Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama Republik Indonesia menggagas penerapan Kurikulum Cinta. Ini menjadi inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. Menurutnya, pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan inovasi yang lebih mendalam, salah satunya melalui pendekatan yang lebih integratif dan sistematis dalam kurikulum.

Amien Suyitno menilai, saat ini masih terdapat fenomena sejumlah pelajar yang menunjukkan sikap intoleran, saling menyalahkan, bahkan membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan. Hal ini, kata Amien, sering kali terjadi tanpa disadari sejak dini. Oleh karena itu, Kurikulum Cinta hadir sebagai solusi melalui insersi nilai-nilai keberagaman dalam berbagai mata pelajaran, khususnya dalam pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama.

Kurikulum ini, kata Suyitno, menekankan empat aspek utama. Pertama, membangun cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah). Anak-anak sejak dini dibiasakan memperkuat hubungannya dengan Allah. “Kedua, membangun cinta kepada sesama manusia, apa pun agamanya. Anak-anak harus dibiasakan dengan keberagaman, membangun Hablum Minannas yang kuat,” sebutnya.

Selain itu, Amien juga mengutip sorotan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar untuk membentuk kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Bi’ah). “Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini harus ditangani secara terstruktur dan sistematis. Anak-anak kita harus disadarkan akan pentingnya menjaga bumi,” lanjutnya.

Keempat, kecintaan terhadap bangsa (Hubbul Wathan). Ini juga menjadi pilar penting dalam kurikulum cinta. “Banyak anak-anak kita yang setelah belajar di luar negeri, justru lebih merasa menjadi orang luar dibandingkan bagian dari bangsanya sendiri. Kita ingin menginsersi agar anak-anak kita tetap berpegang teguh pada akar budayanya,” ungkapnya.

Strategi Implementasi

Kurikulum Cinta tidak diperkenalkan sebagai mata pelajaran baru, melainkan akan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam telah menyiapkan buku panduan yang akan menjadi acuan bagi para pendidik dalam menyisipkan nilai-nilai cinta, toleransi, dan spiritualitas ke dalam pembelajaran.

Strategi implementasi kurikulum ini akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Misalnya, di tingkat Pendidikan Raudhatul Athfal (RA/PAUD), metode pembelajaran akan menggunakan permainan dan pembiasaan positif. Sementara itu, di jenjang pendidikan lebih tinggi, pendekatan berbasis pengalaman dan refleksi akan lebih ditekankan.

“Kami sudah melakukan riset dan survei terkait kondisi keberagaman di Indonesia, dan memang masih ada tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi landasan utama untuk memperbaiki kondisi ini,” ujar Suyitno.

Implementasi Kurikulum Cinta diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial, baik dalam konteks keagamaan, hubungan kemanusiaan, maupun keberagaman bangsa. Prof Yitno, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum ini tidak hanya akan diukur dari aspek kognitif, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku peserta didik.

“Kita tidak ingin agama hanya menjadi sesuatu yang normatif, tetapi harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari RA hingga perguruan tinggi, kita ingin membentuk individu yang ramah, humanis, nasionalis, dan peduli lingkungan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Agama akan melakukan pendampingan bagi para pendidik serta mempersiapkan instrumen evaluasi yang dapat mengukur keberhasilan Kurikulum Cinta secara berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan, sangat dibutuhkan agar kurikulum ini dapat berjalan secara efektif dan berdampak luas.

Dengan diterapkannya Kurikulum Cinta, diharapkan Indonesia dapat melahirkan generasi yang lebih toleran, inklusif, dan penuh kasih sayang—mewujudkan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

    Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Hari pertama Lebaran. Hari yang mestinya dipenuhi aroma opor, gema takbir yang masih tersisa di dinding rumah, dan pelukan keluarga yang menghangatkan dada. Tapi di ruang tamu, di antara kue kering yang mulai melempem dan sirup yang terlalu manis, obrolan justru pahit, antrean BBM.   Topik yang sama. Lagi. Lagi. Seolah-olah kita tidak […]

  • Terkuak, AGPAI Akui Tarik Biaya PPG dari Rp5 Juta jadi Rp6 Juta

    Terkuak, AGPAI Akui Tarik Biaya PPG dari Rp5 Juta jadi Rp6 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    kanal31.com– Teka-teki soal biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Rp.5 juta rupiah menjadi Rp6 juta mulai menemui titik terang. Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Ciamis melalui ketuanya Angga Yogantara mengakui bahwa penambahan biaya PPG tersebut dilakukan oleh organisasi yang dia pimpin. Angga beralasan, penambahan biaya PPG yang ditetapkan Sekjen Kemenag itu dilakukan berdasarkan […]

  • Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com –Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pondok pesantren sebagai lembaga yang telah mengabdikan diri untuk membangun peradaban bangsa selama berabad-abad lamanya. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Dialog Interaktif dan Podcast bersama Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) secara virtual. Dialog ini membahas peran strategis Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama […]

  • Ini Cara HMJ Akuntansi Syariah Merajut Kepedulian, Mengukir Senyum dalam Hangatnya Kebersamaan

    Ini Cara HMJ Akuntansi Syariah Merajut Kepedulian, Mengukir Senyum dalam Hangatnya Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com — Senyum tulus dan tatapan teduh para lanjut usia menyambut kehadiran puluhan mahasiswa di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Jalan Sancang No. 2, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).   Ruang panti yang biasanya hening seketika berubah menjadi hangat penuh tawa dan cerita. Hari itu, Departemen Pengabdian Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Jurusan […]

  • Wisuda ke-108 UIN Bandung: Prof. Rosihon Lantik 1.500 Lulusan Berkarakter Unggul

    Wisuda ke-108 UIN Bandung: Prof. Rosihon Lantik 1.500 Lulusan Berkarakter Unggul

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com–  Suasana khidmat sekaligus penuh optimisme menyelimuti Gedung Anwar Musaddad pada Sabtu (11/07/2026). Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Ke-108 Lulusan Program Sarjana, Magister, dan Doktor. Di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua yang hadir, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., […]

  • Benchmarking ke UIN Walisongo, UIN Bandung Siapkan Akreditasi Internasional ACQUIN Prodi Akuntansi Syariah 

    Benchmarking ke UIN Walisongo, UIN Bandung Siapkan Akreditasi Internasional ACQUIN Prodi Akuntansi Syariah 

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    SEMARANG, kanal31.com — Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Prodi Akuntansi Syariah UIN Walisongo Semarang, Rabu (22/7/2026).   Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung dalam mengikuti proses akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute).   […]

expand_less