Rabu, 15 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Relasi Agama dan Negara

Relasi Agama dan Negara

  • account_circle Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Fikr Cirebon
  • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
  • comment 0 komentar

CIREBON, kanal31.com –Kemarin di hadapan audien acara bedah buku Qanun Asasi NU, karya Ibu hj. Dr. Lelly Leiliyyah , isteri K.H. Andul Hakim Mahfuzh, atau Gus Kikin, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan moderatator Gus Nas, di PP. Kebon Jambu, asuhan Ibu Ny. Masriyah Amva, aku menyampaikan ini.

Dalam situasi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang ini, banyak teman bertanya tentang pandangan agama Islam. Lalu aku ingat lagi kitab “Al Tibr al Masbuk fi Nashihah al Muluk”, karya Hujjah al Islam, Imam Abu Hamid al Ghazali. Buku ini bicara tentang Etika bernegara. Beliau antara lain mengatakan:

الدين والملك توأمان. مثل اخوين. ولدا من بطن واحد

“Agama dan negara bagaikan saudara kembar. Keduanya lahir dari satu sumber”

Sementara dalam buku masterpiece nya “Ihya Ulum al Din”, juz 1, hlm. 17, beliau mengatakan :

الدين اس والسلطان حارس، وما لا أس له فمهدوم، وما لا حارس له فضائع.

“Agama adalah fondasi dan Negara/pemerintah adalah penjaganya. Bangunan apa pun tanpa fondasi akan hancur dan apa saja tanpa ada yang menjaga akan sia-sia, hilang”.

Bahasa lain adalah Agama bagai Ruh. Negara bagai Tubuh.

Imam Al Mawardi dalam karyanya yang terkenal “Adab al Dunya wa al Din” mengutip pernyataan Abd Allah al Mu’taz mengatakan :

السياسة تدبير شؤون الرعية لمصالحهم فى الدنيا وسعادتهم فى الاخرة.
“Kebijakan publik-politik adalah pengaturan urusan rakyat untuk kemaslahatan mereka di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat. ”

الْمُلْكُ بِالدِّينِ يَبْقَى، وَالدِّينُ بِالْمُلْكِ يَقْوَى.

“Kekuasaan atau negara yang ditopang oleh agama, akan abadi (bertahan), dan Agama yang ditopang oleh kekuasaan, akan kuat.”.

Lalu aku segera memberi makna kata ” Al-Din”, dengan mengatakan bahwa makna ” Al Din” adalah al Akhlaq al Karimah, moralitas luhur (moralitas kemanusiaan) , bukan sekedar identitas atau formalitas keyakinan metafisis, tentang keberadaan Tuhan dan kehidupan sesudah kematian di sini. Bukan juga sekedar ritual dan upacara ibadah personal atau banyaknya tempat-tempat ibadah yang megah di mana-mana.

Ini karena ia (al Akhlaq al Karimah/moralitas kemanusiaan) adalah visi dari keyakinan Tauhid/ ke Esa-an Tuhan (Tauhid).

Dan sangatlah menarik pernyataan Iskandar Agung (Alexander the Great) w. 323 SM, murid Aristoteles , filsuf besar itu ketika ia mengatakan :

لولا العلم ما قامت الدنيا ولا استقامت المملكة

Andai tak ada ilmu, dunia tak akan tegak. Dan kekuasaan akan terguncaeang-guncang, tak stabil.

Ini mengandung makna bahwa ilmu pengetahuan yang benar dan maju adalah basis peradaban yang sukses. Iskandar adalah pemimpin yang sukses menguasai dunia, Timur dan Barat.

Imam al Ghazali juga mengatakan :

Kehancuran sebuah negara bukan disebabkan oleh masalah keyakinan agama rakyatnya, melainkan oleh ketidakadilan/kezaliman para pemimpinnya. Lalu beliau menginformasikan kepada kita bahwa bangsa penganut Zoroastrian (Majusi) adalah bangsa yang sukses besar selama berabad-abad. Kegemilangan bangsa itu lebih disebabkan oleh kebijakan pemimpinnya yang adil. Hukum ditegakkan dengan adil, tidak mempraktikkan hukum : “tumpul ke atas, tajam ke bawah”. Agama mereka mengharamkan praktik-praktik kezaliman tersebut. Mereka juga bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mensejahterakan rakyatnya. (Ghazali, al Tibr al Masbuk fi Nasihah al Muluk, hlm. 50).

Ibnu Rusyd, seorang filosof Islam dan ahli hukum terkemuka zaman klasik, mendefinisikan pemimpin yang zalim itu. Katanya :

اَنَّ الْحَاكِمَ الظَّالمِ هُو الَّذِى يَحْكُمُ الشَّعْبَ مِنْ أَجْلِ نَفْسِهِ لَا مِنْ أَجْلِ الشَّعْبِ

“Pemimpin yang zalim adalah orang yang mengatur bangsanya hanya untuk mencari keuntungan dan kesenangan bagi dirinya dan bukan demi kepentingan bangsanya”.

Dalam karya masterpeacenya : Ihya Ulum al Din, beliau mengatakan :

فساد الرعية بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه “

Kerusakan rakyat itu karena bobroknya moral para pengelola negara, dan kebobrokan moral pengelola negara itu karena rusaknya moral para ulama (ulama al suu). Dan rusak moral para ulama itu ulama suu) berakar dari cinta mereka akan harta dan perebutan posisi sosial. (Ihya’ Juz 2/357).

12.07.26

  • Penulis: Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Fikr Cirebon

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ajaran Islam tidak hanya meliputi ibadah ritual, tetapi juga tatanan sosial masyarakat. Sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kepemimpinan atas umat Islam diselenggarakan dalam berbagai format. Sejumlah pemikir menguraikan kriteria kepemimpinan yang ideal menurut agama ini. Pada masa klasik, yakni sejak abad kedelapan hingga ke-15, para penulis yang menggeluti tema politik cukup banyak. Di antaranya […]

  • Gelontorkan 150 Juta, Alumni UIN Jakarta Bantu 50 Mahasiswa Lewat Beasiswa Aby Makruf Foundation

    Gelontorkan 150 Juta, Alumni UIN Jakarta Bantu 50 Mahasiswa Lewat Beasiswa Aby Makruf Foundation

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG Kanal31.com — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan bagi mahasiswa melalui dukungan dari alumni terbaiknya. Diselenggarakan di Ruang Teater Abdul Ghani, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) bekerja sama dengan yayasan sosial Aby Makruf Foundation (AMF) yang didirikan oleh dua alumni UIN Jakarta dari program studi Sastra Inggris. Acara ini secara […]

  • Elektabilitas Kang Emil sebagai Cawapres 2024 Duduki Posisi Teratas

    Elektabilitas Kang Emil sebagai Cawapres 2024 Duduki Posisi Teratas

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas tokoh-tokoh yang namanya masuk bursa wakil presiden (wapres) 2024. Hasilnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menduduki posisi teratas.   Dikutip dari Litbang Kompas, Rabu (26/10/2022), survei bersifat periodik dengan metode wawancara tatap muka random sampling. Survei digelar sejak 24 September hingga 7 Oktober, di mana jumlah respondennya sebanyak 1.200 […]

  • Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyambut bulan suci Ramadan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk tetap semangat bekerja meskipun ada penyesuaian jam kerja. Menurutnya, bulan Ramadan justru harus menjadi momen untuk meningkatkan produktivitas dan integritas dalam bekerja. “Ramadan bukan alasan untuk mengurangi semangat kerja. Sebaliknya, ini adalah […]

  • Yuk Kenali Kak Odin, Sosok Pendongeng Hipnotis Anak-anak

    Yuk Kenali Kak Odin, Sosok Pendongeng Hipnotis Anak-anak

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Claudine Patricia, ia merupakan seorang pendongeng yang berasal dari Kota Bandung. Wanita yang lebih akrab disapa dengan panggilan Kak Odin ini telah memantapkan diri sebagai pendongeng sejak tahun 2004.   “Saya mulai mendongeng itu sekitar tahun 2004,itu juga karena saya sempat setelah lulus dari FISIP Hubungan Internasional. Saya mengambil pendidikan guru TK,” terang […]

  • Bariwisata 2.0, Langkah Nyata Mahasiswa UIN Bandung Gali Ilmu di DJPb dan Sari Roti

    Bariwisata 2.0, Langkah Nyata Mahasiswa UIN Bandung Gali Ilmu di DJPb dan Sari Roti

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Dalam upaya memperkuat pemahaman praktis mahasiswa di dunia profesional, sebanyak 59 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Studi Edukatif Bariwisata (Belajar Sambil Wisata) 2.0 ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia—Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti), Jakarta, […]

expand_less