Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Keistiqamahan Lebih Baik dari Seribu Karamah

Keistiqamahan Lebih Baik dari Seribu Karamah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Sehabis Shalat Ashar, senja sudah mulai terasa, saat Guru Agung memulai pengajian sorenya. Dari sekian banyak tuturan bermaknanya, ia menyitir kisah tentang Imam Junaid al-Baghdadi yang menyoroti pandangannya yang mendalam mengenai keutamaan Istiqamah di atas Karamah (kemuliaan/kesaktian).

—-
Mahkota Para Sufi: Junaid dan Rahasia Istiqâmah

Di jantung kota Baghdad pada abad ke-3 Hijriah, di tengah hiruk-pikuk perdagangan dan debu intelektual yang menyelimuti tepian sungai Tigris, duduklah seorang ulama yang kelak dikenal sebagai “Sayyid at-Ta’ifah” (Pemimpin Kaum Sufi). Ia adalah Abu al-Qasim al-Junaid al-Baghdadi.

Berbeda dengan gambaran asketis yang menjauh total dari dunia, Imam Junaid adalah seorang pedagang sutra. Di siang hari ia bergulat dengan pasar, namun hatinya tidak pernah sedetik pun berpaling dari Allah. Justru di sinilah letak kekuatan ajarannya: menyeimbangkan antara “syariat yang kokoh dengan hakikat yang dalam.”

——
Kepenasaran Para Murid

Suatu ketika, dalam halaqah ilmunya yang tenang, beberapa murid yang masih muda dan bersemangat spiritual bertanya-tanya tentang fenomena karamah. Mereka mendengar kisah-kisah fantastis tentang orang-orang saleh yang mampu berjalan di atas air, terbang di angkasa, atau melipat jarak dalam sekejap mata.

Ada kerinduan diam-diam di hati mereka untuk merasakan, menyaksikan, atau memiliki kemampuan supranatural tersebut sebagai bukti kedekatan dengan Allâh..

Melihat kegelisahan ini, Imam Junaid tersenyum lembut. Ia sangat paham bahwa ini adalah perangkap halus bagi para penempuh jalan spiritual (sâlik). Terpukau pada keajaiban seringkali membuat seseorang lupa pada Sang Pencipta Keajaiban (Allâh).

—–
Jawaban Sang Imam: Burung dan Ikan

Dengan tenang, Imam Junaid berkata:

“Jika kalian melihat seseorang duduk bersila di udara, janganlah kalian tertipu sampai kalian menimbang perbuatannya dengan timbangan Syariat. Dan jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air, janganlah terperdaya sampai kalian melihat bagaimana ia berpegang pada perintah dan larangan Allah.”

Para murid terdiam. Imam Junaid melanjutkan dengan sebuah analogi yang meruntuhkan obsesi mereka terhadap kesaktian fisik:

“Burung bisa terbang di udara, dan ikan bisa berenang di dalam air tanpa tenggelam. Itu adalah sifat alamiah mereka, bukan tanda kewalian. Setan pun bisa melintasi dunia dalam sekejap.”

Bagi Junaid, ukuran kesucian bukanlah kemampuan melanggar hukum alam, melainkan kemampuan menundukkan hawa nafsu secara terus-menerus di bawah hukum Allah.

—-
Hakikat Istiqamah

Imam Junaid kemudian mengajarkan sebuah prinsip yang menjadi pondasi Tasawwuf Sunni hingga hari ini:

“Al-Istiqâmatu khairun min alfi karamah.”
(Istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamah).

Ia menjelaskan bahwa Karamah seringkali hanya menjadi hiburan bagi anak kecil dalam perjalanan spiritual, atau bahkan ujian yang bisa menggelincirkan seseorang ke dalam kesombongan (ujub). Sementara itu, Istiqamah adalah karamah yang sesungguhnya.

Istiqamah adalah ketika seorang hamba tetap berdiri tegak menjalankan perintah Allah, baik saat hatinya sedang lapang maupun sempit, saat ia sehat maupun sakit, saat ia kaya maupun miskin. Istiqamah adalah “keringat ruhani” yang menuntut kesabaran tanpa batas.

Imam Junaid menegaskan: “Yang dituntut darimu adalah Istiqâmah, bukan Karamah. Karena Tuhanmu menuntutmu untuk beristiqamah, sementara nafsumu menuntutmu untuk mencari karamah.”

—-
Khatimah: Warisan Sang Pedagang Sutra

Kisah di atas ditulis dalam “Risâlah al-Qusyairiyyah” (Imam Abu al-Qâsim al-Qusyairy) dan “Hilyatul Aulia wa Thabaqat al-Asyfiya” (Imam Abu Nua’im al-Isfahani). Narasi hidup Imam Junaid mengajarkan kita bahwa puncak dari spiritualitas bukanlah menjadi “manusia super” (ubermach), melainkan menjadi hamba yang setia (‘Abd Allâh).

Keajaiban terbesar bukanlah mengubah tongkat menjadi ular atau membelah lautan, melainkan kemampuan seorang manusia yang lemah untuk tetap taat kepada Tuhannya di tengah badai godaan dunia yang tak henti-hentinya menerpa. Itulah Istiqâmah—sebuah keajaiban sunyi yang tidak membutuhkan tepuk tangan manusia, namun terdengar gemuruhnya di pintu langit.

Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    • calendar_month Kam, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Jurnal ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus unjuk prestasi. Ada enam jurnal yang kini menduduki peringkat 10 besar tingkat Asia dalam bidang religious studies atau kajian keagamaan. Empat di antaranya meraih peringkat tertinggi pada Q1 (Quartile 1). Selain itu, ada dua jurnal yang berada di peringkat Q2 dan dua jurnal di Q3. Sedang […]

  • Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Bandung menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Aula Anwar Musaddad, Rabu (02/05/2024). Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Dijelaskan, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin […]

  • Menag Tegaskan Tugas Ganda Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Saat Bertemu Civitas UIN Sunan Ampel

    Menag Tegaskan Tugas Ganda Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Saat Bertemu Civitas UIN Sunan Ampel

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA KANAL31.COM –Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan kembali pentingnya tanggung jawab Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang tidak hanya berfokus pada capaian birokratis, tetapi juga harus mencapai tujuan-tujuan keagamaan. Menurut Menag, perguruan tinggi keagamaan memiliki peran vital sebagai lembaga penyebar agama yang berfungsi mendekatkan umat dengan agamanya. Pernyataan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin dalam pembinaan kepada Civitas […]

  • Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG – Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan studium generale dengan tema “Aspek Hukum Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 168/PUU-XXI/2023” di Aula Utama FSH. Acara ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai aspek hukum ketenagakerjaan, terutama terkait perubahan-perubahan yang diatur setelah putusan […]

  • Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Pameran tunggal Irama Langit karya Maman Tocharman, seorang seniman kawakan asal Sumedang, digelar pada 20–30 November 2024 di Lobby Utama Lt. 1, Gedung FPSD UPI, Bandung. Pameran ini menampilkan karya seni berbahan kayu yang memadukan refleksi spiritual dan keindahan alam. Menghadirkan pengalaman estetis yang mendalam bagi para pengunjung. Dilansir dari laman Kota […]

  • Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Anak yang “gagal” di keluarga dan “tidak menjadi apa-apa,” ada di rumah mengurus orang tuanya sampai tua, seringkali lebih bermakna dan terasa manfaatnya ketimbang anak-anak yang “sukses” di kota-kota besar, jabatannya tinggi dan mentereng, jadi ini itu, tapi sulit pulang dan tak ada waktu sering menengok orang tuanya yang sudah report apalagi sakit-sakitan. […]

expand_less