebih “tergantung mood pemimpin agamany.”

 

Sekarang, kalau ngomong soal negara, ASEAN lagi-lagi jadi panggung drama yang bikin geleng-geleng kepala. Thailand jadi bintang utama. Sejak 23 Januari 2025, mereka resmi melegalkan pernikahan sesama jenis lewat Marriage Equality Act. Lebih dari 26.000 pasangan sudah nikah dalam setahun pertama. Mereka dapat hak waris, adopsi, pajak, semuanya lengkap. Satu-satunya negara ASEAN yang bener-bener ngakuin full. Sisanya? Masih pada pura-pura nggak denger.

 

Yang paling ekstrem adalah Brunei, juara bertahan ketatnya. Hubungan sesama jenis pria bisa dihukum mati dirajam (stoning), wanita cambuk 40 kali atau penjara 10 tahun. Ada juga hukuman buat cross-dressing. Meski sejak 2019 Sultan kasih moratorium hukuman mati karena ribut internasional, undang-undang Syariah-nya tetap bikin suasana tegang. Malaysia dan Myanmar juga cukup garang.

 

Sementara Indonesia sekarang ikut semakin ketat berkat KUHP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Pasal soal seks di luar pernikahan (seperti Article 411) bikin hubungan sesama jenis secara efektif jadi ilegal secara nasional, karena pernikahan gay nggak diakui sama sekali di UU Perkawinan. Prosesnya complaint-based (harus ada laporan dari keluarga), tapi tetap jadi senjata baru yang bikin suasana makin panas, ditambah Aceh yang sudah lama pakai Syariah dengan cambuknya yang legendaris.

 

So, dari dulu kata “gay” yang cuma artinya senang, sampai jadi bahan perdebatan dunia yang bikin orang ribut dari masjid sampai parlemen. Ilmu pengetahuan bilang ini variasi alamiah, agama-agama punya tafsir masing-masing, dan negara-negara ASEAN main tebak-tebakan soal hak dan dosa. Entah nuan tertawa, marah, atau cuma geleng-geleng, setidaknya sekarang ente tahu asal-usul, fakta medis, ayat-ayat, dan peta ASEAN-nya. Sisanya? Terserah nurani dan timeline masing-masing. Begitulah, guys!

 

Foto Ai hanya ilustrasi

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

    MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menjadi tuan rumah diskusi Madrasah Malam Raboan (MMR), kali ini mengusung tema “Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu” Rabu (11/12/2024). Acara yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan sejumlah akademisi, mahasiswa, dan tokoh penting, dengan jumlah peserta mencapai 35 orang. Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB dengan sesi pembukaan yang […]

  • Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Tasyakur Dies Natalis ke-56 dan Halalbihalal di Aula Anwar Musaddad, Selasa (23/4/2024). Dalam kegiatan ini Rektor Prof. Rosihon Anwar  mengundang para rektor sebelumnya, para penggagas IAIN/UIN Bandung, lembaga instansi pemerintah sekitar, perwakilan pemerintahan dan masyarakat sekitar, rekanan, serta para purnabakti. Dalam kesempatan itu, Rektor  mengucapkan apresiasi kepada […]

  • Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

    Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, kanal31.com — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Forum Direktur Pascasarjana (FODIPAS) PTKIN se-Indonesia menyelenggarakan International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) V pada 21–23 November 2025 bertempat di Grand Rohan Jogja Hotel, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta akademisi Pascasarjana dari seluruh Indonesia. Hadir pula […]

  • Inilah Momentum Tumbuhkan Optimisme dalam Khazanah Pembukuan Islam

    Inilah Momentum Tumbuhkan Optimisme dalam Khazanah Pembukuan Islam

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Pameran buku Islamic Book Fair (IBF) kembali diselenggarakan tahun ini setelah sempat tertunda tahun lalu karena Covid-19. Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3-7 Agustus 2022. Ketua Panitia IBF Mahmud Anis mengatakan IBF kali ini menyediakan 128 stan. Para peserta penerbit yang berpartisipasi menyajikan buku kurang lebih 10 ribu judul dengan […]

  • Perluas Wawasan Mahasiswa, Prodi Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Kuliah Bersama Praktisi Bank Muamalat

    Perluas Wawasan Mahasiswa, Prodi Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Kuliah Bersama Praktisi Bank Muamalat

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Upaya peningkatan wawasan dan pemahaman praktis mahasiswa terhadap dunia perbankan syariah terus dilakukan. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar “Kuliah Bersama Praktisi Bank Syariah” yang dilaksanakan di Bank Muamalat Indonesia KCP Buahbatu, Rabu (15/4/2026).   Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi ini […]

  • Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Kata-kata optimisme ini diungkapkan […]

expand_less