Jumat, 8 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Halo guys! Bukan gaes yang itu, tapi ini gay. Gay yang lagi ramai dibicarakan di negeri ini. Sampai take down-take down-an video segala. Tapi saya mau bahas kata gay saja, tak merembet ke mana-mana. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Guys..! Gay itu sebenarnya cuma istilah keren untuk pria yang tertarik secara seksual dan romantis ke sesama pria. Bukan penyakit langka yang baru muncul kemarin sore, melainkan variasi orientasi seksual yang sudah ada sejak manusia berburu mamut. Kata “gay” sendiri punya cerita hidup yang lebih dramatis dari sinetron ijazah.

 

Dulu, abad ke-12, artinya cuma “senang, riang, ceria” kayak anak kecil lagi dapat permen. Lalu di abad ke-17 mulai nakal, dipakai buat orang yang hidupnya bebas moral, playboy, atau bahkan pelacur. Baru di awal abad ke-20, di kalangan subkultur Amerika, kata itu direbut dan dijadikan slang buat homoseksual.

 

Sekarang? Makna asli “senang” sudah kalah telak, digantikan sama makna yang bikin orang ribut di komentar Instagram.

 

Secara ilmiah, homoseksualitas bukan pilihan ala “hari ini aku mau suka cowok atau cewek”. Penyebabnya campur aduk. Ada genetik (heritabilitas 8-25 persen, bukan satu gen ajaib), hormon saat masih di kandungan, struktur otak, dan interaksi lingkungan awal. Organisasi kesehatan dunia dan American Psychiatric Association sudah resmi bilang sejak 1973, ini bukan kelainan jiwa. Dulu sempat diklasifikasikan sebagai gangguan mental, tapi sekarang dianggap variasi normal seksualitas manusia. Sama seperti warna mata atau tinggi badan yang beda-beda. Banyak spesies hewan juga melakukannya, dari penguin sampai bonobo, jadi jangan sok merasa spesial ya manusia.

 

Tapi begitu masuk ranah agama, suasananya langsung berubah jadi film horor komedi. Islam mayoritas ulama tegas menolak perilaku homoseksual karena dianggap meniru kaum Nabi Luth yang dikutuk dalam Al-Quran (Al-A’raf, Asy-Syu’ara, dll), bertentangan dengan fitrah, dan hanya boleh dalam pernikahan pria-wanita. Kristen konservatif juga mengutip Roma 1 dan Imamat, bilang ini dosa, meski ada denominasi liberal yang sudah buka pelukan lebar dan bless pernikahan sesama jenis. Hindu punya cerita dewa gender-fluid dan Kama Sutra yang cukup terbuka, tapi di praktik banyak yang tetap konservatif. Buddha malah santai-santai saja, asal nggak melanggar “sexual misconduct” yang menyakiti orang lain. Yahudi? Dari ortodoks yang ketat sampai reformis yang rainbow banget. Intinya, agama Abrahamik paling galak soal ini, sementara yang lain lebih “tergantung mood pemimpin agamany.”

 

Sekarang, kalau ngomong soal negara, ASEAN lagi-lagi jadi panggung drama yang bikin geleng-geleng kepala. Thailand jadi bintang utama. Sejak 23 Januari 2025, mereka resmi melegalkan pernikahan sesama jenis lewat Marriage Equality Act. Lebih dari 26.000 pasangan sudah nikah dalam setahun pertama. Mereka dapat hak waris, adopsi, pajak, semuanya lengkap. Satu-satunya negara ASEAN yang bener-bener ngakuin full. Sisanya? Masih pada pura-pura nggak denger.

 

Yang paling ekstrem adalah Brunei, juara bertahan ketatnya. Hubungan sesama jenis pria bisa dihukum mati dirajam (stoning), wanita cambuk 40 kali atau penjara 10 tahun. Ada juga hukuman buat cross-dressing. Meski sejak 2019 Sultan kasih moratorium hukuman mati karena ribut internasional, undang-undang Syariah-nya tetap bikin suasana tegang. Malaysia dan Myanmar juga cukup garang.

 

Sementara Indonesia sekarang ikut semakin ketat berkat KUHP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Pasal soal seks di luar pernikahan (seperti Article 411) bikin hubungan sesama jenis secara efektif jadi ilegal secara nasional, karena pernikahan gay nggak diakui sama sekali di UU Perkawinan. Prosesnya complaint-based (harus ada laporan dari keluarga), tapi tetap jadi senjata baru yang bikin suasana makin panas, ditambah Aceh yang sudah lama pakai Syariah dengan cambuknya yang legendaris.

 

So, dari dulu kata “gay” yang cuma artinya senang, sampai jadi bahan perdebatan dunia yang bikin orang ribut dari masjid sampai parlemen. Ilmu pengetahuan bilang ini variasi alamiah, agama-agama punya tafsir masing-masing, dan negara-negara ASEAN main tebak-tebakan soal hak dan dosa. Entah nuan tertawa, marah, atau cuma geleng-geleng, setidaknya sekarang ente tahu asal-usul, fakta medis, ayat-ayat, dan peta ASEAN-nya. Sisanya? Terserah nurani dan timeline masing-masing. Begitulah, guys!

 

Foto Ai hanya ilustrasi

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eco Enzyme, Solusi Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah Organik dan Jernihkan Sungai

    Eco Enzyme, Solusi Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah Organik dan Jernihkan Sungai

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pengolahan sampah organik kini semakin berkembang dengan hadirnya inovasi eco enzyme, sebuah cairan serbaguna yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah buah-buahan dan sayuran. Bahan dasar pembuatannya sederhana, yaitu sampah organik, gula merah atau molasses, serta air yang kemudian difermentasi selama tiga bulan. Hasilnya adalah cairan berwarna yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan […]

  • Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Jadilah cahaya yang mengukir masa depan penuh makna. Demikian pesan yang disampaikan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. kepada para wisudawan Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-105 Lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (15/11/2025). Masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. […]

  • SAPPK ITB Siap Wujudkan Kota Rendah Emisi dalam Pembangunan Berkelanjutan

    SAPPK ITB Siap Wujudkan Kota Rendah Emisi dalam Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB kembali mengadakan webinar dalam seri Sustainable Development in Built Environment pada Kamis (19/05/2022) secara daring. Webinar ini diadakan untuk mendiseminasikan pemikiran dosen-dosen yang tergabung dari setiap kelompok keahlian di SAPPK dalam lingkup internal dan eksternal. Dalam webinar kedua ini, tiga dosen dari Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, […]

  • Merawat Semesta dengan Cinta, Inilah Makna dan Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2025

    Merawat Semesta dengan Cinta, Inilah Makna dan Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON kanal31.com — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 mengusung tema besar “Merawat Semesta dengan Cinta.” Tema ini bukan hanya seruan simbolik, melainkan refleksi mendalam atas filosofi pendidikan yang berakar pada kesadaran spiritual, ekologis, dan kemanusiaan. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, tema ini menggambarkan peran guru sebagai penjaga keseimbangan antara ilmu dan iman, antara pengetahuan dan kebijaksanaan. “Guru […]

  • Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Mari kita, umat Islam, menatap masa depan dengan pikiran positif, guys. Bila Iran menang perang melawan AS-Israel dan menjadi penguasa dunia Islam, karena Iran itu Syi’ah, lalu katanya, kalau sudah berkuasa dia akan jadi jahat dan dzalim pada Muslim Sunni yang dikuasainya. Banyak yang tadinya anti penjajahan, kalau sudah jadi penguasa, jadi jahat […]

  • UIN Jakarta – BAKTI Kominfo Latih 113 Pesantren Digital Marketing Berbasis AI

    UIN Jakarta – BAKTI Kominfo Latih 113 Pesantren Digital Marketing Berbasis AI

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Satu lagi program berdampak yang dirasakan kalangan pesantren. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan BAKTI Kominfo menggelar Pelatihan Digital Marketing dan Personal Branding berbasis Artificial Intelligence (AI). Pelatihan ini diikuti para pengelola sistem informasi pesantren penerima manfaat infrastruktur BAKTI Kominfo. Giat ini menjadi salah satu upaya dalam menguatkan kapasitas […]

expand_less