Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Oleh: Nanang Sungkawa

—> Alumnus IAIN Cipadung, Bandung <—

Arah  angin dan peta pertarungan ideologi kepemimpinan mulai hangat diperbincangkan menjelang kontestasi pemilihan Rektor UIN Bandung 2027. Momentum golden era yang tengah dinikmati kampus kebanggaan Jawa Barat ini tetap menuntut hadirnya sosok nakhoda —seorang pemimpin yang tidak sekadar matang secara akademis, tetapi juga piawai secara sosiologis, bijak dalam politik kelembagaan, serta teguh menjaga marwah sejarah pendiriannya.

DI kawasan timur Bandung, gedung-gedung megah UIN Sunan Gunung Djati berdiri tegak melambangkan metamorfosis panjang sebuah perguruan tinggi Islam. Keberadaanmya bukan sekadar gedung dan capaian akademik semata, melainkan menyimpan amanah sosiologis yang kuat, yakni sebuah rumah pemersatu umat yang lahir dari gelombang cita-cita luhur para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat Jawa Barat.

Menjelang suksesi kepemimpinan 2027, kampus ini kembali berada di persimpangan jalan. Pertanyaan mendasarnya bukan sekadar siapa yang sedang/akan memimpin? Melainkan kemana arah kompas keharmonisan dan kemajuan institusi ini akan dibawa?

Untuk memahami akar moral UIN Bandung, kita harus menengok kembali era 1960-an. Saat itu, masyarakat Jawa Barat merindukan hadirnya pusat pendidikan tinggi Islam yang sanggup berdiri sejajar dengan perguruan tinggi umum, sekaligus menjadi benteng moral yang mengakar pada nilai-nilai lokal Sunda.

Maka, pada 1967 sejumlah ulama, birokrat, dan akademisi Pasundan membidani lahirnya panitia pendirian IAIN Jawa Barat. Semangat utamanya adalah menghadirkan institusi keagamaan inklusif yang menjadi milik seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat ormas.

Pada 8 April 1968, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi berdiri, berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 56 Tahun 1968. Rektor pertamanya KH. Anwar Musaddad. Lalu pada 2005 –melalui Perpres No. 57 Tahun 2005–  IAIN bertransformasi menjadi UIN, menandai era integrasi sains dan agama.

Pendirian kampus ini tidak diarsiteki oleh faksi politik tertentu atau segelintir kelompok eksklusif. Ia lahir dari konsensus sosial masyarakat Jawa Barat.

Mengingat akar sejarahnya yang inklusif, masa depan UIN Bandung menuntut kompas kepemimpinan yang matang. Siapapun sosok yang memegang kemudi dinilai perlu mengantongi lima kriteria mendasar:

  1. Kedalaman spiritual dan  intelektual: memiliki integrasi keilmuan dan fondasi keagamaan yang kokoh sebagai syarat mutlak.
  2. Keterikatan kultural Jawa Barat: Mampu memahami dan menyatu dengan posisi sosiologis serta kearifan lokal Sunda sebagai akar budaya institusi.
  3. Legitimasi akar rumput: Memiliki rekam jejak dan keorganisasian yang kuat untuk menjamin legitimasi sosial di tingkat masyarakat luas.
  4. Konsolidasi jaringan alumni: Memiliki visi merekatkan potensi alumni secara solid guna membuka kemitraan dan jejaring internasional.
  5. Keterbukaan berbasis meritokrasi: memberikan ruang yang adil dan seluas-luasnya bagi kepemimpinan perempuan berdasarkan kompetensi murni.


Wacana Gender: Apakah Murni Kesetaraan?

Seperti dimaklumi bersama, akhir-akhir ini mengemuka narasi kepemimpinan “cantik” perempuan. Hal itu patut disambut sebagai wujud kedewasaan akademis dan inklusivitas lembaga. Namun, catatan kritis tetap harus disematkan bahwa “isu gender harus berdiri murni di atas prinsip keadilan dan meritokrasi”.

Wacana kesetaraan jangan sampai dimanipulasi menjadi instrumen politik sektarian atau fanatisme chauvinistik yang justru melahirkan iklim non-kolaboratif. Peringatan ini menggarisbawahi kekhawatiran munculnya narasi eksklusif yang berkedok gender, atau faktanya justru mengerdilkan esensi kesetaraan, menciptakan polarisasi, serta mengganggu keharmonisan iklim akademik.

Tantangan terbesar UIN Bandung bukan sekadar latar belakang gender atau asal organisasi para kandidat, melainkan harus mempertahankan gaya kepemimpinan kolaboratif, yang bercirikan: 1) Merangkul lintas organisasi kemasyarakatan, alumni, dan akademisi; 2) Terbuka, berbasis kompetensi, dan berwawasan global; 3) Menjaga stabilitas (iklim akademik yang baik) dan lompatan prestasi yang berkelanjutan.

Nah, suksesi kepemimpinan UIN Bandung mendatang adalah ujian keteguhan komitmen. Apakah UIN Bandung akan tetap setia pada khittah pendirinya sebagai rumah pemersatu umat yang inklusif? Atau justru terseret ke dalam kompetisi kelompok yang sempit? Jawabannya ada pada keberanian seluruh elemen sivitas akademika untuk memilih narasi kolaborasi di atas kepentingan sektarian.*

(Bahan feature: interview dengan sampel purposif dosen UIN Bandung)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Wajah Indonesia

    Dua Wajah Indonesia

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.   Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling […]

  • Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sangat bangga dengan kemampuan anak-anak muda menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang moderasi beragama. “Saya berbesar hati karena Kementerian Agama sudah berhasil menyaring anak-anak muda yang memiliki keahlian berpidato, menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang kebhinekaan, tentang moderasi beragama, dan tentang keberagaman,” terang Menag saat pengumuman juara Kompetisi Pidato […]

  • Lintas Iman Bersatu Jaga Lingkungan dalam Seminar RMB UIN Bandung

    Lintas Iman Bersatu Jaga Lingkungan dalam Seminar RMB UIN Bandung

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Isu krisis lingkungan dan kemanusiaan menjadi perhatian utama dalam Seminar Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula Perpustakaan, Senin (22/12/2025). Seminar bertajuk “Harmoni Iman dan Alam untuk Bumi dan Kemanusiaan” ini menghadirkan tujuh narasumber dari beragam latar belakang agama dan generasi. Fam Kiun […]

  • Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, didampingi sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. Sy., menjelaskan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi […]

  • Menjadi Muslim di Era Algoritma

    Menjadi Muslim di Era Algoritma

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hari ini kita hidup dalam dunia yang tampak memberi kebebasan tanpa batas, tetapi sebenarnya sangat terkurasi. Setiap kali kita membuka media sosial, kita merasa sedang memilih apa yang ingin kita lihat. Kita merasa menjadi pengendali atas informasi yang masuk ke dalam hidup kita.   Namun sering kali yang terjadi justru sebaliknya. Kitalah yang […]

  • Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Bandung menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Aula Anwar Musaddad, Rabu (02/05/2024). Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Dijelaskan, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin […]

expand_less