Kamis, 23 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Benteng KUA Akhirnya Hamil Perubahan,

Benteng KUA Akhirnya Hamil Perubahan,

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • comment 0 komentar

15 Perempuan Resmi Jadi Kepala KUA

KALBAR, kanal31.com — Dari pagi emosi saya meledak-ledak. Gara-gara si bangke, Silmy Karim. Saya coba turunkan emosi dengan membahas makhluk paling anggun di dunia. Kalian tahu, selama ini KUA itu didominasi kaum adam. Sekarang tidak lagi. Terjadi perubahaan besar, perempuan bisa menjadi Kepala KUA. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Tanggal 4 Juni 2026 akan tercatat sebagai hari bersejarah. Benteng birokrasi yang selama ini dianggap kebal hormon pembaruan mendadak mengalami ovulasi sejarah. Kementerian Agama melantik 258 Kepala KUA baru di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 15 orang adalah perempuan. Lima belas!

 

Memang belum separuh. Belum juga seperempat. Tapi dalam dunia perubahan, ini seperti melihat embrio pertama pada hasil USG setelah sekian lama dinyatakan mandek oleh dokter konservatisme.

 

Dulu suasananya berbeda. Jabatan Kepala KUA terasa seperti ruang persalinan yang hanya boleh dimasuki laki-laki. Para perempuan dipersilakan membantu umat, mengajar mengaji, membina majelis taklim, mendampingi keluarga, menyelesaikan konflik sosial, sampai menjadi tempat curhat warga dari masalah rumah tangga hingga masalah ayam hilang.

 

Namun ketika bicara kursi pimpinan? Waduh. Mendadak muncul berbagai antibodi budaya yang bekerja lebih cepat dari sistem imun manusia. Ada saja alasan. Ada saja dalih. Ada saja pagar-pagar tak kasat mata yang membuat perempuan hanya boleh berdiri di ruang tunggu sejarah.

 

Lalu datanglah PMA Nomor 24 Tahun 2024 dan KMA Nomor 1644. Dua regulasi ini ibarat hormon pemicu yang membuat rahim perubahan akhirnya siap mengandung masa depan. Mekanisme wali hakim dapat dialihkan, hambatan administratif mulai rontok, dan peluang yang selama ini hanya berupa janin gagasan akhirnya lahir ke dunia nyata.

 

Boom! Sejarah menangis haru sambil menggendong bayi bernama kesetaraan.

 

Muncullah 15 perempuan pelopor. Ada Andi Ariani Hidayat di Mamasa, Uun Kurniasih di Indramayu, Lilik Hanifah dan Siti Khotijah di Temanggung, Thuchfatul Syafa’atun Muniro di Pasuruan, Siti Mustaqilah di Sumenep, Mufaroha dan Sainiyah di Bangkalan, Eijiyah Ainun Bisari di Berau, Siti Zahirah Said di Nunukan, Mustika di Bulungan, Sri Sartika di Sanggau, Siti Hajir di Kota Sungai Penuh Jambi, serta Rapika dan Pitriani di Luwu.

 

Mereka bukan sekadar nama. Mereka adalah sel-sel pertama dalam jaringan baru yang sedang tumbuh di tubuh birokrasi keagamaan Indonesia.

 

Ambil contoh Sri Sartika di Sanggau. Sebelumnya ia merupakan Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Tayan Hilir. Ia aktif mengurus majelis taklim, mengikuti pelatihan SPARK, hingga terlibat dalam Badan Kontak Majelis Taklim. Kini ia menjadi Kepala KUA perempuan pertama di wilayahnya. Kalau ini film, penonton sudah berdiri sambil melempar bunga ke layar.

 

Yang paling lucu, setelah 15 perempuan dilantik menjadi Kepala KUA, ternyata tidak terjadi kiamat administratif. Bumi tetap berputar. Bulan tetap mengelilingi bumi. Burung tetap berkicau. Cuma, yang ramai tetaplah warkop.

 

Artinya apa? Ternyata jabatan tidak memiliki kromosom. Kemampuan memimpin tidak ditentukan oleh kadar testosteron atau estrogen. Yang menentukan adalah kompetensi, pengalaman, integritas, dan kemauan melayani masyarakat.

 

Karena itu, pelantikan ini bukan hadiah. Bukan bonus. Bukan diskon akhir musim. Ini adalah hak yang terlalu lama tertahan di ruang tunggu persalinan sejarah.

 

Lima belas perempuan ini mungkin baru awal. Masih berupa bayi perubahan yang baru menangis untuk pertama kalinya. Namun semua orang tahu, setiap manusia besar di muka bumi ini juga pernah berawal dari satu sel kecil yang dianggap sepele.

 

Sekarang, sel kecil itu sudah membelah. Tumbuh. Hidup. Lalu mengetuk pintu masa depan sambil berkata, “Geser sedikit, kami juga mau memimpin.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Arus Balik Nyaman, Wamenag Tinjau Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026

    Pastikan Arus Balik Nyaman, Wamenag Tinjau Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN kanal31.com  — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, meninjau pelayanan arus balik di Masjid Ramah Pemudik. Ada dua lokasi yang dikunjungi, yaitu: Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, Deli Serdang.   Hadir, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, Kepala […]

  • Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum mendoakan semua alumninya semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam meraih kehidupan yang sukses dan bahagia. “Lancar mendapatkan pekerjaan, lancar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan lancar membangun rumah tangga bagi yang akan melansungkan pernikahan,” tutur […]

  • Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TARUNA, KANAL31.COM — Rajab adalah bulan Allah, menurut Hadist Nabi Muhammad SAW, amalan puasa yang dikerjakan pada bulan ini memiliki keutamaan. Barang siapa berpuasa satu hari karena iman dan ikhlas, akan mendapat keridhaan Allah yang terbesar. Jika berpuasa dua hari, maka diperolehnya kemuliaan disisi Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Taman Pengajian Al-Qur’an Darunnajah […]

  • Moderasi Beragama Solusi Atasi Masalah Geopolitik

    Moderasi Beragama Solusi Atasi Masalah Geopolitik

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (ACEH) — Penguatan Moderasi Beragama terus dilakukan di berbagai lini, termasuk diplomasi internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan bahwa Moderasi Beragama dapat menjadi solusi atas ketidakpastian geopolitik global saat ini. Pernyataan ini disampaikan Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antarlembaga Muhsin Syihab saat menjadi narasumber dalam Diskusi Terbuka di UIN Ar-Raniry, Banda […]

  • Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GOWA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan peran penting penguatan aspek spiritual yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan. Menag menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj yang diperingati sebelum Ramadan merupakan “prolog” atau persiapan mental bagi […]

  • Pandji dan Humor Politik 

    Pandji dan Humor Politik 

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Humor politik adalah sublimasi kesadaran tertinggi atas kekecewaan dan penderitaan rakyat pada praktik politik kekuasaan. Rakyat menertawakan para politisi melalui humor untuk melepaskan beban-beban kekecewaan dan penderitaan yang menghimpit. Humor politiknya Pandji Pragiwaksono, dalam stand up komedi Mens Rea, mengingatkan saya pada sebuah buku laris. Tahun 1982, terbit buku “Russia Dies Laughing” terbitan […]

expand_less