Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Sekjen Kemenag Monitor Uji Pengetahuan PPG di UIN Bandung

Sekjen Kemenag Monitor Uji Pengetahuan PPG di UIN Bandung

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,kanal31.com– Sebanyak total 15.247 guru binaan Kementerian Agama (Kemenag) mengikuti Ujian Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Sabtu (02/11/2024).

UP PPG yang digelar secara daring dan dipusatkan pada 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Ke-10 LPTK tersebut adalah UIN Alauddin Makassar, UIN Mataram, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, dan IAKN Ambon.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, M. Ali Ramdhani saat memantau UP PPG di UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan kegiatan ini menjadi rangkaian upaya untuk melahirkan guru-guru profesional. “Guru profesional adalah insan yang memiliki kualifikasi, kompetensi, dedikasi, dan komitmen yang kuat dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa,” ujar Dhani, Minggu (3/11/2024)

Untuk meningkatkan kapasitas guru, salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan PPG. Salah satu tahapan penting dalam PPG adalah pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP). “UP ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman pengetahuan, keterampilan, dan perilaku, serta berbagai kompetensi lainnya dari peserta didik PPG,” sebut Prof Dhani yang hadir didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI), Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakry Hamdani.

Menurutnya, UP PPG juga diikuti guru yang memiliki keterbatasan (disabilitas). “Mekanisme UP didesain memberikan kekhususan pada guru tunanetra, saat ini terdapat 6 peserta penyandang disabilitas yang ikut berpartisipasi,” ujar Dhani.

UP PPG yang berkualitas, menghasilkan guru profesional. Yaitu, guru yang tidak sekadar membantu siswa dalam hal akademik, tetapi juga menopang siswa untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sebagai insan yang bermartabat. [lunar jh]

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berolahraga itu Perintah Agama

    Berolahraga itu Perintah Agama

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas olahraga nasional dengan mengintegrasikan pendidikan jasmani secara fundamental di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri mengenai Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis (19/2/2026). Dalam kesempatan ini, Menag menyampaikan bahwa pemerintah memastikan setiap santri […]

  • Dua Wajah Indonesia

    Dua Wajah Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.   Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling […]

  • 4 Mahasiswa UI Juara di ASEAN Geospatial Challenge 2022

    4 Mahasiswa UI Juara di ASEAN Geospatial Challenge 2022

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim Sustainable Rangers, yakni Maurice Efroza (Fakultas Teknik angkatan 2019), Bella Hena Samira (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA angkatan 2019), Najma Khofifah (FMIPA angkatan 2019), dan Devina Azalya (FMIPA angkatan 2019), kembali menoreh prestasi dalam ajang kompetisi global ASEAN Geospatial Challenge 2022. Sustainable Rangers merupakan salah satu tim yang […]

  • Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebagai negara maritim, Indonesia dapat memanfaatkan peningkatan kualitas ekonomi dengan menyerap konsep blue economy (ekonomi biru). Menurut Bank Dunia, ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut. Ada berbagai sektor yang termasuk di dalamnya, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi […]

  • Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

    Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Upaya mengentaskan persoalan krisis kemanusiaan secara global, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Iqtishaduna International Conference yang berlangsung di Hotel Shakti, Kota Bandung, Kamis-Jumat (21-22/11/2024). Konferensi Internasional bertajuk “Peran Keuangan Sosial Islam dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global: Inovasi, Tantangan, dan Kolaborasi” ini menghadirkan narasumber: Prof. Mehmet Asutay, […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

expand_less