Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Esok (27/5/2026), seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha, atau hari raya qurban. Esok juga negeri ini akan bau sate. Karena, semua pada Pesta Ba..ups, Pesta Sate. Saya tak membahas soal itu, melainkan sejarah qurban. Ternyata, sejarah pemotongan domba atau kambing itu ada kemiripan antara Yahudi dan Islam. Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak!

 

Kita mulai dari versi Yahudi. Dalam tradisi agama ini, kisah qurban dikenal sebagai Akedah, artinya “Pengikatan Ishak.” Cerita ini tertulis dalam Kitab Kejadian (Genesis) 22:1-19 di Taurat. Di sinilah Abraham mendapat ujian yang levelnya bikin mental manusia modern langsung minta healing tiga bulan.

 

Tuhan memerintahkan Abraham membawa anaknya yang sangat dicintai, Ishak, ke Gunung Moriah untuk dijadikan korban bakaran. Ini bukan ujian “sabar ya.” Ini ujian yang kalau terjadi hari ini pasti sudah trending, dibahas podcast, lalu muncul lima pengamat dadakan di TikTok.

 

Abraham tetap taat. Ia membawa Ishak, kayu bakar, api, dan pisau. Di tengah perjalanan, Ishak bertanya dengan polos, “Ayah, mana domba untuk korban?”

 

Nah, jawaban Abraham ini luar biasa pendek tapi menggetarkan sejarah, “Tuhan akan menyediakan.” Kalimat itu sekarang terdengar lembut. Tapi bayangkan situasinya. Tegangnya mungkin setara rapat elite politik saat hasil quick count berbeda tipis.

 

Ketika Ishak sudah diikat di altar dan Abraham mengangkat pisau, Tuhan lewat malaikat menghentikannya. “Jangan kau lunjurkan tanganmu kepada anak itu.”

 

Plot twist!

 

Ternyata ada seekor domba jantan tersangkut di semak-semak sebagai pengganti. Abraham lalu menamai tempat itu Yahweh Yireh “Tuhan menyediakan.”

 

Dalam tradisi Yahudi, kisah ini dipandang sebagai puncak ketaatan Abraham. Namun banyak rabbi juga menafsirkannya sebagai penolakan Tuhan terhadap praktik pengorbanan manusia yang dulu lazim di dunia kuno.

 

Artinya, Tuhan seperti sedang memberi pengumuman resmi kepada umat manusia, “Stop jadikan manusia tumbal.”

 

Sayangnya, manusia modern kadang tetap hobi cari tumbal. Rakyat kecil dikorbankan demi proyek mercusuar. Hutan dikorbankan demi investasi. Bahkan kadang logika dikorbankan demi mempertahankan jabatan. Pisau Ibrahim memang berhenti. Tapi pisau kepentingan sering tetap diasah tiap musim politik.

 

Dalam tradisi Yahudi, kisah Akedah dibacakan saat Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi. Maknanya bukan cuma soal ketaatan, tapi juga rahmat Tuhan yang menghentikan tragedi.

 

Lalu, bagaimana dengan versi Islam?

 

Dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 99-111, Nabi Ibrahim juga diperintahkan menyembelih anaknya. Namun Islam meyakini anak itu adalah Ismail, bukan Ishak. Di versi Islam, Ismail tampil luar biasa tenang.

 

Ketika Ibrahim mengatakan ia bermimpi menyembelihnya, Ismail tidak kabur ke rumah tetangga. Tidak bikin thread panjang di media sosial. Tidak berkata, “Ayah toxic!”

 

Ia justru menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

 

Di titik ini, kisah qurban berubah menjadi simfoni kepasrahan ayah dan anak kepada Tuhan.

 

Ketika Ibrahim benar-benar siap melaksanakan perintah itu, Allah memanggilnya, “Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.”

 

Lalu Ismail diganti dengan seekor domba besar. Dari sinilah lahir tradisi qurban dalam Idul Adha.

 

Karena itu, Idul Adha sebenarnya bukan lomba adu gengsi ukuran sapi. Bukan pula ajang foto selfie dekat hewan kurban sambil caption, “Masya Allah, titipan Allah.”

 

Qurban adalah simbol, manusia harus mampu menyembelih ego, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan. Al-Qur’an bahkan menegaskan dengan sangat jelas dalam QS. Al-Hajj ayat 37, “Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaanmulah yang sampai kepada-Nya.”

 

Kalau ada yang merasa paling suci hanya karena sapinya dua ton, tenang saja. Tuhan tidak sedang membuka kompetisi “Indonesia Mencari Qurban.”

 

Perbedaan utama Yahudi dan Islam memang terletak pada siapa anak yang hendak dikorbankan. Yahudi meyakini Ishak, anak Sarah. Islam meyakini Ismail, anak Hajar. Yahudi mengaitkan lokasi kejadian dengan Gunung Moriah di Yerusalem, sementara Islam menghubungkannya dengan Mina dekat Mekah.

 

Namun keduanya bertemu pada pesan yang sama, pengorbanan sejati bukan soal darah, melainkan ketundukan total kepada Tuhan. Mungkin itu sebabnya kisah ini tetap hidup ribuan tahun. Karena manusia selalu punya sesuatu yang ingin dipertahankan mati-matian: jabatan, uang, ego, popularitas, bahkan pencitraan religius.

 

Padahal sejarah qurban justru mengajari hal sebaliknya. Kadang yang paling perlu disembelih bukan kambing di halaman masjid, melainkan sifat rakus yang duduk nyaman di dalam kepala manusia sendiri.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum menawarkan pilihan kepada para Ilmuwan Adab agar lebih banyak mengkaji manuskrip yang merujuk pada tulisan tangan warisan leluhur. “Sudah banyak hasil penelitian yang besumber pada teks lisan dan teks printing. Kita pun harus melirik tulisan tangan […]

  • Perkuat Kompetensi, Kota Bandung Gelar Bimtek Dewan Hakim LPTQ

    Perkuat Kompetensi, Kota Bandung Gelar Bimtek Dewan Hakim LPTQ

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dewan Hakim memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keadilan dalam setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH). Mereka bukan hanya bertugas menilai secara teknis, tetapi juga memegang amanah spiritual yang besar. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain saat Bimbingan Teknis Dewan Hakim […]

  • Jelang Ujian SSE UM-PTKIN 2022, Ini Harus Dipersiapkan Peserta

    Jelang Ujian SSE UM-PTKIN 2022, Ini Harus Dipersiapkan Peserta

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SEMARANG Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2022 sudah ditutup. Panitia akan menggelar uji coba pelaksanaan ujian secara daring. “Saat ini tengah dilakukan persiapan ujian secara online lewat Aplikasi  SSE,” terang Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2022, Imam Taufiq, di Semarang, Senin (6/6/2022). Menurutnya, seleksi UM-PTKIN 2022 digelar berbasis IT. […]

  • Penerapan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) pada Pegadaian Syariah di Indonesia   

    Penerapan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) pada Pegadaian Syariah di Indonesia  

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Gadai merupakan salah satu kategori perjanjian utang-piutang. Gadai merupakan suatu kepercayaan dari kreditur dan debitur menggadaikan barangnya sebagai jaminan terhadap utang. Barang jaminan tetap menjadi milik debitur, namun dikuasai penerima gadai (kreditur). ———————— PRAKTIK pegadaian dibolehkan dalam Islam. Rasulullah SAW pun pernah melakukan transaksi gadai barang (baju besi) dengan seorang yahudi. Dalam gadai syariah yang […]

  • Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

    Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Khamenei telah syahid. Nanti dibilang tewas, ada yang marah pula. Untuk men-syahid-kan imam tertinggi Iran itu, Israel dan Amerika butuh 30 bom mengerahkan 200 pesawat tempur. Simak narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak! Tanggal 28 Februari 2026, langit di atas Teheran berubah jadi laboratorium fisika terbesar di Timur Tengah. Bukan eksperimen mahasiswa, melainkan […]

  • Agus Akmaludin, Kualitas Tidak Akan Pernah Tertukar

    Agus Akmaludin, Kualitas Tidak Akan Pernah Tertukar

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Namanya Agus Akmaludin, urang Cicalengka Kabupaten Bandung, dulu mahasiswa saya beberapa semester. Di kelasnya, paling dewasa dan paling pintar. Ada 2 orang, satu lagi Ari Ganjar, yang melakukan penelitian sangat serius tentang ulama Sunda abad-19 di Cimahi, yang memiliki ajaran tasawufnya sendiri. Lokasi pesantren rintisan ulama itu diabadikan menjadi Jalan Pesantren, di Cibabat Cimahi. […]

expand_less