Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Indonesian Negeri Beracun

Indonesian Negeri Beracun

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Entah sejak kapan Indonesia begitu akrab dengan racun. Racun tak lagi sekadar zat kimia, tetapi hadir di piring, mengepul dari hutan, mengalir dalam air, bertebaran di udara, menyala di layar ponsel, hingga bersembunyi di meja kekuasaan.

 

Racun makanan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulia tujuannya dapat kehilangan makna ketika perencanaan tak matang, pelaksanaan tak siap, dan pengawasan lengah. Anak-anak membutuhkan gizi, bukan risiko akibat tata kelola yang terburu-buru. Niat baik bukan pengganti persiapan yang baik.

 

Racun asap. Kebakaran hutan dan lahan berskala masif mengubah pepohonan menjadi abu dan langit menjadi ancaman kesehatan. Rakyat menghirup asap, meski bukan mereka yang menyalakan api. Masker dibagikan, imbauan diumumkan, tetapi akar masalah menuntut lebih dari sekadar penanganan darurat: pencegahan, perlindungan hutan, dan penegakan hukum.

 

Racun air dan udara. Pencemaran membuat kebutuhan paling mendasar berubah menjadi ancaman. Sungai diracuni limbah, udara dikotori emisi, sementara masyarakat kecil sering paling sulit menghindar. Alam dieksploitasi demi keuntungan, rakyat menanggung akibatnya. Apa gunanya pembangunan jika untuk hidup sehat saja manusia harus berjuang?

 

Racun judi online. Harapan cepat kaya berubah menjadi lingkaran utang, kebohongan, dan kehancuran keluarga. Kemiskinan dijadikan celah, kecanduan menjadi perangkap, dan kesengsaraan manusia menjadi ladang keuntungan.

 

Racun korupsi. Uang publik diselewengkan, pelayanan kehilangan mutu, dan kepercayaan terkikis. Mereka yang diberi amanah mengurus kepentingan rakyat justru dapat menjadi penyebab hilangnya hak rakyat. Korupsi bukan sekadar pencurian uang, melainkan perampasan kesempatan dan masa depan.

 

Racun pembiaran. Tragedi datang, rakyat marah, pejabat berjanji, berita berganti, lalu semuanya terlupakan. Kesalahan berulang karena tanggung jawab lebih mudah dihindari daripada ditunaikan. Inilah racun yang membuat keburukan perlahan dianggap kewajaran.

 

Lantas, pertanda apakah semua ini?

 

Barangkali bukan pertanda kehancuran yang tak terelakkan, melainkan peringatan bahwa ada yang keliru dalam cara kita mengelola kehidupan. Niat baik tanpa perencanaan, kekayaan tanpa tanggung jawab, dan kekuasaan tanpa integritas dapat berubah menjadi racun bagi bangsa sendiri.

 

Setiap racun membutuhkan penawar: makanan yang aman, hutan yang terlindungi, air dan udara yang bersih, masyarakat yang terbebas dari jerat perjudian, serta kekuasaan yang tunduk pada hukum.

 

Sebab, kebesaran bangsa bukan diukur dari megahnya slogan, melainkan dari keselamatan rakyatnya.

 

Dan racun paling berbahaya bukanlah yang masuk melalui mulut atau hidung, melainkan yang meracuni nurani—ketika kesalahan terus berulang, korban terus berjatuhan, tetapi tak seorang pun merasa sungguh-sungguh bertanggung jawab.

 

Indonesia tidak kekurangan janji tentang masa depan. Indonesia membutuhkan keberanian untuk berhenti meracuni masa depannya sendiri.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Kemenag Luncurkan Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimbingan Masyarakat Islam

    Selamat! Kemenag Luncurkan Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimbingan Masyarakat Islam

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan buku ‘Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam’. Peluncuran dilaksanakan dalam rangkaian International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2022, di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Turut hadir dalam peluncuran buku ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Penggagas Moderasi Beragama sekaligus Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Akademisi Bidang Studi […]

  • Ngolok Siswi Keracunan MBG, Pegawai SPPG Langsung Dipecat

    Ngolok Siswi Keracunan MBG, Pegawai SPPG Langsung Dipecat

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Bukannya empati, siswi keracunan malah jadi bahan olok-olok. Yang membuat geram dan ingin nonjok mukanya, diolok oleh pegawai SPPG. Untungnya, si jagoan itu sudah dipecat. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Seorang pegawai SPPG di Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, akhirnya dipecat. Itu setelah video dirinya mengolok-olok siswi korban dugaan […]

  • Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Jember — Di akhir tahun 2023, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerbitkan delapan buku baru. Penerbitan buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan keilmuan di bidang syariah dan hukum. Penerbitan buku tersebut mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni. Dia mengapresiasi dedikasi […]

  • Al-Imtizaj, Masjid Unik Ala China di Bandung

    Al-Imtizaj, Masjid Unik Ala China di Bandung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Nuansa merah terasa dominan ketika jamaah melangkahkan kaki ke dalam Masjid al-Imtizaj. Berbeda dari masjid pada umumnya yang bernuansa Timur Tengah, masjid yang terletak di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat, ini memiliki arsitektur yang sangat unik. Pembangunan masjid yang dimulai sejak 2008 ini memanfaatkan bangunan bekas mal dan memiliki gaya arsitektur […]

  • Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • 0Komentar

    GARUT kanal31.com — Nama Nadiem Makarim belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena inovasi pendidikan. Bukan karena Merdeka Belajar. Bukan karena transformasi digital sekolah. Tetapi karena pusaran isu hukum, tekanan opini, dan berbagai narasi yang terus menggiring publik untuk melihatnya sebagai pihak yang harus dipersalahkan. 🔥⚖️   Dan di titik itulah, akal sehat rakyat mulai […]

  • Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com –Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pondok pesantren sebagai lembaga yang telah mengabdikan diri untuk membangun peradaban bangsa selama berabad-abad lamanya. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Dialog Interaktif dan Podcast bersama Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) secara virtual. Dialog ini membahas peran strategis Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama […]

expand_less